google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Jean Paul Gaultier Akan Kembali dengan Koleksi RTW

Jean Paul Gaultier (Foto: wmagazine.com)

Desainer asal Prancis, Jean Paul Gaultier memang tak pernah gagal membuat para penggemarnya terkejut. Setelah membuat pengumuman mengejutkan mengenai keputusannya untuk pensiun di awal tahun lalu, ia kembali membuat publik bertanya-tanya dengan postingan misterius bertulisakan “the end.” di instagramnya baru-baru ini. Kali ini terungkap maksud dari postingan instagram tersebut.

Postingan tersebut merupakan alasan untuk memulai awal yang baru, sebagaimana diumumkan bahwa merek tersebut akan kembali merilis pakaian siap pakai (ready-to-wear) setelah 16 bulan sang pendiri eponim merek secara pribadi memutuskan untuk pensiun dari runway. Kini setelah satu setengah tahun berlalu, merek tersebut kembali mengejutkan publik dengan kembali meluncurkan koleksi ready-to-wear (RTW).

Koleksi Jean Paul Gaultier (Foto: ww.fashionnetwork.com)

Koleksi bertema Les Marins ini merupakan kolaborasinya dengan lima desainer, termasuk Ottolinger dan Palomo Spain. Koleksi ini menjadi comeback RTW rumah mode asal Prancis tersebut sejak tahun 2015. Sebelumnya merek tersebut telah menutup koleksi prêt-a-porter setelah diakuisisi oleh Puig, klan Catalan yang juga mengontrol Carolina Herrera, Dries Van Noten, Paco Rabanne dan Nina Ricci.

Peluncuran koleksi ini juga lebih bermakna, karena direncanakan sebagai bagian dari rangkaian acara musim panas. Tak hanya itu, koleksi RTW ini juga dimaksudkan sebagai penghormatan kepada beragam komunitas yang telah menjadi inspirasi rumah mode tersebut sejak didirikan. Waktu perilisan koleksi terbaru dari Jean Paul Gaultier bertepatan dengan LGBTQI + Pride Month.

Secara kolektif, desain dari koleksi tersebut memberi penghormatan kepada Querelle, yang merupakan film terakhir Rainer Werner Fassbinder yang dirilis tahun 1982 silam. Film berdasarkan novel Jean Ganet ini menceritakan kisah gelap nan eksplosif mengenai persaingan, pembunuhan, dan seksualitas yang mengambil latar belakang saudara seorang pelaut di pelabuhan Brest. Terinspirasi dari latar belakang tersebut sebagai salah satu tema kunci, sweter Marinère bergaris Prancis adalah salah satu koleksi favorit dari sang desainer.

Cuplikan Film Querelle (Foto: flagey.be)

Melalui tema keinginan untuk mewujudkan nilai-nilai kebebasan, penerimaan dan kreativitas yang tidak bermoral ini, kemudian dipilih lima desainer untuk menghasilkan koleksi yang relevan dan mampu menafsirkan kode merek Jean Paul Gaultier. Nix Lecourt Mansion, Ottolinger, Palomo Spain, Alan Crocetti dan Marvin M’Toumo adalah nama-nama desainer yang akan berkolaborasi dengan Jean Paul Gaultier.

Masing-masing akan menghasilkan siluet ataupun rangkaian aksesori yang dapat mewakili kejeniusan Gaultier. Untuk mewujudkan koleksi tersebut, Lecourt Mansion mengambil konsep bodysuit dengan bahan jaring berlian imitasi hitam yang dilengkapi garis-garis menawan. Sementara itu, Palomo Spain memilih untuk mendesain karya unik berupa korset motif bunga.

Siluet berikutnya dihasilkan oleh Ottlinger yang mendesain bodystocking zebra zig-zag terdistorsi. Dua desainer lainnya menciptakan aksesoris, Alan Crocetti dengan perhiasan berbentuk bra kerucut, sementara Marvin M’Toumo membuat aksesori kerang dan krustasea. Riff pada koleksi Marinière ini terdapat enam versi, termasuk versi classic oversized dan berbagai intepretasi ulang.

Melalui koleksi ini, para penggemar mode dapat melihat berbagai aspek budaya Gautier yang telah diubah. Mulai dari topi pelaut Angkatan Laut AS yang ikonik, kini hadir dengan dihiasi tanda tangannya. Kemudian, gaun super pendek dengan keah penutup yang terinspirasi dari seragam pelaut klasik, bikini perwira angkatan laut, hingga kalung kompas rantai emas dan cincin putri duyung.

Koleksi Jean Paul Gaultier (Foto: ww.fashionnetwork.com)

Koleksinya juga menawarkan berbagai tampilan celana pelaut denim. Terdapat pula elemen-elemen vintage khas musim panas yang dimasukkan pada koleksi ini, yang merupakan bagian dari penekanan upcycling. Melalui koleksi ini juga sangat terlihat tekad Gaultier dalam memimpin gerakan yang mendukung dekonstruksi biner gender, sesuatu yang telah ia pertahankan sejak ia pensiun. Bahkan, toko online-nya juga tidak menampilkan kategori gender, melainkan masing-masing tampilan yang meniru pria dan wanita.

Perlu diketahui bahwa desainer Jean Paul Gaultier telah menggelar pertunjukan couture terakhirnya pada bulan Januari 2020 silam. Pada bulan Juli ini, rumah mode tersebut telah mengundang Chitose Abe dari Sacai untuk mempersembahkan seri pertama koleksi couture oleh desainer tamu untuk marque tersebut.

Kembalinya merek Jean Paul Gaultier setelah pengumuman pensiunnya sang desainer yang mengejutkan awal tahun lalu tentu menjadi istimewa. Sikap politiknya dibawa dalam koleksi RTW, di mana rumah mode tersebut juga meminta dua desainer, yaitu Roxanne Maillet dan Marie-Mam Sai Bellier untuk mendesain T-shirt. T-shirt tersebut dicap dengan bentuk maskulin dan geminin dari nama desainer, yang bunyinya Jean-ne Paul-e Gaultier-e.

Koleksi ready-to-wear terbaru dari Jean Paul Gaultier akan mulai dijual pada hari Jumat, 28 Mei 2021 melalui beberapa situs secara eksklusif. Koleksi tersebut hadir dengan harga yang bervariasi mulai dari € 150 hingga € 750, dengan 75 referensi SKU berbeda.