google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Kadar Antibodi dalam Tubuh Pasien Sembuh COVID-19 Hanya Bertahan Selama 3 Bulan

Kadar Antibodi dalam Tubuh Pasien Sembuh COVID-19

Hingga saat ini masih cukup banyak pertanyaan besar bagi kalangan ilmuwan seputar virus corona yang menyebabkan penyakit Covid-19. Salah satu pertanyaan yang sedang ramai diperbincangkan adalah apakah tubuh para pasien yang sudah dinyatakan sembuh dari infeksi virus corona ini mempunyai kadar antibodi tinggi dan akan kebal pada virus tersebut?

Hasil dari penelitian terbaru ini menunjukkan bahwa antibodi dalam tubuh bagi para pasien Covid-19 ini sudah sembuh dan akan mengalami penurunan secara perlahan dan hanya bisa bertahan selama kurang lebih dua hingga tiga bulan saja.

Kadar Antibodi Pasien Covid-19 Yang Sembuh Tidak Dapat Bertahan Lama

Pengertian sederhana dari antibodi ini adalah suatu protein pelindung diri yang bakalan merespons terhadap infeksi virus yang masuk dalam tubuh. Antibodi inilah yang terbentuk pada seseorang yang sudah sembuh dari suatu infeksi virus serta dapat pula melindungi tubuh manusia dari infeksi yang kedua kalinya.

Di dalam tubuh pasien Covid-19 yang sudah sembuh ini, tingkat antibodi yang ada di tubuh mereka pun menunjukkan bahwa terjadinya penuruanan cukup cepat hanya dalam kurun waktu sekitar 2 hingga 3 bulan saja. Penurunan kadar antibodi dalam tubuh pasien Covid-19 ini terjadi kepada mereka yang memiliki gejala infeksi maupun tanpa infeksi yang berarti.

Hasil ini pun didasari apda penelitian yang sudah dilakukan oleh para peneliti Chongqing Medical University yang mempertanyakan seberapa lamakah seseorang bisa kebal pada infeksi virus corona.

Di dalalm studi tersebut, para peneliti sudah mempelajari sebanyak 37 pasien Covid-19 dengan gejala serta 37 orang pasien tanpa menimbulkan gejala. Maka didapati hasilnya adalah rata – rata para pasien sudah mengalami penurunan tingkat antibodi sampai 7p persen.

Di sini pun tercatat pasien tanpa gejala lebih cenderung mengalami penurunan kadar antibodi lebih besar jika dibandingan dengan para pasien yang memiliki gejala infeksi virus corona.

Pada beberapa kasus infeksi virus corona yang sudah dilaporkan, kadar antibodi para pasien yang sudah sembuh mampu bertahan cukup lama. Sebagai contohnya untuk infeksi SARS dan juga MERS diperkirakan mampu bertahan sekitar satu tahun.

Dengan hal tersebut, para ilmuwan juga berharap hal yang sama pada antibodi dalam tubuh pasien virus corona ini setidaknya mampu juga bertahan dalam waktu yang sama.

Apakah Seseorang Dapat Terinfeksi Virus Corona Kedua Kalinya?

Antibodi dalam tubuh manusia ini memang memiliki kemampuan untuk dapat melawan serangan dari infeksi virus yang sama untuk kedua kalinya atau dikenal dengan istilah reinfeksi. Akan tetapi, penelitian ini tidak dapat menjelaskan kemungkinan terinfeksi kembali pada virus corona dikarenakan tingkatan kadar antibodi yang terus menurun.

Beberapa dari para ahli pun sudah menjelaskan bahwa tingkatan kadar antibodi di dalam tubuh manusia ini masih mungkin memiliki kemampuan untuk melindungi tubuh manusia. Dalam sebuah penelitian juga telah menunjukkan bahwa adanya rangsangan di dalam sel – sel tubuh yang lainnya serta mampu untuk memberikan perlindungan diri secara maksimal.

Seorang ahli virologi di Univerity of Columbia, Angela Rasmussen mengatakan bahwa kebanyakan dari orang umumnya terfokus pada tingkatan antibodi dan juga tidak pula menyadari kekebalan yang sudah ada pada sel T.

Limfosit T atau pun sel T ini merupakan sel darah putih yang memiliki peranan utama dalam hal sistem kekebalan tubuh manusia. Kelebihan dari sel T ini ternyata dapat pula membunuh virus apa saja yang sudah masuk ke dalam tubuh manusia.

Terlepas dari kemampuan sel T dalam tubuh ini, ada pula sel B memori yaitu sel yang bertugas untuk segera mengingatkan suatu virus atau pun zat asing berbahaya yang sebelumnya pernah masuk ke dalam tubuh manusia.

Seorang ahli virus di Icahn School of Medicine at Mount Sinai, Amerika Serikat, Florian Krammer menjelaskan bahwa sel B memori ini mampu untuk menemukan virus atau zat berbahaya yang sama, mereka inilah yang bakalan langsung mengingat dan tubuh secara otomatis membuat sistem antibodi yang jauh lebih cepat.

Selain dari antibodi, para peneliti sekarang ini tengah mendalami studi mengenai kemampuan dari sel B dan juga sel T dalam hal melawan infeksi virus corona untuk kedua kalinya.