google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Kabar Baik, Ibu Hamil Dapat Mengikuti Vaksinasi Covid-19

Sekjen Perhimpunan Obstetri Ginekolog Indonesia atau POGI, Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, SpOG(K) menegaskan bahwa ibu hamil dapat divaksinasi dan juga sangat penting dilakukan supaya bisa melindungi janin hingga para tenaga kesehatan.

Hal tersebut merujuk kepada hasil studi terbaru dari Amerika Serikat, periode bulan Desember 2020 sampai dengan Februari 2021, ada 35 ribu orang ibu hamil yang sedang mengikuti observasi. Vaksinasi Covid-19 ini yang digunakan dalam observasi tersebut adalah vaksin Moderna dan juga Pfizer.

‘’Total ada 35 ribu ibu hamil yang ikut diobservasi. Mendapatkan dua vaksin tersebut masing – masing sekitar 14 ribu dan juga 16 ribu. Setelah disuntuk vaksin saat hamil, akan diamati gejalanya, KIPI. Pain pada lokasi injeksi. Baik untuk Pfizer dan juga kelompok Moderna (dosis 1 dan 2). Dosis kedua ini, relatif keluhan nyeri yang berkurang jauh. Keluaran yang lainnya tidak ada signifikan,’’ jelasnya.

‘’Ada sekitar 70 persem dengan vaksin Moderna atau pun Pfozer, di umur di atas 3 bulan. Ada 28 persen dilakukan saat hamil kurang dari 3 bulan. Tidak adanya no covid infection,’’ imbuhnya lagi.

Selanjutnya, outcome terkait dengan abortus, keguguran tercatat ada 12,6 persen. Menurutnya, hal tersebut sebanding dengan literatur kematian di atas 5 bulan sekitar 0,1 persen. Demikian pula dengan kelainan – kelainan pada bayi, ada sebanyak 9,4 prematur. Ada juga sebanyak 3,2 persen bayi kecil dan juga kematian bayi 0 persen.

‘’Melihat dari data ini comparable dengan jumlah pasien yang begitu besar 35 ribu,’’ tegasnya lagi.

Adapun keuntungan dari vaksinasi pada ibu hamil ini antara lain adanya perlindungan untuk ibu hamil dan juga tenaga kesehatan. Lalu, bisa juga terhindar dari risiko prematur dikarenakan vaksinasi bisa transimi ke bayi.

‘’Dari 35 ribu orang ibu hamil yang vaksinasi Moderna dan Pfizer terbukti cukup aman hingga melahirkan, janinnya pun akan aman,’’ jelasnya lagi.

Lantas, bagaimana dengan vaksin AstraZeneca, Sinopharm dan Sinovac yang sekarang ini baru saja tersedia di Indonesia. Profesor Budi mengatakan, studi tersebut menjadi dasarnya. Berdasarkan pada leflet WHO, disebutkan vaksin Sinovac aman, tidak adanya efek yang membahayakan pada studi hewan yang sedang hamil.

“Ini yang jadi dijadikan pegangan, di fax sheet, BPOM segera dilengkapi di vaksin Covid-19 Sinovac, penggunaan animal data yang relatif sangat aman,’’ ungkapnya.

‘’Kedua adalah rekomedasi profesi, ada di interim guidance WHO, selama ini penggunaan dari vaksin non life virus, cukup aman. KIPI-nya hampir tidak ada. Baik itu untuk vaksin flu sampai dengan vaksin tetanus, Pertussis (TDAP), Difteri, dua hal tersebut dapat dijadikan dasar bagi kami, untuk segera merekomendasikan vaksin Sinovac. Tentunya catatan adalah di bawah bidan dan juga dokter, ‘’ tambahnya lagi.

Penjelasan POGI Tentang Vaksin Covid-19 Aman Untuk Ibu Hamil

Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) yang sudah mengeluarkan rekomendasi supaya ibu hamil segera mendapatkan suntikan vaksin Covid-19. Hasil studi di dunia menyatakan, vaksin Covid-19 seperti Sinovac, Moderna, AstraZeneca, Pfizer, aman digunakan bagi ibu hamil.

Sekjen POGI, dokter Budi Wiweko, SpOG(K)-FER,MPH menjelasnkan, vaksin dengan teknologi inactivated sudah terbukti aman untuk ibu hamil. ‘’Vaksin yang sekarang ini bisa didapatkan untuk ibu hamil adalah vaksin batuk pertussis, vaksin influenza ini sangat tidak ada KIPI yang bermakna sehingga jelas sudah digarisbawahi bahwa ibu hamil memang tidak boleh mendapatkan vaksin yang berasal dari virus yang hidup,’’ jelas Wiweko dalam konferensi pers virtual, pada hari Jumat 4 Juni 2021.

Ia juga menyampaikan, penelitian mengenai keamanan vaksin ibu hamil sudah dilakukan kepada hewan tikus maupun kelinci yaitu penggunaan vaksin Moderna dan Pfizer. ‘’Hasilnya adalah tidak menunjukkan hal – hal yang begitu berbahaya terhadap perkembangan janin bisa ya maupun tidak adanya hal yang berbahaya pada kemungkinan kelainan bawaan,’’ tambahnya lagi.

Sementara itu juga, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa vaksin Sinovac aman bagi ibu hamil. ‘’Dari leaflet-nya WHO di interm guidance WHO disebutkan bahwa vaksin Covid-19 Sinovac itu aman, tidak ada efek yang begitu membahayakan kepaada hasil studi binatang yang sedang hamil jadinya tidak ada efek menghambat pertumbuhan janin dan juga lainnya.’’ Jelas Wiweko.

Meskipun demikian, POGI sudah mengimbau kepada ibu hamil dengan komorbid atau penyakit penyerta untuk tetap segera memeriksankan diri terlebih dahulu kepada dokter sebelum divaksinasi.

Sebelumna, Kementerian Kesehatan sudah menyatakan masih tetap menunggu rekomendasi dari BPOM RI berkaitan dengan pemberian vaksin Covid-19 pada ibu hamil. ‘’Kita masih menunggu rekomendasi dari BPOM.’’ Ungkap Juru Bicara vaksinasi Covid-19 Kemenkes RI, Siti Nadia Tarmizi melalui pesan singkat beberapa waktu yang lalu.

Vaksin Covid-19 Mampu Melindungi Janin Dalam Kandungan

Berdasarkan pada data dari Perhimpunan Obstetri Ginekolg Indonesia (POGI), sejak April 2020 hingga Maret 2021 ini ada sebanyak 536 orang ibu hamil yang sudah terdeteksi terinfeksi virus corona.

Ada sebanyak 72 persen di antaranya baru diketahui setelah 37 minggu dengan hasil rata – rati 51 persen ini merupakan orang tanpa gejala atau OTG.

Hal ini tentu saja menjadi perhatian yang begitu besar. Disebabkan ibu hamil memang rentan sekali terhadap penularan Covid-19 dan juga membuat kondisi jauh lebih berat lagi.

Beruntungnya sekarang ini pemberian dari vaksin Covid-19 pada ibu hamil telah dinyatakan aman, baik bagi sang ibu maupun janin yang ada di dalam kandungannya.

Mengacu pada hasil studi preliminaru dari The New England Journal of Medicine bahwa semua vaksin non life atau vaksin dengan virus yang telah dimatikan dapat diberikan kepada ibu hamil.

‘’Vaksin Covid-19 yang sekarang ini telah disetujui seperti Moderna, Pfizer, Sinovac, AstraZeneca, dan juga Sinopharm aman untuk diberikan kepada ibu hamil.’’

Hal ini selaras dengan penjelasan dari Sekretaris Jenderal POGI, dr Budi Wiweko, dalam konferensi pers virtual bersama dengan Tim Mitigasi IDI, pada hari Jumat 2 Juni 2021.

‘’Kami masih tetap menunggu dukungan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM),’’ sambungnya lagi.

Selain itu juga, vaksin Covid-19 ini bukan hanya bermanfaat kepada ibu hamil saja, namun juga bisa memberikan kekebalan kepada janin yang ada di dalam kandungan sang ibu.

‘’Antibodi yang akan diterima oleh ibu hamil dari vaksin Covid-19 ini bisa ditransfer ke janin yang berada di dalam kandungannya melalui plasenta,’’ jelas Budi.

‘’Maka dari itulah, nantinya bila ibu hamil ini sudah mendapatkan suntikan vaksin, rekomendasinya adalah vaksin diberikan di atas usia 13 minggu kehamilan dan yang paling lambat adalah diberikan sekitar 33 minggu usia kehamilan,’’ imbuhnya lagi.

Adapun dari prioritas vaksinasi yang sudah dibuat oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) kepada ibu hamil adalah dengan usia di atas 35 tahun dengan indeks massa tumbuh atau BMI tinggi atau pun kegemukan, memiliki penyakit komorbid sepert hipertensi, diabetes dan juga penyakit kronis yang lain.