google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Inilah Fakta Seputar Varian Baru Covid-19 Omicron yang Wajib Diketahui

Fakta seputar varian baru omicron

Situasi pandemi Covid-19 di tanah air dan juga sejumlah negara nampak membaik, namun perkiraan dari terpaan gelombang ketiga pun kian diwaspadai oleh kita semua.

Selain adanya risiko lonjakan kasus selama masa liburan natal dan tahun baru, tepat di bulan Desember kemarin, secara resmi Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah mengumumkan ditemukannya varian baru dari Covid-19 yang dikenal dengan sebutan varian Omicron.

Mengenal Apa Itu Varian Covid-19 Omicron

Pada tanggal 26 November 2021 lalu, WHO resmi mengumumkan adanyan varian baru dar virus corona yang disebut dengan Omicron. Varian tersebut pertama kalinya dilaporkan langsung kepada WHO dari Afrika Selatan pada tanggal 24 November 2021 kemarin.

Tak berselang lama, WHO pun langsung menyatakan bahwa varian yang mempunyai strain B.1.1.529 sebagai kategori varian yang harus diwaspadai atau variants of concern. Yang artinya adalah varian Omicron memiliki karakteristik yang harus diwaspadai, sama halnya seperti varian Delta, Alpha, Gamma dan Beta.

Varian Omicron ini mempunyai sebanyak 30 kombinasi mutasi dari sejumlah varian dari virus corona yang sebelumnya, seperti C.12, Delta maupun Beta.

Mutasi yang terjadi pada spike protein dimiliki oleh varian Omicron ini pun dikhawatirkan bakalan membuat virus yang jauh lebih cepat menular jika dibandingkan dengan varian Delta, dan juga memungkinkan terjadinya infeksi ulang atau pun reinfeksi. Akan tetapi, kecepatan dari penularan varian baru tersebut masih terus diteliti lebih lanjut lagi.

Berdasarkan catatan dari rapat koordinasi Kementerian Kesehatan pada tanggal 29 November 2021 lalu, tidak ada perbedaan mengenai gejala yang biasanya ditimbulkan oleh varian Omicron bila dibandingkan dengan varian virus yang lainnya.

Namun, mutasi yang terjadi pada spike protein virus corona ini juga berpontesi dapat memberikan efek yang sangat signifikan pada penurunan kemampuan sistem antibodi untuk menetralisirkan virus.

Sejuah ini pun masih belum diketahui secara pastinya apakah varian Omicron mempunyai resistensi atau kebal terhadap vaksin ataukah tidak. Tetapi, kita juga masih tetap harus selalu waspada dan berhati – hati terlebih karena adanya kemungkinan terjadinya penurunan kemampuan antibodi sesudah 6 hingga 12 bulan sesudah divaksin.

Dalam beberapa minggu ke depannya, Badan Kesehatan Dunia (WHO) serta sejumlah peneliti pun masih berusaha untuk memastikan kecepatan dari penularan varian Covid-19 Omicron serta tingkat keparahan gejala yang kadang ditimbulkan.

Akan tetpapi, WHO juga sudah menegaskan bahwa vaksin Covid-19, pengobatan serta pencegahan yang dapat dilakukan selama ini pun nyatanya masih ampuh dalam hal melawan berbagai macam varian virus corona yang menyebabkan Covid-19.

Sebaran dari Varian Baru Omicron Covid-19

Varian baru Omicron ini juga pertama kalinya dilaporkan oleh Afrika Selatan kepada Badan Kesehatan Duna (WHO) pada tanggal 24 November 2021 lalu. Afrika Selatan juga sudah mengalami tiga kali gelombang dari pandemi Covid-19, pada gelombang terakhir ini didominasi oleh varian Delta.

Hanya saja, dalam kurun waktu beberapa minggu terakhir dari infeksi virus corona kembali meningkat drastis bersamaan dengan ditemukannya varian baru dari virus corona, Omicron.

Selain di Afrika Selatan, sejumlah negara juga telah mengonfirmasi adanya temuan kasus dari varian baru, Omicron yakni Kanada, Hongkong, Inggris, Botswana, Italia, Belgia, Australia, dan juga Republik Ceko. Sementara itu, varian baru virus corona pun kemungkinan besar telah masuk ke negara Denmark, Austria, Belanda serta Jerman.

Pemerintah dan masyarakat Indonesia pun khawatir dengan adanya kemunculan dari varian baru virus corona. Namun, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin menegaskan dalam konferensi pers resmi di kanal Youtube Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia, hari Minggu 28 November 2021 lalu, bahwa varian Omicron masih belum terdeteksi di Indonesia.

Para peneliti juga masih gencar melakukan pengamatan lebih lanjut lagi guna mencari tahu apa penyebab lonjakan kasus infeksi Covid-19 di Afrika yang berhubungan dengan penyebaran varian baru ataukah adanya faktor yang lain.

Inilah Perbedaan Omicron Dengan Varian Virus Corona Lainnya

Varian B.1.1.529 atau Omicron ini mempunyai sejumlah mutasi umum dengan varian C.1.2, Delta dan Beta, serta beberapa mutasi tambahan yang lainnya. Bila dibandingkan dengan varian Delta, Omicron ini cenderung mempunyai lebih banyak mutasi yang konsentrasinya di atas sebuah area protein yang berinteraksi secara langsung dengan sel di dalam tubuh manusia.

Pada laporan terakhir menunjukkan bahwa varian Omicron ini relatif berbeda dari jenis varian Delta maupun Beta, dan juga mempunyai jalur evolusi atau pun perkembangan virus yang berbeda pula.

Bukti awal dari penelitian ini juga telah menunjukkan adanya peningkatan risiko infeksi ulang atau reinfeksi dengan varian Omicron, bila dibandingkan dengan varian lainnya yang berada pada kategori yang sama.

Utnuk sekarang ini, diagnostik dari PCR SARS – CoV – 2 juga masih terus dilakukan untuk bisa mendeteksi varian Omicron. Sejumlah lab pun sudah mengindikasi bahwa tes PCR yang sering kali dilakukan, salah satu dari tiga gen target yang tidak terdeketsi.

Hal inilah yang disebut dengan dropout gens S atau pun kegagalan traget gen S. hal ini juga membuat tes PCR pun dapat dipergunakan sebagai penanda dari varian virus, sembari menunggu konfirmasi dari hasil sekuensing.

Dengan menerapkan pendekatan di atas, varian Omicron ini pun bisa terdeteksi pada tingkat yang lebih cepat daripada lonjakan dari infeksi yang sebelumnya, serta menunjukkan bahwa varian baru virus corona satu ini mungkin saja mempunyai keunggulan dengan lebih cepat penyebarannya dibandingkan varian yang lain.

Untuk sekarang ini, tidak ada laporan tentang gejala aneh yang berhubungan dengan varian Omicron. Seperti halnya varian virus corona yang lainnya, sejumlah orang yang dinyatakan positif terinfeksi pun bisa pula tidak menunjukkan gejala yang berarti.

Meskipun demikian adanya, Anda pun masih perlu mengetahui gejala khas dari mayoritas kasus Covid-19, di antaranya adalah sebagai berikut ini :

  • Mengalami demam dengan kenaikan suhu tubuh drastis,
  • Batuk secara terus – menerus selama lebih dari satu jam, atau pun beberapa kali batuk dalam 24 jam yang lebih buruk dibandingkan batuk biasanya, dan
  • Hilangnya kemampuan untuk merasakan makanan atau pun mencium bau, gejala ini dikenal dengan sebutan anosmia.

Bila Anda atau pun keluarga di rumah tengah mengalami gejala infeksi Covid-19 seperti di atas, terutama untuk anosmia, alangkah baiknya segera periksakan diri ke dokter guna memastikan kondisi kesehatan lebih lanjut serta mendapatkan pengobatan yang sesuai.

Apakah Vaksinasi Ampuh Melawan Varian Baru Covid-19 Omicron?

Penelitian baru – baru ini menunjukkan adanya kemungkinan terjadi peningkatan risiko infeksi ulang atau reinfeksi pada varian Omicron. Yang artinya adalah seseorang yang sebelumnya sudah pernah terinfeksi virus corona, maka cenderung akan lebih mudah terinfeksi lagi pada varian baru tersebut.

Meskipun demikian adanya, informasi yang berhubungan dengan varian Omicron ini masih sangat terbatas serta para peneliti pun masih terus melakukan observasi lebih lanjut lagi.

Oleh sebab itulah, vaksinasi Covid-19 masih tetap menjadi salah satu langkah efektif untuk bisa melindungi diri seseorang dari infeksi virus yang menimbulkan sejumlah gejala parah dan juga menurunkan risiko kematian jika sudah terpapar.

Selain dengan vaksinasi, pencegahan dari penyebaran virus corona pun masih bisa dilakukan dengan cara penggunaan masker, rutin cuci tangan, selalu hindari kerumunan serta kurangi mobilitas di luar rumah.

Beberapa negara pun sudah membatasi masuknya warga asing dari negara yang sudah terkonfirmasi kasus varian Omicron, serta memberlakukan anjuran karantina yang begitu ketatnya untuk mereka yang baru saja datang dari luar negeri.

Per tanggal 29 November 2021 lalu, Indonesia masih belum memberlakukan larangan masuknya pendatang dari negara yang sudah terkonfirmasi kasus Omicron, pemberlakukan 14 hari karantina bagi para pendatang dari negara yang mungkin saja sudah mempunyai kasus varian baru virus corona, serta pengetatan syarat masuk yang lainnya.

Sementara itu juga, kita semua pastinya harus benar – benar disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan dengan cara jaga jarak dengan orang lain, jauhi kerumunan, hindari bepergian ke luar negeri, serta selalu kenakan masker.

Bila Anda masih belum memeroleh vaksinasi Covid-19, alangkah baiknya untuk segera mendaftarkan diri agar bisa ikut program vaksinasi di fasilitas kesehatan terdekat.