Jurgen Klopp Senang Bosnya di Liverpool Bukan Todd Boehly

Pernyataan menarik dikemukakan oleh Jurgen Klopp, eks pelatih Liverpool tersebut mengaku senang dan bersyukur karena bosnya selama ia di Liverpool bukanlah seorang Todd Boehly. Nama Jurgen Klopp kini sudah resmi menjadi orang yang bebas dari pekerjaan usai dirinya resmi berpisah dengan Liverpool. Dalam satu kesempatan ia mengatakan bahwa selama di Liverpool ia mengaku cukup bersyukur karena bosnya adalah FSG atau Fenway Sports Group, bukannya Todd Boehly yang saat ini memimpin Chelsea. Karena menurut Klopp, jika itu terjadi mungkin ia sama sekali tidak tahan untuk pergi bahkan meskipun baru satu tahun di sana seperti seorang Mauricio Pochettino.

Chelsea sendiri memang cukup terkenal sebagai tim yang memiliki budaya gonta ganti pelatih dalam waktu yang cukup singkat. Hal ini sudah terjadi semenjak mereka masih dipimpin oleh Roman Abramovich sebagai pemilik klub. Meski demikian, di era Roman Chelsea bisa memiliki kejayaannya sendiri walaupun banyak pelatih keluar masuk tim. Namun nampaknya budaya ini berlanjut di kepemilikan klub yang baru, yang dipimpin oleh Todd Boehly. Bisnisman asal Amerika Serikat tersebut membeli Chelsea dari Abramovich sejak dua tahun yang lalu.

Selama menjadi pemilik baru Chelsea, Todd menunjukkan loyalitasnya kepada tim dengan berani menggelontorkan dana sangat tinggi. Dalam dua tahun ia memimpin sudah satu triliun lebih yang digelontorkan seorang Boehly untuk memperkuat Chelsea, selain pemain ia juga cukup sering menggonta-ganti pelatih. Sejauh ini sudah ada empat pelatih yang menukangi Chelsea di dua tahun era kepemimpinan Boehly. Korban terbarunya adalah Mauricio Pochettino, di mana ia baru satu musim menukangi Chelsea, namun sudah berpisah meski di akhir musim pencapaian Pochettino sudah cukup baik.

Klopp Bersyukur Liverpool Boehly Bukan Bosnya

Bagaimana Todd Boehly memanage Chelsea sejak kedatangannya dua tahun lalu ini memang kemudian mendapat sorotan dari banyak pihak. Tak sedikit yang menilai pria berkebangsaan Amerika Serikat tersebut bukannya membuat Chelsea lebih baik, namun malah menarik The Blues ke jurang kemunduran. Bahkan salah satu manajer kenamaan asal Jerman, yaitu Jurgen Klopp mengaku senang bosnya di Liverpool bukanlah pria seperti Boehly.

Pada satu momen interview, Klopp mengatakan bahwa nasibnya sangat baik selama di Liverpool karena memiliki manajemen yang bekerja sangat baik. Ia menilai bahwa jika saja Liverpool dipimpin Boehly, mungkin saja Klopp tak akan betah bertahan di tim tersebut bahkan meski baru satu tahun. Ia menyebut nasibnya sangat mungkin seperti Pochettino yang langsung diminta keluar meski sudah memberikan progres.

Eks manajer tim Borussia Dortmund tersebut juga membela pimpinannya saat melatih Liverpool, yaitu FSG atau Fenway Sports Group. Meskipun FSG di mata fans fansnya sendiri terkenal dengan manajemen yang sangat pelit dan merepotkan manajernya sendiri, terkhusus dalam keinginan mereka menyaingi Manchester City era Pep Guardiola, namun Klopp sendiri membela bahwa FSG tetaplah atasannya yang selalu mendukungnya selama di Liverpool.

Komentar Jurgen Klopp

“Kami memang mestinya merasa senang dan bersyukur lantaran memiliki mereka (FSG), dan bukannya orang yang membeli sebuah klub di London (Todd Boehly). Saya yakin saya tak akan bisa tahan bahkan satu musim saja di Liverpool (jika dipimpin Boehly). Mereka (Chelsea) sempat menunjukkan keyakinan pada orang lain bahwa mereka akan kembali. Tetapi kemudian mereka malah kembali memecat pelatihnya.” ujar Klopp dikutip dari laman Goal.

“Sementara pemilik di sini (Liverpool) adalah orang yang bertanggung jawab dengan klub. Mereka yang terbaik di dunia ini? Saya tidak tahu juga, akan tetapi saya selalu merasa didukun mereka.” tambahnya.