google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Jenis Masalah Kulit yang Kerap Dialami Oleh Pasien Covid-19

Untuk saat ini, sudah cukup banyak hasil penelitian yang menunjukkan dampak yang begitu besarnya dari Covid-19 pada kesehatan tubuh manusia.

Hal tersebut bukan hanya memengaruhi organ paru – paru saja, penyakit infeksi pernapasan pun ternyata bisa pula menimbulkan beberapa gejala yang berhubungan erat dengan masalah kulit tubuh.

Lantas, seperti apa kaitannya antara masalah kulit dengan Covid-19? Dan apa saja gejala yang mesti diwaspadai oleh kita semua? Berikut ini adalah ulasan lengkapnya.

Apa Hubungan Antara Masalah Kulit dan Covid-19?

Seiring berjalannya waktu ketika pandemi Covid-19 ini, seluruh orang pun perlahan mulai paham mengenai bahaya dari penyakit tersebut karena bisa memengaruhi sistem kerja organ penting selain paru – paru. Salah satunya ialah kulit.

Banyak juga dari pasien Covid-19 yang telah melaporkan sedang mengalami gejala yang berhubungan dengan masalah kulit, di antaranya adalah biduran, munculnya ruam di permukaan kulit, dan rambut rontok.

Gejala dari masaah kulit ini kadang muncul sesudah seseorang terinfeksi oleh virus corona. Sementara itu juga, beberapa dari pasien baru yang mengalami gejala sesudah penyakit tersebut berkembang semakin parah. Akan tetapi, pada umumnya masalah kulit ini bakalan membaik dengan sendiri.

Para ahli pun mulai mencari tahu apa hubungannya antara Covid-19 dan masalah kulit, bagaimana mekanismenya, apakah ada keterlibatan dari homon tubuh, atau pun kemunculan masalah kulit ini sebagai reaksi imunitas tubuh.

Dalam sebuah penelitian dari The Journal of Laboratory and Clinical Medicine mencoba memberikan jawaban terkait dengan fenomena tersebut. Dari hasil studi tersebut, diduga masalah kulit ini merupakan respons komplementer, yang mana bisa menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah.

Ditambah lagi dengan respons komplementer ini akan lebih banyak ditemukan pada kelompok lansia. Hal ini yang menjadi alasan kuat mengapa gejala infeksi virus corona cenderung lebih parah pada orang – orang lanjut usia.

Kenali Tanda dan Gejala Masalah Kulit Diakibatkan Oleh Covid-19

Berikut ini ada beberapa dari gejala gangguan pada kulit yang berhubungan erat dengan infeksi virus corona, antara lain :

1. COVID toe

Covid toe ini merupakan istilah baru yang merujuk kepada pembengkakan di bagian jari kaki atau pun tangan diakibatkan oleh infeksi virus corona. Kondisi tersebut hampir sama dengan chilblain, peradangan pada pembuluh darah kecil diakibatkan oleh paparan udara dingin.

Pembengkakan ini pun bersamaan dengan perubahan warna pada kulit, seperti halnya keunguan atau pun kemerah – merahan. Untuk kondisi ini jari kaki dan tangan tampak seperti memar.

2. Urtikaria atau Biduran

Reaksi alergi yang mungkin sudah sangat familiar di kalangan masyarakat adalah biduran. Ternyata, masalah kulit satu ini yang dikenal dengan istilah urtikaria juga termasuk ke dalam salah satu tanda serta gejala dari infeksi Covid-19.

Biduran atau urtikaria ini adalah reaksi peradangan pada bagian bawah kulit yang bisa menimbulkan bercak kemerah – merahan menonjol dan juga disertai rasa gatal.

Bercak merah ini juga mempunyai ukuran yang sangat beragam dan tersebar di salah satu area kulit tubuh manusia. Bengkak pada kulit ini akan segera hilang dalam waktu hanya beberapa menit hingga jam saja, tetapi dapat pula muncul kembali di area kulit yang lainnya.

Kemunculan dari biduran ini biasanya berhubungan dengan gejala dari infeksi Covid-19 yang cenderung parah.

3. Bintik atau bercak merah merata di kulit

Selain COVID toes dan biduran, masalah kulit lainnya yang dapat saja muncul akibat dari infeksi virus corona ialah bintik – bintik di permukaan kulit.

Bintik – bintik ini pun kadang berwarna merah dan juga ukurannya relatif kecil, serta tersebut secara menyeluruh pada permukaan kulit. Selain itu juga, bentuknya pun cenderung rata dengan kulit, tidak seperti bentolan atau pun benjolan.

Dalam istilah dunia medis, kondisi di atas dikenal dengan erupsi makulopapular. Berdasarkan pada penelitian yang dipublish oleh British Journal of Dermatology, erupsi makulopapular ini sudah dilaporkan terjadi sekitar 47 persen dari 375 pasien positif Covid-19.

4. Ruam pada permukaan kulit

Tanda dan juga gejala dari masalah kulit selanjutnya diakibatkan oleh Covid-19 ialah ruam pada kulit. Munculnya ruam tersebut memang sedikit berbeda dikarenakan dugaan berhubungan dengan sindrom peradangan multisystem pada anak, atau pun yang lebih dikenal dengan MIS-C.

Sindrom ini pun kadang memicu perdangan pada organ jantung dan juga pembuluh darah hingga darah dapat menggumpal serta menimbulkan gejala syok.

Komplikasi Covid-19 yang menyerang anak – anak pun tergolong sangatlah langka. MIS-C juga terkadang akan muncul pada anak – anak 3 bulan sesudah mereka dinyatakan sembuh dari infeksi virus corona.

Selain ruam yang diakibatkan oleh MIS-C, ada beberapa dari pasien yang dilaporkan mengalami munculnya ruam atau pun memar yang seperti motif jaring ikan. Kondisi seperti ini dikenal dengan istilah livedo.

Livedo ini pun diduga bisa muncul diakibatkan oleh adanya sumbatan pada pembuluh darah sebagai respons tubuh terhadap infeksi virus corona.

5. Kerontokan pada rambut

Masalah kulit kepala dan rambut rontok pun relatif cukup banyak dialami oleh para pasien penyakit parah, termasuk juga infeksi virus corona. Umumnya, reaksi ini bisa terjadi pada saat tubuh sedang berjuang menghadapi stress dari dalam.

Akan tetapi, selama kadar zat besi di dalam tubuh pasien Covid-19 masih tetap normal, maka pertumpuhan rambutnya pun bisa kembali lagi seperi sedia kalanya.

Selain itu juga, Covid-19 yang tergolong parah juga banyak sekali ditemukan pada pasien pria dengan masalah kebotakan. Sebuah penelitian dari American Academu of Dermatology menunjukkan hasil bahwa ada sebanyak 79 persen dari pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit adalah pria dengan masalah kebotakan.

Peningkatan dari hormon dihydrotestosteron pada pria dengan masalah kebotakan inilah yang diduga ikut serta meningkatkan kadar reseptor ACE2 di dalam tubuh. Jikalau semakin besar kadar reseptor tersebut, maka virus corona pun akan lebih mudah untuk masuk ke dalam tubuh.

6. Bentolan berisi cairan atau lentingan

Masalah kulit yang terakhir berhubungan dengan tanda dan gejala Covid-19 ialah lenting, atau pun bentolan yang biasanya berisikan cairan.

Lenting ini biasanya disebut juga dengan erupsi vesicular yang kadang ditemukan pada area kulit tangan. Kemunculannya pun lebih banyak lagi terjadi pada fase awal penyakit.

Kondisi di atas pun lebih sering ditemukan kepada pasien Covid-19 yang berumur dewasa menuju lansia. Lenting ini kadang akan bertahan selama 10 hari, lalu berhubungan erat dengan gejala infeksi virus corona yang sudah parah.

Bila Anda mempunyai kekhawatiran mengenai gejala masalah kulit di atas, alangkah baiknya untuk konsultasikan kepada dokter agar diketahui penyebabnya.

Akan tetapim bila masalah kulit tersebut disertai pula dengan gejala Covid-19 yang lainnya, sebaiknya lakukan tes swab dan jalani isolasi mandiri supaya tidak menularkan virus ke orang lain.