google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Kenali Cara Kerja dari Tes DNA Untuk Mengetahui Garis Keturunan

Cara kerja dari tes dna

Tes DNA merupakan prosedur yang kerap kali digunakan untuk mencari tahu informasi genetika seseorang. Dengan menggunakan tes inilah, seseorang dapat mengetahui garis keturunannya dan juga jenis risiko penyakit tertentu.

DNA adalah deoxyribonucleic acid atau asam deoksiribonukleat yang akan membentuk materi genetika di dalam tubuh setiap orang yang telah diwariskan dari kedua orang tuanya.

Begini Cara Kerja Tes DNA Dalam Mengungkap Asal Usul Keturunan Manusia

DNA merupakan suatu asam nukleat yang mampu menyimpan seluruh informasi mengenai genetika. DNA juga bisa menentukan warna kulit, jenis rambut, hingga sifat khusus dari manusianya.

Adapun metode yang kerap kali dipergunakan dalam tes DNA ini adalah dengan melakukan identifikasi fragmen – fragmen yang ada di dalam DNA itu sendiri. Jadi secara sederhananya, tes DNA ini adalah metode yang dilakukan untuk mengidentifikasi, mengumpulkan dan menghimpun, serta menginventarisasi file – file khas dari karakter tubuh seseorang.

Di dalam inti sel, DNA pun membentuk satu kesatuan dari untaian yang dikenal dengan sebutan kromosom. Tiap sel menusia yang normal mempunyai 46 kromoson, terdiri dari 22 kromosom somatik dan 1 pasang kromoson sex (XX ataupun XY).

Masing – masing anak akan mendapatkan setengah pasang kromoson dari ibu, serta setengah pasangnya dari sang ayah, sehingga tiap individu bisa membawa sifat yang diturunkan oleh kedua orang tuanya.

Setiap orang mempunyai DNA dengan bentuk rantai ganda atau pun double helix, satu rantainya diturunkan dari sang ibu, serta sisanya dari sang ayah. Hal inilah yang dapat mengetahui serta mengungkap asal usul keturunan manusia.

Hal ini juga dapat dilihat dari susunan DNA dari anak, kemudian dibandingkan dengan kedua orang tuannya. Bila susunan DNA ayah dan ibu ada di dalam anaknya, maka artinya anak tersebut adalah anak kandung.

Mengenal Jenis Tes DNA Genealogikal

Tes DNA Genealogikal ini merupakan tes berbasis DNA yang bisa digunakan untuk mengetahui hubungan silsilah leluhur nenek moyang dan memperkirakan campuran etnis atau etnisitas dalam DNA seseorang. Secara umumnya, ada tiga macam dari tes DNA satu ini, antara lain :

Autosomal dan X-DNA

Untuk jenis tes satu ini dipergunakan untuk bisa melihat kromosom 1-22 dan juga kromosom X. Kromosom 1-22 ini atau autosom bakal diwariskan dari kedua orang tua, sedangkan untuk kromosom X akan mengikuti pola pewarisan secara khusus. Dengan memakai tes ini, Anda bisa mengetahui etnisitas seseorang lho.

Y-DNA

Y-DNA ini merupakan tes yang dilakukan dengan cara melihat kromosom Y yang diwariskan oleh ayah kepada anaknya. Kromosom satu ini hanya bisa diambil dari laki – laki untuk mengeksplorasi garis keturunannya dari sang ayah.

mtDNA

Untuk jenis tes DNA satu ini dilakukan dengan cara pemeriksaan mitokondria yang diwariskan dari ibu ke anaknya. Tes ini pun dipergunakan guna mengetahui garis keturunan seseorang dari sang ibu. Perlu diketahui bahwa jenis Y-DNA dan mtDNA ini tidak bisa digunakan untuk mengetahui asal usul etnis seseorang.

Bagian Tubuh Ini Yang Dapat Digunakan Untuk Tes DNA

Untuk sampel tes DNA sebenarnya hampir dari semua bagian tubuh dapat digunakan, tetapi yang cukup sering digunakan ialah rambut, darah, air liur dan juga kuku.

Sampel DNA yang dipergunakan pun bisa dari intel sel maupun bagian mitokondria. Akan tetapi, yang cukup akurat ialah yang berasal dari inti sel dikarenakan inti sel ini tidak pernah mengalami perubahan. Sampel darah adalah jenis sampel yang kerap kali digunakan dalam tes ini.

Namun, yang diambil bukan berasal dari sel darah merah melainkan dari sel darah putih karena sel darah merah tidak mempunyai inti selnya.

Janin yang Masih Ada di Dalam Kandungan Bisa Diuji Tes DNA

Khusus di Indonesia, tes DNA ini bisa dilakukan di berbagai rumah sakit di kota besar. Sebelum dilakukan tes tersebut, perlu mempersiapkan materi biologis dalam tubuh. DNA hanya bisa ditemukan dalam setiap sel tubuh mahkluk hidupnya, mulai dari urine, darah, rambut, air liur, dan juga feses.

Tetapi, yang sering digunakan ialah rambut, air liur, darah dan juga kuku. Untuk anak – anak biasanya bisa diambil usapan selaput lendir di pipi.

Sedangkan bagi orang dewasa, diambil adalah sampel darah. Sampel darah yang diambil ini merupakan sel darah putih karena inti sel hanya berada di dalam sel darah putih bukan di sel darah merah.

Lantas, apakah janin di dalam kandung dapat dilakukan tes DNA? Jawabannya tentu saja bisa. Prosedur yang dilakukan pada janin ini dikenal dengan istilah chorionic villus atau amniosenstisis.

Prosedur dari amniosentesis ini dilakukan dengan mengambil sampel berupa cairan amnion atau air ketuban. Sedangkan untuk prosedur chiorionic villus pengambilan sampel dari jaringan plasenta.

Namun, perlu diketahui dari kedua jenis prodesur di atas sangatlah berisiko pada janin. Ibu yang tengah mengandung bisa saja mengalami keguguran. Prosedur ini juga wajib dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu.

Sesudah sampel tersebut didapatkan, nantinya sampel akan langsung dikirimkan ke laboratorium untuk melakukan tes DNA. Sampel DNA harus diisolasi atau pun diekstraksi.

Selanjutnya akan dilakukan penetuan konsentrasi DNA, penggadaan DNA serta pemisahan dari tiap molekul DNA. Sesudah molekulnya dipisahkan, profil DNA antara anak dan juga orang tua barulah bisa dibandingkan.

Hasil dari tes DNA ini baru bisa dilihat selama kurang lebih 14 hari bahkan 4 minggu. Namun, bila dalam keadaan darurat, hasilnya bisa diperoleh hanya dalam waktu sehari saja.

Di dalam masing – masing tahapan tes DNA ini, mesti dilakukan pelabelan dan juga dokumentasi. Diperlukan juga saksi untuk mengawasi proses penerimaan, penyimpanan serta pengerjaan sampel di dalam laboratorium. Selama proses tersebut sedang berlangsung, akses keluar masuk ke dalam lab dijaga begitu ketatnya.

Jika Anda memang disarankan atau memiliki niat melakukan tes satu ini, alangkah baiknya terlebih dahulu konsultasikan dengan dokter spesialis genetika. Bicarakan pula tentang manfaat, risiko dan juga arti tes ini bagi diri sendiri dan keluarga Anda.