google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Ivermectin, Fakta Obat Cacing Untuk Terapi Covid-19

Menteri BUMN Erick Thohir membawakan kabar baik mengenai penanganan Covid-19 di Indonesia akan resmi memakai Ivermectin sebagai salah satu dari obat terapi untuk bisa menyembuhkan para pasien Covid-19.

Obat ini juga baru saja mendapatkan izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) dan juga sudah mulai diproduksi oleh BUMN farmasi, PT. Indofarma Tbk (INAF), anak usaha dari Holding PT. Bio Farma (Persero). Izin edar dari BPOM RI ini pun untuk produk generic Ivermectin 12mg dalam bentuk kemasan botol berisikan 20 tablet obat.

Supaya dapat mengonsumsi obat tersebut, para pasien Covid-19 tentu harus mendapatkan izin dari dokter. Manajemen INAF menjelaskan, diharapakn dengan hadirnya oabt ini bisa langsung menekan tingkat penularan virus corona di Indonesia.

Berikut ini sudah kami rangkum bersumber dari CNBC Indonesia fakta – fakta mengenai obat Ivermectin.

Diteliti Sebagai Pengobatan Covid-19

Dalam keterangan resmi yang disampaikan langsung oleh Indofarma, sekarang ini Ivermectin sudah dalam tahap penelitian di Balitbangkes dan juga bekerja sama dengan beberapa rumah sakit, termasuk di antaranya adalah rumah sakit di bawah Kementerian Pertahanan.

Penelitian yang dimaksudkan ini dilakukan untuk dapat membuktikan bahwa obat Ivermectin ini bisa digunakan dalam hal manajemen Covid-19 baik sebagai pencegahan atau pun pengobatan.

Dengan didapatkannya izin edar BPOM RI, Indofarma pun sudah siap memproduksi sebanyak  4 juat tablet Ivermectin 12 mg per bulannya.

Sebelumnya, Indofarma pun sudah memiliki beragam produk untuk penanggulangan Covid-19. Untuk kategori obatnya, Indofarma sudah memproduksi dan juga mendapatkan izin edar di antaranya adalah Oseltamivir 75 mg kapsul, dan juga Remdesivir 100 mg injeksi dengan merek Desrem.

Sedangkan untuk alat kesehatan yang lainnya, INAF pun sudah memproduksi dan juga mendapatkan izin edar antara lainnya adalah masker medis 3 ply dan juga viral transport medium.

Ivermectin Termasuk Anti Parasite, Bukan Antivirus

Berdsarkan keterangan yang sudah disampaikan oleh Kementerian BUMN dan juga Indofarma, Ivermectin ini merupakan obat antiparasit yang bisa digunakan untuk menghambat replikasi virus corona. Obat ini pun merupakan obat minum anti parasite yang secara in vitro sudah memiliki kemampuan anti virus yang begitu luas.

‘’Hari ini juga kami ingin menyampaikan obat Ivermectin, obat anti parasite yang sudah keluar pada hari ini mendapatkan izin dari BPOM, kami pun terus melakukan komunikasi insentif kepada Kementerian Kesehatan bagaimana sesuai dengan rekomendasi oleh BPOM dan juga Kementerian Kesehatan. Obat Ivermectin ini pun harus dengan izin dokter dalam penggunaannya untuk sehari – hari,’’ jelas Erick Thohir selaku Menteri BUMN dalam konferensi pers, hari Senin 21 Juni 2021.

Ia pun menyebutkan efektivitas dari obat terapi ini pun sudah melalui uji stabilitas. Selain itu juga, efektivitas juga telah dibuktikan melalui jurnal ilmiah yang sudah terpublikasi sehingga tidak perlu diragukan lagi.

Dijual Dengan Harga Murah

Ivermectin ini merupakan obat genetik yang sudah dipasarkan dengan harga sekitar 5 ribu hingga 7 ribu rupiah saja per tabletnya.

Untuk penggunaan obat sebagai terapi ringan dalam lima hari cukup dengan memakan obat tersebut pada hari pertama, ketiga dan juga kelima dengan 2 sampai dengan 3 butir obat setiap harinya. Selanjutnya bila terapi ini sedang dianjurkan meminum obat lima hari berturut – turut.

‘’Jadi saat Pak Erick Thorir mengajukan yang namanya obat generik, sekali lagi ya obat generik ini murah yakni Ivermectin mengapa diributkan padahal yang sebelumnya tidak pernah diributkan. Saatnya sekarang kita bersatu padu untuk melawan virus corona jangan saling menyalahkan atau pun memelintir informasi,’’ kata Arya Sinulingga selaku Staf Khusus Menteri BUMN dalam keterangannya, hari Selasa 22 Juni 2021.

BPOM RI: Ivermectin ini Obat Cacing, Bukan Obat Covid-19

Penny K Lukito selaku Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI), menegaskan bahwa sekarang ini izin edar dari BPOM RI untuk obat Ivermectin adalah sebagai obat cacing.

‘’Izin edar sebagai obat cacing dan juga obatnya adalah obat berbahan kimia, namun bahan kimia yang ada efek sampingnya,’’ tegas Penny dalam siaran live hari Selasa 22 Juni 2021.

Meskipun penggunaan obat Ivermectin untuk Covid-19 sedang marak di berbagai Negara, Penny pun menegaskan masih tetap menbutuhkan dukungan ilmiah lebih lanjut lagi untuk akhirnya ikut serta digunakan sebagai terapi Covid-19 di Indonesia dalam hal ini adalah uji klinis.

Selain itu juga, Ivermectin ini diketahui juga sudah mengandung bahan kimia keras yang dapat menimbulkan berbagai efek samping.

‘’Memang ditemukan adanya suatu indikasi yang membantu menyembuhkan. Namun, masih belum bisa dikategorikan ke dalam obat Covid-19 tentunya,’’ jelas Penny.

‘’Kalau pun kita mengatakan suatu produk obat Covid-19 ini harus melalui uji klinis terlebih dahulu, namun obat ini tentunya harus dengan resep dokter bisa saja dipergunkaan sebagai salah satu dari terapi dalam protokol dari pengobatan Covid-19,’’ tambahnya lagi.

Penny pun menyebutkan obat Ivermectin ini bisa saja dipergunakan sebagai pengobatan Covid-19 tetapi harus dalam pengawasan dokter. Hal ini pun bukan dari pengawasan BPOM, melainkan dari pemeritahan seperti halnya Kemenkes RI.

Sementara itu juga, Penny kembali menegaskan dari pengobatan Covid-19 ini termasuk di dalamnya obat Ivermectin harus berdasarkan dari rekomendasi asosiasi profesi terkait, untuk bisa memastikan khasiat, keamanan, serta mutu dari suatu produk di dalam penggunaannya.

Jenis Obat Cacing yang Dipergunakan di India Untuk Covid

India merupakan Negara pertama yang sudah terpublikasi memakai obat ini kepada para pasien untuk bisa melawan infeksi virus corona.

Menteri Kesehatan Negara bagian Goa, Vishwajit Rane, seperti yang dikutip dari CNBC Internasional, menjelaskan bahwa para penduduk dewasa akan segera diberikan 12 mg obat Ivermectin untuk jangka waktu selama lima hari sebagai profilaksis untuk bisa melindungi tubuh dari virus corona.

Rane pun mengklain jika keputusan tersebut sudah didasarkan pada hasil studi panel para ahli dari Spanyol, Inggris, Jepang dan juga Italia yang menemukan penurunan signifikan secara statistik dalam kasus kematian serta waktu atau proses pemulihan pada para pasien Covid-19, tanpa memberikan penjelasan secara spesifik.

Ivermectin ini sebenarnya digunakan pada dosis yang sangatlah spesifik untuk bisa mengobati cacing parasite, namun bukan merupakan anti virus.

Berbagai hasil studi pun menunjukkan hasil yang sangat beragam mengenai penggunaan Ivermectin sebagai pengobatan Covid-19. Beberapa kasus pun menunjukkan sedikit pemulihan sementara yang lainnya justru membuat penyakit malah menjadi lebih buruk.

Ivermectin Tidak Diizinkan di Amerika Serikat

Pemerintah Amerika Serikat melalui US Food and Drug Administration (FDA) menyatakan jikalau obat ini masih belum layak dipergunakan bagi masyarakat untuk bisa mengobati Covid-19. Bahkan FDA pun mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak mengonsumsi obat yang biasanya digunakan untuk obat hewan.

Mengutip dari laman resmi FDA, aturan ini sudah dikeluarkan sejak tanggal 3 Mei 2021. FDA meminta kepada seluruh masyarakat untuk berhati – hati menggunakan obat Ivermectin di tengah banyaknya isu mengenai manfaat dari obat tersebut, sebelum penelitian membuktikan bahwa Ivermectin mampu menjadi media terapi untuk pengobatan Covid-19.

‘’Tampaknya ada pula minat yang sedang berkembang pada obat Ivermectin sebagai obat yang mengobati manusia dengan Covid-19,’’ tegas FDA yang dikutip CNBC Indonesia melalui laman resmi FDA, pada hari Selasa 22 Juni 2021.

‘’Ivermectin ini sering digunakan di Amerika Serikat untuk mengobati dan juga mencegah parasite pada hewan. FDA sudah meminta banyak laporan tentang pasien yang membutuhkan dukungan medis dan di rawat di rumah sakit setelah pengobatan dengan memakain Ivermectin yang ditujukan untuk kuda. Inilah yang harus Anda ketahui tentang obat tersebut.’’

Efek Samping dari Obat Ivermectin

Dalam keterangan FDA menyebutkan bila terlalu banyak mengonsumsi Ivermectin ini bisa menyebabkan mual dan muntah, diare, hipotensi atau tekanan darah rendah, reaksi alergi, pusing, ataksia, koma, kejang dan bahkan berujung kematian.

‘’Tablet Ivermectin ini disetujui pada dosis yang sangat spesifik, untuk beberapa obat cacing parasite dan juga ada formulasi topical pada kulit untuk kutu kepala dan juga kondisi kulit lainnya. Obat ini bukanlah anti virus atau obat untuk mengobati virus, mengambil dosis besar untuk obat ini bisa berbahaya dan dapat menyebabkan bahaya cukup serius.’’ isi tulisan FDA dalam laman resminya.

Sumber : CNBC Indonesia