google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Kapan Waktu yang Tepat Untuk Melakukan Tes Hepatitis B?

Tes hepatitis B sangat penting

Penyakit hepatitis B merupakan peradangan yang terjadi pada organ hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B. Virus ini mudah sekali menular melalui hubungan intim atau pun pemakaian jarum suntik secara bergantian.

Sebenarnya, infeksi dari hepatitis B ini tidak akan bisa bertahan lama dalam tubuh manusia dan juga bisa menyembuhkan diri sendiri. Akan tetapi, dalam beberapa kasus yang cukup parah, infeksi bisa menetap di dalam tubuh dan akan berubah menjadi kronis.

Pada saat infeksi ini berubah menjadi kronis, komplikasi yang terjadi akan sangat membahayakan nyawa para penderitanya. Adapun yang dimaksud dengan komplikasi ini adalah sirosis dan juga kanker hati. Hal tersebut dikarenakan komplikasi tersebut bisa membahayakan nyawa pada penderita.

Oleh karena itu, dengan kondisi tersebut, penderita hepatitis B memerlukan pemeriksaan secara rutin supaya bisa mendapatkan penanganan yang sesuai. Tes hepatitis B pun bisa segera dilakukan sebagai langkah upaya untuk antisipasi.

Inilah Waktu yang Tepat Untuk Melakukan Tes Hepatitis B

Vaksinasi menjadi salah satu langkah yang paling utama dalam pencegahan penyakit hepatitis B. Prosedur dari pemberian vaksin ini pun dilakukan sejak masih usia dini, sehingga individu akan terlindungi seumur hidupnya. Selain dengan cara pemberian vaksinasi, melakukan hubungan seksual dengan aman pun serta tidak memakai obat – obatan terlarang merupakan langkah pencegahan yang sangat tepat.

Seseorang pun bisa melakukan tes hepatitis B apabila dicurigai adanya kemungkinan untuk mengalami infeksi organ hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B. Tes ini pun bisa dilakukan ketika seseorang sedang mengalami gejala yang cukup khas dari hepatitis B, seperti halnya penyakit kuning, warna urine dan tekstur begitu pekat, nyeri pada perut bagian bawah, serta nafsu makan menurun secara drastis.

Bukan hanya pada saat gejala yang muncul saja, pemeriksaan dari hepatitis B pun memang perlu dilakukan kepada kelompok orang yang berisiko tinggi menderita penyakit tersebut. Ada pun beberapa kelompok yang dimaksud seperti :

  • Mereka yang kerap kali melakukan hubungan seksual tanpa adanya pengaman dan sering berganti – ganti pasangan seksual.
  • Pernah berhubungan seksual dengan orang yang menderita penyakit hepatitis B.
  • Sedang menderita kelainan fungsi pada organ hati.
  • Sedang mengidap hepatitis C atau pun HIV.
  • Sedang menjalani cuci darah secara rutin.
  • Bekerja di fasilitas dan layanan kesehatan.
  • Ibu sedang hamil.
  • Pendonor darah aktif.

Pada saat penderita didiagnosis hepatitis B, pengidap tidak selalu membutuhkan pengobatan tertentu. Untuk langkah awalnya dapat dilakukan dengan cara istirahat total, rutin konsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang, serta memperbanyak konsumsi air putih.

Akan tetapi, apabila hepatitis B yang dialami ini sudah terbilang sangat parah, segera untuk temui dokter di rumah sakit supaya bisa mendapatkan pengobatan dan penanganan yang tepat agar tidak terjadi komplikasi serius.

Apakah Anak Perlu di Tes Penyakit Hepatitis B?

Virus hepatitis B ini dapat menyerang siapa saja, termasuk bagi anak – anak hingga bayi yang baru saja lahir. Maka dari itulah, pemeriksaan untuk bisa memastikan dari infeksi virus tersebut sangatlah penting dilakukan sedini mungkin. Terlebih lagi jika anak baru lahir dari ibu yang memiliki riwayat penyakit hepatitis B.

Hal ini dikarenakan virus HBV bisa saja menular dari ibu ke anak melalui proses persalinan. Penyakit ini pun dapat dengan mudah menular pada saat penderita hepatitis B ini melahirkan secara normal melalui vagina. Jikalau hal tersebut terjadi, pemeriksaan sebaiknya segera dilakukan supaya bisa mengetahui apakah anak terkonfirmasi positif terinfeksi virus atau tidak. Sebelumnya perlu untuk diketahui, penyakit hepatitis B ini merupakan salah satu dari jenis infeksi yang cukup serius dan bisa menyerang organ hati.

Ada dua jenis infeksi dari hepatitis B yang dapat terjadi, yaitu kronis dan juga akut. Hepatitis B yang telah memasuki level kronis ini bisa berakibat cukup fatal, bahkan dapat pula membahayakan nyawa para penderitanya. Kondisi ini pun harus segera ditangani agar terhindari dari sirosis, gagal hati atau pun kanker hati.

Pemeriksaan penyakit hepatitis B pada anak – anak ini sebaiknya dilakukan, supaya pengobatannya pun bisa segera dilakukan. Hal tersebut disebabkan penyakit ini kerap kali terlambat dikenali karena gejala yang muncul pun jarang terasa. Dalam beberapa kasus yang ada, penyakit ini bisa pula muncul tanpa menunjukkan gejala apapun. Normalnya, penyakit hepatitis B bisa berkembang dalam waktu satu hingga lima bulan setelah virus menyerang atau pun gejala pertama muncul.

Meskipun anak – anak bisa tertular virus HBV selama proses persalinan berlangsung, tetapi virus satu ini tidak bisa menular dari proses menyusui bayi. Namun sebaiknya untuk selalu memeriksakan diri ke dokter agar dapat mendeteksi risiko penyakit ini bisa menyerang anak.

Selain itu juga dengan pengobatan, ibu sebaiknya membekali anak dengan vaksin supaya tidak mudah untuk terserang penyakit tersebut. Pemberian vaksin ini merupakan cara tepat dan ampuh sekali untuk mencegah penyakit hepatitis B. Vaksinasi hepatitis B ini adalah vaksin wajib yang akan diberikan kepada anak – anak.

Meskipun demikian, risiko masih tetap ada dan dapat berkembang sehingga pola hidup sehat sebaiknya selalu diterapkan agar terhindari dari penyakit. Efek dari vaksin yang sudah diberikan kepada anak – anak pun tidak bisa bertahan seumur hidup. Karena itulah vaksinasi masih perlu dilakukan pada saat dewasa dalam waktu yang sudah ditentukan.

Penyakit dari virus hepatitis B ini kerap kali terlambat untuk dikenali karena sangat jarang menunjukkan gejala. Namun, ada pula beberapa dari gejala yang sering kali muncul sebagai tandar dari infeksi virus tersebut. Adapun tanda dari penyakit hepatitis B ini seperti gejala dari menurunnya nafsu makan, rasa mual dan muntah, nyeri pada bagian bawah perut, sedang menderita penyakit kuning, serta muncul pula gejala hampir mirip dengan penyakit pilek, semisalnya mudah capek, rasa nyeri dan juga sakit kepala.

Penyakit dari hepatitis B pun bisa dengan mudah menular antar manusia. Ada banyak cara dari penularan virus HBV tersebut, salah satu adalah dengan pertukaran cairan tubuh atau pun kontak darah dengan penderita penyakit tersebut.