google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Inilah Perbedaan Tanggal Kadaluarsa dan Beyond Use Date pada Obat – Obatan

Ada dua macam dari batasan waktu pemakaian obat – obatan, yakni beyond use date (BUD) dan juga tanggal kadaluarsa. Berikut ini adalah penjelasan beserta perbedaan di antaranya keduanya.

Munculnya sejumlah pertanyaan mengenai masa pemakaian obat, diantaranya ialah apakah obat expired masih boleh dikonsumsi dan apakah obat kadaluarsa pun masih boleh digunakan. Supaya bisa menjawab semua pertanyaan tersebut, para konsumen juga perlu memamahami seputar batasan waktu dari pemakaian obat – obatan.

Beragam jenis obat – obatan yang beredar di pasaran, baik yang ada di apotik maupun resep dari dokter pasti mempunyai pemakaian tertentu. Batasan waktu dari pemakaian obat tersebut terbagi menjadi dua macam, yakni tanggal kadalursa dan juga beyond use date (BUD).

Tanggal Kadaluarsa pada Obat – obatan

Obat tanggal kadaluarsa yang sudah tertera pada kemasan obat ini merupakan sebuah indikasi bahwa perusahaan bakalan menjamin keamanan dan juga fungsi dari obat dengan maksimal.

Seperti yang dilansir dari Drugs, tanggal kadaluarsa ini juga ada hampir di semua obat, baik obat komersil maupun yang telah diresepkan oleh dokter hingga beberapa dari suplemen kesehatan dan juga suplemen herbal.

Untuk alasan pertanggungjawaban dan juga stabilitas, pada umumnya perusahaan tidak akan menyarankan pemakaian obat di luar dari tanggal kadaluarsa. Akan tetapi, sebagian besar dari obat tanggal kadaluarsa diberikan oleh pabrik selama 2 hingga 3 tahun, walaupun masa obat tersebut bisa jauh lebih lama dibandingkan ketentuan dari perusahaan.

Hal tersebut dikarenakan produsen tidak menguji masa pemakaian obat – obatan. Pada tanggal kadaluarsa obat ini pun menunjukkan bahwa obat bisa dipakai sampai dengan hari terakhir di bulan kadaluarsa yang sudah tertera.

Semisalnya, obat yang tertera tanggal kadaluarsanya atau expiration date/ED 06/2020, maka artinya adalah obat tersebuh tergolong aman untuk digunakan sampai tanggal 06 Juni 2020.

Tanggal kadaluarsa bukan berarti bahwa obat – obatan tersebut tidak aman atau pun tidak lagi efektif untuk digunakan. Otoritas kesehatan pun menyatakan bahwa obat kadaluarsa ini masih cukup aman digunakan, walaupun sudah lewat dari beberapa tahun masa kadaluarsa obat tersebut.

Berikut ini ada beberapa panduan keamanan obat sesudah masa kadaluarsanya, seperti yang dikutip dari Insider.

  • Aspirin, 5 tahun sesudah tanggal kadalursa
  • Tylenol atau asetaminofen, 4 sampai dengan 5 tahun sesudah tanggal kadaluarsa
  • Antibiotic, 5 tahun sesudah tanggal kadaluarsa
  • Ibuprofen, 4 sampai dengan 5 tahun sesudah tanggal kadaluarsa

Yang wajib diperhatikan ialah penyimpanan obat. Pastikan untuk menyimpan di tempat yang kering, serta terhindar dari paparan sinar matahari langsung guna memastikan efektivitas obat tersebut.

Beyond Use Date pada Obat – obatan

Sedangkan untuk BUD atau beyond use date ini ialah tanggal yang sudah tercantum, tergantung dari jenis produk yang dibagikan dan juga memperhitungkan berapa lama waktu dari obat stabil sesudah didistribusikan.

Seperti yang dilansir dari Pharmacist Answers, untuk sebagian besar kasus, BUD ini akan lebih singkat jika dibandingkan dengan tanggal kadaluarsa dari suatu produk obat – obatan.

Sebagai contohnya adalah produk antibiotic rekonstitusi seperti halnya amoksilin, seperti diketahui mempunyai masa efektif sekitar 10 hingga 14 hari sesudah kemasannya dibuka, walaupun tanggal kadaluarsa obat tersebut masih sangat jauh.

Obat – obatan dengan BUD ini sangat dianjurkan untuk dibeli dan dikonsumsi ketika benar – benar dibutuhkan, bukan untuk stok atau pun disimpan dalam kurun waktu yang relatif lama.

BUD ini pun ditetapkan dalam USP 795, dengan penjabaran lengkapnya sebagai berikut ini :

  • Khusus untuk formula non aqueous dan juga solid formation, dibuat dari persediaan obat jadi tidak boleh lebih dari 25 persen dari waktu kadaluarsa masing – masing bahannya atau pun 6 bulan dari waktu peracikan obatnya, mana pun yang sudah tercapai terlebih dahulu.
  • Dibuat dari bahan zat aktif, tidak boleh lebih dari waktu kadaluarsanya masing – masing bahan atau pun 6 bulan dari waktu peracikan obat, mana pun yang sudah tercapai terlebih dahulu.
  • Khusus untuk formula oral mengandung air, tidak boleh lebih dari 14 hari, disimpan dalam suhu dingin sekitar 2 sampai 8 derajat celcius.
  • Untuk formula topical atau pun dermal yang ada kandungan airnya, untuk cairan mucosal ini dan juga untuk persediaan semisolid tidak boleh lebih dari 30 hari.