google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Kacamata Pintar Terbaik? Cek Rekomendasinya Berikut

Bukan hanya smart home dan smart office, belakangan ini teknologi IoT terus merambah ke berbagai segmen, salah satunya adalah kacamata pintar terbaik yang akan saya ulas kali ini. Sebagai salah satu perangkat personal yang cukup sering digunakan, kacamata tentu punya banyak fungsi selain untuk menunjang penampilan dan juga kesehatan mata.

Kacamata pintar misalnya, yang di dalamnya disematkan teknologi AR (augmented reality), hal ini memungkinkan frame kacamata untuk menampilkan berbagai informasi digital layaknya layar pada sebuah smartphone. Bahkan, salah satu kacamata pintar Amazon Echo menggunakan mikrofon dan speaker empat arah sehingga memungkinkan kamu berbicara dengan asisten pintar bernama Alexa.

Nah, jika kamu sedang memilih-milih kacamata pintar yang tepat, mungkin beberapa brand berikut ini bisa menjadi bahan untuk kamu pertimbangkan.

Daftar Kacamata Pintar

1.      Kacamata Pintar Vuzix Blade

Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat Vuzix, berhasil mengembangkan produk kacamata pintarnya menuju generasi selanjutnya yang diberi nama Vuzix Blade. Beberapa tahun terakhir ini, Vuzix memang diketahui sedang gencar mengembangkan produk kacamata Augmented Reality.

Tidak sedikit perusahaan yang sedang berambisi untuk membuat komputer yang melekat pada wajah, namun hanya sedikit yang dengan sukses mewujudkannya. Bahkan dari beberapa yang berhasil itu hanya sedikit yang dapat menjualnya kepada konsumen dan menarik minat pasar.

Setelah bertahun-tahun Vuzix bergulat dalam mengembangkan kacamata pintar, akhirnya lahirlah Vuzix Blade sebagai kacamata pintar khusus untuk konsumen. Sekilas kacamata Vuzix Blade ini terlihat seperti kacamata pada umumnya.

Namun seperti dikutip extremetech.com, lensa Vuzix Blade termasuk layar cerdas yang dapat menampilkan layar aplikasi dan games yang didukung oleh perangkat lunak khusus buatan Vuzix sendiri dan didukung oleh Amazon Alexa.

2.      Kacamata Pintar Google Glass

Google Glass sebenarnya pernah jadi inovasi yang menghebohkan dunia. Tepatnya pada tahun 2014 silam. Perangkat itu disebut-sebut sebagai kacamata futuristik masa depan. Akan tetapi, ketika benar-benar di uji cobakan ke publik, ternyata mengundang banyak protes dari berbagai kalangan.

Protes tersebut terutama soal privasi. Banyak orang kemudian merasa rikuh ketika ada orang memakai Google Glass di tempat-tempat umum, misalnya restoran atau klub. Karena ditakutkan penggunanya bisa merekam video secara diam-diam dimana hal itu mengganggu privasi orang lain. Maka dari itu banyak klub-klub di Amerika dan Eropa yang melarang pengunjungnya untuk menggunakan Google Glass.

Lalu, apakah inovasi kacamata pintar ini kemudian hilang? Jawabannya, tidak.

Google Glass masih diperbolehkan untuk dipakai. Namun begitu, hanya untuk kebutuhan bisnis. Inovasi tersebut akhirnya menemukan fungsi dan posisinya sendiri. Sehingga kemudian terciptalah Google Enterprise Edition.

Yang terbaru, bahkan Google terus memperbaiki fitur-fitur dari Google Glass. Salah satunya adalah dengan menambahkan fitur video call miliknya yaitu Google Meet. Dampaknya, para supervisor di lapangan bisa langsung berkomunikasi dengan pekerja lapangan, dan melihat langsung apa yang dilihat oleh si pekerja. Tentu saja ini akan sangat memudahkan penyelesaian tugas dan koordinasi.

Ide serupa juga dikejar oleh Microsoft, terutama saat mendemokan perangkat kacamata pintar HoloLens, yang disinergikan dengan layanan video call Skype. Namun, ternyata Microsoft malah fokus pada layanan berlangganan Dynamics 365 Remote Assist.

3.      Kacamata Pintar Vue Glasses

Karena selalu teringat pada Google Glass, kita selalu beranggapan kalau kacamata pintar terbaik itu harus dibekali layar, kamera dan lain sebagainya. Padahal, bisa saja yang kita butuhkan hanyalah fitur fitness tracking dan headset terintegrasi.

Alhasil, wujud perangkat bisa menyerupai kacamata biasa dan orang-orang di sekitar tidak perlu mencurigai Anda. Ide ini dieksekusi dengan baik oleh sebuah startup asal San Fransisco bernama Vue.

Produknya yang juga dijuluki Vue sama sekali tidak kelihatan seperti smart glasses macam Google Glass ataupun Epson Moverio, tapi di saat yang sama masih menawarkan sejumlah fitur pintar yang membuatnya pantas dikategorikan sebagai teknologi wearable.

Vue tidak dilengkapi layar, heads-up display dan lain sebagainya. Fungsi utamanya adalah sebagai alat bantu penglihatan. Pun demikian, kehadiran accelerometer 6-axis dan gyroscope memungkinkannya untuk memonitor aktivitas fisik pengguna; mulai dari jumlah langkah kaki, kalori maupun jarak tempuh.

Vue juga merupakan sebuah headset Bluetooth berteknologi bone conduction, yang berarti Anda bisa mendengarkan musik ataupun menerima panggilan telepon. Namun karena tidak ada bagian yang menutupi telinga sama sekali, Anda masih bisa mendengarkan semua suara di sekitar tanpa masalah.

Pengoperasiannya mengandalkan panel sentuh yang tertanam di tangkai sebelah kanan. Untuk menerima panggilan telepon, cukup sentuh satu kali; sedangkan untuk mengontrol musik, pengguna bisa mengusapnya ke arah depan atau belakang. Gesture ini bisa dikustomisasi untuk fungsi lain melalui aplikasi pendampingnya di smartphone.

4.      Kacamata Pintar Everysight Raptor

secara umum, fungsinya mirip dengan apa yang pernah dihadirkan oleh Google Glass. Hanya saja, kacamata pintar ini dibuat khusus bagi pembalap sepeda profesional yang telah dilengkapi dengan fitur pendukung bagi aktivitas mereka.

Kacamata dengan nama Everysight Raptor ini memiliki fitur diantaranya memberikan navigasi secara real-time, baik navigasi jarak tempuh, lokasi, maupun cuaca. Informasi lain yang ditampilkannya mencakup kecepatan yang sedang dilakukan oleh di pengendara.

Kacamata ini juga akan memberi peringatan jika kecepatan melebihi batas aman. Begitu pula dengan kondisi tubuh si pengguna yang akan terpantau, seperti detak jantung. Dalam menyampaikan informasi tersebut, kacamata ini telah disematkan teknologi display yang akan mengambil cahaya ke lensa dan memantulkannya kembali ke bagian belakang retina sehingga akan menghasilkan gambar melayang ke pengguna.

Tidak hanya itu saja, kacamata ini juga bisa digunakan untuk memotret dan merekam video berkat kamera resolusi tinggi yang disematkannya. Sebagai penunjang lainnya, dilengkapi pula dengan beberapa sensor seperti accelerometer, gyroscope, magnetometer, barometer, GPS, GLONASS, serta speaker pengenal suara.

Agar tidak mengganggu aktivitas si pengendara, kacamata ini menggunakan tampilan antarmuka yang bisa dioperasikan dengan gesture swipe. Dengan begitu pengendara bisa mengatur dan menjalankan fungsi tanpa menggunakan tangan atau berhenti terlebih dahulu.

Semua fungsi tersebut bisa diselaraskan dengan smartphone Everysight Raptor, Kacamata berbasis augmented reality untuk Pembalap Sepeda Profesional What’s new menggunakan koneksi nirkabel melalui aplikasi yang sudah disediakan.

Itulah tadi beberapa merek kacamata pintar terbaik yang dapat menjadi pilihan kamu. Sekarang apakah kamu sudah menentukan pilihan?