google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Jenius Sambut Hangat Pemain Baru Bank Digital

bank digital

Sebagai pelopor bermunculannya bank dalam konsep digital di Indonesia, aplikasi perbankan Jenius menyambut baik hadirnya bank-bank digital baru di Indonesia. Seperti kita ketahui, bank dengan konsep digital saat ini telah menjadi tren perbankan baru yang menarik jutaan masyarakat dunia, khususnya di Indonesia. Terkait hal tersebut, Bank BTPN yang merupakan opendiri aplikasi Jenius pun memberikan tanggapan dan pandangannya perihal lahirnya bank digital baru lainnya saat ini.

Sebagaimana dilansir dari Gadgetren, Waasi B. Sumintardja sebagai Digital Banking Business Product Head Bank BTPN mengatakan bahwa bank-bank jenis baru ini yang ada akan menjadikan wajah perbankan Indonesia semakin baik.

“Dengan semakin banyak pelaku usaha dari berbagai macam industri, tentunya akan semakin memperkuat ekosistem ekonomi digital kita untuk kemajuan bangsa dan negara, mari kita bersama membangun ekosistem ekonomi Indonesia,” ujarnya kepada tim Gadgetren.

Waasi pun kemudian menambahkan bahwa munculnya bank-bank ini baru akan menawarkan beragam layanan produk yang tentunya bisa disesuaikan oleh masing-masing kebutuhan para nasabah. Meskipun nantinya beragam bank digital kian marak, pihak Jenius tak merasa khawatir akan adanya persaingan diantara masing-masing bank tersebut.

Hal tersebut dikarenakan setiap bank digital baru atau Waasi menyebutnya sebagai ‘pemain’ mempunyai pintu masuk nasabah mereka sendiri. Waasi mencontohkan layaknya aplikasi Jenius dari BTPN ini yang telah menghadirkan sejumlah produk untuk para nasabahnya yang dikenal dengan nama Digital Savvy.

“Jenius dan BTPN, kami memiliki produk untuk pelaku usaha atau UMKM, BTPN Syairah, dan masih banyak lagi. Dengan kehadiran pemain baru, pintu masuk semakin banyak, artinya masih ada banyak masyarakat yang belum disentuh secara digital,” terang Waasi.

Waasi menilai bahwa semuanya dikembalikan ke bank konvensional masing-masing apakah akan ikut serta bertransformasi ke arah bank digital. Lantaran setiap bank tentunya memiliki rencana dan strategi yang berbeda dan itu merupakan suatu hal yang lumrah.

Namun begitu, Waasi yang mewakili pihak Jenius mengakui bahwa transaksi keuangan digital saat ini semakin penting sehingga menurutnya adopsi digital ke dunia perbankan tidak bisa dihindarkan lagi di masa yang akan datang. Pihaknya sendiri memperkirakan bahwa adopsi digital ke depannya akan berkembang semakin kuat dengan menjaring semakin banyak nasabah.

Sebelumnya, beberapa bank konvensional di Indonesia pun telah mulai merambah ke adopsi digital perlahan-lahan melalui cara bertransaksi hingga melakukan pembuatan rekening dan produk pinjaman lainnya. Bank-bank tersebut diantaranya adalah PermataMobile X, Livin’ By Mandiri yang mulai menyediakan beragam transaksi non tunai di dalamnya. Lebih lanjut, kemudian bank baru yang langsung berdiri dengan konsep baru ini seperti Bank Jago.

Bergeraknya bank konvensional ke pintu perbankan digital sejalan dengan bergesernya gaya hidup masyarakat saat ini dimana gerak dan mobilitas mereka harus dibatasi. Aktivitas transaksi perbankan yang sebelumnya berjalan secara tatap muka pun menjadi sesuatu hal yang dipilih untuk dihindari. Hal itulah yang membuat sejumlah bank mencoba mendekatkan diri ke nasabah mereka melalui jalur digital.

Tentu saja sebagai nasabah kita perlu mulai mempertimbangkan penggunaan bank jenis baru ini, mengingat sejumlah keuntungan yang akan kita peroleh darinya. Keuntungan tersebut misalnya, memudahkan proses transaksi pembayaran yang bersifat cashless sehingga minim menyentuh benda-benda di tempat umum. Namun demikian, alangkah baiknya mempertimbangkan pula sisi negatif dari perbankan digital ini, dimana kita harus lebih berhati-hati agar data perbankan kita tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.