google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Cek Fakta Seputar Keamanan Vaksin Covid-19 Bagi Para Pengidap Penyakit Komorbid

Keamanan Vaksin Covid-19 Bagi Para Pengidap Penyakit Komorbid

Program vaksinasi nasional Covid-19 masih tetap terus dilakukan di Indonesia. Akan tetapi, masih banyak pula isu mengenai keamanan dari vaksin Covid-19 bagi para penderita penyakit komorbid. Pertanyaannya pun apakah vaksin Covid-19 ini benar – benar aman diberikan kepada pengidap penyakit komorbid, seperti halnya hipertensi atau pun diabetes.

Pengidap penyakit komorbid ini merupakan salah satu dari kelompok dengan risiko tertinggi terpapar virus corona. Apabila sudah terinfeksi virus corona, besar kemungkinannya para pengidap penyakit komorbid ini akan mengalami beberapa gejala yang lebih berat, harus dirawat secara intensif, bahkan pun lebih berisiko tinggi meninggal dunia.

Inilah Keamanan Dari Vaksin Covid-19 Bagi Para Penderita Penyakit Komorbid

Risiko kematian dan juga komplikasi berbahaya yang begitu tingginya pada para pengidap penyakit komorbid dengan Covid-19, maka pemberian suntikan vaksin virus corona bagi penderita penyakit kronis atau pun komorbid juga penting sekali dilakukan.

Hal tersebut agar mencegah terjadinya komplikasi atau pun gejala berat pada kelompok tersebut jika sudah terinfeksi virus corona. Berikut ini adalah fakta tentang keamanan dari masing – masing vaksin Covid-19 yang dipergunakan oleh Indonesia bagi para pengidap penyakit komorbid.

1. Vaksin Covid-19 Produksi Sinovac Biotech

Vaksin Sinovac atau CoronaVac ini adalah vaksin yang berisikan virus corona telah dilemahkan atau pun dimatikan dikenal dengan istilah inactivated virus.

Sejauh ini pun, PAPDI atau Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia sudah menyatakan bahwa vaksin Covid-19 Sinovac ini dinilai aman dan boleh juga diberikan kepada para pasien yang tengah memiliki penyakit komorbid tertentu, di antaranya adalah sebagai berikut :

  • Gangguan psikosomatis
  • diabetes mellitus atau kencing manis
  • hipertensi atau darah tinggi
  • kanker paru – paru
  • obesitas
  • nodul tiroid
  • penyakit liver atau hati  
  • penyakit HIV dengan persyaratan kadar CD4 pasiennya berada di atas 200 sel per mm3 dan juga pasien benar – benar dalam keadaan sehat
  • penyakit paru – paru kronis, seperti halnya asma, PPOK atau penyakit paru obstruktif, serta ILD atau interstitial lung disease.

2. Vaksin Covid-19 Produksi AstraZeneca

Vaksin Covid-19 AstraZeneca ini merupakan jenis vaksin yang mengandung virus biosintetik hasil rekayasa genetika atau viral vector dari virus influenza. Berdasarkan pada hasil uji klinis sekarang ini, vaksin Covid-19 AstraZeneca ini pun dinyatakan aman dan juga sudah direkomendasikan untuk diberikan kepada para pengidap penyakit komorbid, seperti di bawah ini :

  • Penyakit jantung
  • Diabetes mellitus atau kencing manis
  • Penyakit peredaran darah
  • Penyakit paru – paru, serta
  • Obesitas

Vaksin Covid-19 AstraZeneca ini sempat dilanda berbagai macam isu, yakni risiko terjadinya pembekuan darah yang cukup berbahaya bagi para pengidap penyakit kardiovaskular, seperti halnya penyakit jantung dan juga stroke.

Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia atau PERKI tidak melarang penggunaan vaksin Covid-19 AstraZeneca untuk para penderita penyakit kardiovaskular, dengan catatan penyakit komorbid yang sedang diderita pasien terkontrol dengan cukup baik.

Walau pun memang ada kasus pembekuan darah sesuah pemberian suntikan dosis vaksin Covid-19 AstraZeneca, namun kasusnya pun sangat jarang sekali dan tingkay kematiannya pun begitu rendah. Hubungan antara kasus pembekuan darah dengan vaksin Covid-19 sampai saat ini masih terus diteliti lebih lanjut lagi.

Selain itu juga, riset yang sudah dilakukan di beberapa negara, mulai dari Amerika Serikat, Inggris, dan juga Eropa pun menyebutkan bahwa vaksin Covid-19 AstraZeneca ini tergolong aman bagi para pasien penyakit komorbid. Bila dibandingkan dengan risiko efek samping vaksin tersebut, manfaatnya pun dalam mencegah infeksi virus corona lebih besar.

3. Vaksin Covid-19 Sinopharm

Hampir sama seperti vaksin virus corona buatan Sinovac, vaksin Sinopharm ini juga berisikan virus corona yang sudah dimatikan. Sejauh ini pun, Badan Kesehatan Dunia (WHO) pun menyebutkan bahwa vaksin Sinopharm ini boleh diberikan kepada para penderita HIV.

Akan tetapi, masih diperlukan lagi penelitian lebih lanjut supaya bisa memastikan keamanan vaksin Covid-19 Sinopharm bagi para penderita penyakit komorbid yang lainnya, seperti hipertensi, diabetes dan juga penyakit jantung.

Oleh sebab itulah, pemberian vaksin Covid-19 Sinopharm saat ini masih difokuskan kepada orang berumur di atas 16 tahun dengan kondisi tubuh sehat atau pun kepada para pasien penyakit komobird yang telah terkontrol dan juga penderitanya dinyatakan dapat menerima suntikan vaksin Covid-19 oleh dokter.

4. Vaksin Covid-19 Moderna

Vaksin virus corona produksi Moderna ini merupakan vaksin Covid-19 dengan jenis mRNA atau messenger RNA. Vaksin ini pun menggunakan komponen materi genetik yang bakalan menstimulasi sistem kekebalan tubuh manusia untuk bisa memproduksi spike protein virus corona.

Sampai sekarang ini, berdasarkan pada hasil uji klinis tahap ketiga, vaksin Covid-19 Moderna juga telah dinyatakan aman dan memiliki manfaat bila diberikan kepada mereka yang memiliki penyakit komorbid, seperti halnya :

  • Hipertensi
  • Diabetes
  • HIV
  • Penyakit ginjal
  • Penyakit jantung
  • Penyakit hati
  • Obesitas , serta
  • Penyakit paru – paru mulai dari asma hingga PPOK

5. Vaksin Covid-19 Pfizer BioNTech

Hampir sama seperti vaksin buatan moderna, vaksin virus corona Pfizer juga merupakan jenis vaksin Covid-19 dengan menggunakan teknik mRNA. Uji klinis tahapan ketiga dari vaksin Pfizer ini menyatakan vaksin ini aman untuk diberikan kepada para pengidap penyakit komorbid, di antaranya adalah HIV, hipertensi atau darah tinggi, gangguan ginjal atau pun gangguan hati, kencing manis atau hipertensi, serta penyakit paru – paru kronis.

Vaksin berjenis mRNA atau messenger RNA seperti halnya vaksin Covid-19 Pfizer ini disebutkan cukup aman bila diberikan kepada para pasien yang memiliki gangguan autoimun, semisalnya lupus. Meskipun demikian adanya, hal tersebut masih perlu diteliti lebih lanjut lagi.

6. Vaksin Covid-19 Novavax

Vaksin Covid-19 Novavax ini merupakan vaksin yang sudah berisikan protein subunit yang dibuat menyerupai seperti protein alami yang ada pada virus corona. Vaksin ini pun sudah melewati uji klinis fase ketiga di benua Eropa, Amerika dan juga Australia. Dari data yang dilaporkan, vaksin Novavax ini telah dinyatakan aman dan memiliki manfaat bagi para pasien penyakit komorbid, seperti hipertensi, diabetes dan juga HIV.

Sampai sekarang ini, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Badan Kesehatan Obat dan Makanan (BPOM) masih terus melakukan evaluasi guna memastikan keamanan dan efektivitas vaksin Covid-19 Novavax, sebelum mengeluarkan surat izin penggunaan di Indonesia.

7. Vaksin Merah Putih

Vaksin Merah Putih ini ialah vaksin yang sudah dikembangkan oleh gabungan dari beberapa lembaga dan juga institusi di Indonesia. Vaksin ini pun berisikan bagian – bagian terpenting yang ada di dalam virus corona nantinya bisa merangsang sistem kekebalan tubuh manusia supaya menghasilkan antibodi untuk melawan paparan virus corona.

Vaksin Merah Putih sampai sekarang ini pun masih dalam tahapan pengembangan sehingga mengenai keamanan dan juga manfaatnya untuk para pengidap komorbid masih belum diketahui secara pastinya.

Inilah Syarat Pemberian Vaksinasi Covid-19 Bagi Para Pengidap Penyakit Komorbid

Terlepas dari jenis apa pun vaksin yang digunakan, pada umumnya pengidap penyakit komorbid ini hanya boleh mendapatkan vaksinasi Covid-19 jikalau sudah memehani beberapa persyaratan, di antaranya adalah seperti :

  • Para pengidap penyakit komorbid terlebih dahulu harus melakukan konsultasi dengan dokter sebelum memeroleh vaksinasi Covid-19.
  • Penyakit komorbid yang tengah diderita pun harus selalu terkontrol dengan pengobatan sebelum menerima suntikan vaksin virus corona.
  • Sudah memeroleh persetujuan untuk bisa melakukan vaksinasi Covid-19 dari dokter yang merawatnya.
  • Pengidap penyakit komorbid sedang tidak terinfeksi virus corona, baik dengan gejala atau pun tanpa menunjukkan gejala. Cara untuk memastikan hal tersebut, para pasien bisa langsung menjalani tes swab antigen atau pun tes PCR sebelum melakukan vaksinasi Covid-19.

Selain dengan cara mengikuti program vaksinasi Covid-19, bagi para pengidap penyakit komorbid pun harus segera menerapkan protokol kesehatan yang begitu ketat sebagai bentuk pencegahan terhadap paparan infeksi virus corona.

Untuk protokol kesehatan yang bisa langsung dilakukan mulai dari selalu mengenakan masker ketika bepergian ke luar rumah atau pun saat bertemu dengan orang lain, rutin mencuci tangan menggunakan air bersih dan sabun, hindari tempat keramaian dan kerumunan, serta selalu menjaga jarak fisik minimal satu meter dengan orang lain.