google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Kenali Fase yang Akan Dilalui Ketika Sakit Demam Berdarah (DBD)

Memasuki masa pergantian musim dari kemarau ke penghujan atau pun sebaliknya, cuaca pada umumnya bisa jadi tidak menentu dan sulit diprediksi. Selama musim pancaroa inilah penyakit demam berdarah dengue atau DBD pun kerap kali terjadi dan menjangkiti manusia.

Demam berdarah itu sendiri bisa terjadi dalam beberapa fase tahapan dari kemunculan penyakit tersebut. Apa yang perlu Anda ketahui mengenai siklus atau pun fase dari penyakit demam berdarah?

Begini Proses Terjadinya Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD)

Penularan demam berdarah atau pun DBD ini terjadi melalui gigitan nyamuk Aedes Aegyti dan juga Aedes albopictus. Akan tetapi, perlu untuk Anda pahami bahwa tidak semua dari nyamuk Aedes ini pasti membawa virus dengue.

Hanya jenis nyamuk Aedes betina saja yang pernah terinfeksi virus dengue yang dapat menularkan virus tersebut ke manusia.

Merangkum penjelasan dari Center for Health Protection, seekor nyamuk Aedes betina bisa saja terinfeksi virus jikalau apabila nyamuk itu sebelumnya mengisap darah manusia yang tengah mengalami demam akut.

Demamakut ini bisa saja mulai terjadi selama dua hari sebelum suhu tubuk naik hingga 5 hari sesudah gejala demam yang dialami untuk pertama kalinya. Hal ini lumrah terjadi, kondisi ini pun diakibatkan karena adanya kadar virus yang terlalu tinggi di dalam tubuh.

Virus dengue inilah yang nantinya akan mendiami di dalam tubuh nyamuk yang sehat selama kurang lebih 12 hari setelahnya. Proses ini pun dikenal sebagai masa inkubasi.

Sesudah fase atau pun masa inkubasi virus dengue ini selesai, artinya virus tersebut telah aktif dan nyamuk bisa mulai menularkan penyakit demam berdarah kepada manusia dari gigitannya.

Jikalau nyamuk penbawa virus dengue itu menggigit manusia, maka virusnya pun akan bisa masuk dan mengalir ke dalam darah manusia lalu mulai menginfeksi sel – sel tubuh yang sehat.

Bila tubuh sudah berhasil mendeteksi keberadaan virus, sistem imunitas tubuh akan segera menghasilkan antibody khusus yang bekerja sama dengan sel darah putih untuk melawan serangan virus.

Respons imun juga mencakup pelepasan sel T sitotoksik atau limfosit guna mengenali dan membunuh sel tubuh yang telah terinfeksi.

Seluruh proses ini pun merupakan masa inkubasi demam berdarah dalam tubuh manusia, yang diakhiri dengan kemunculan berbagai gejala DBD.

Umumnya, gejala ini akan muncul sekitar empat sampai 15 hari masa inkubasi, sesudah gigitan nyamuk pembawa virus dengue pertama kalinya.

Tahapan atau Fase yang Dilewati Selama Sakit Demam Berdarah (DBD)

Orang yang sedang sakit demam berdarah atau pun DBD ini kadang akan melalui tiga fase penyakit sejak munculnya gejala yang pertama kalinya hingga benar – benar dinyatakan sembuh. Siklus DBD ini pun menandakan bahwa tubuh manusia sedang berusaha untuk melawan virus dengue yang dibawa oleh gigitan nyamuk.

Fase penyakit demam berdarah ini kerap kali disebut dengan Siklus Pelana Kuda. Karena bila digambarkan laju perkembangan penyakit ini tampak tinggi – rendah – tinggi yang mirip sekali bagian alas duduk di atas punggung kuda.

Berikut ini ada penjelasan lengkap mengenasi fase atau siklus dari penyakit demam berdarah :

1. Fase demam

Fase demam ini merupakan tahapan awal demam berdarah yang terjadi setelah virus berhasil menginfeksi tubuh manusia. Gejalanya pun berupa demam tinggi lebih dari 40 derajat yang muncul secara tiba – tiba. Demam tinggi ini kadang berlangsung selama 2 hingga 7 hari.

  • Gejala Yang Wajib Diperhatikan

Bersamaan dengan demam tinggi, gejala DBD pada tahapan pertama ialah munculnya ruam merah khas demam berdarah di sekujur badan dan juga kulit wajah. Fase ini pun bisa menimbulkan rasa nyeri di persendian dan juga otot di seluruh tubuh serta sakit kepala.

Beberapa kasus juga ditemukan gejala berupa rasa nyeri dan infeksi tenggorokan, sakit di sekitaran bola mata, nafsu makan menurun, muntah dan juga mual. Gejala awal inilah yang bisa menyebabkan menurunkan jumlah dari sel darah putih serta trombosit yang mana dokter akan mendiagnosis demam berdarah.

Bila demam ini berlangsung sekitar lebih dari 10 hari, lalu demam ini pun bukan dikarenakan demam berdarah. Sementara untuk anak kecil yang terpapar DBD, fase demam berdarah di awal bisa ditandai dengan demam tinggi hinga kejang.

Anak pun mungkin saja mengalami dehidarasi. Dibandingkan dengan orang dewasa, anak – anak cenderung lebih mudah kekurang cairan pada saat mengalami demam tinggi.

  • Hal Yang Dapat Dilakukan

Berbagai macam gejala dari demam berdarah awalnya bisa membuat para penderita mengalami kesulitan untuk menjalani aktivitas sehari – hari. Banyak orang juga akan beristirahat karena badan terasa begitu lemah.

Maka pada fase pertama inilah, pasien akan dianjurkan memperbanyak minum air putih. Mencukupi kebutuhan cairan dalam tubuh bisa membantu menurunkan demam dan juga mencegah dehidrasi.

Bila demam ini cepat mereda besar kemungkinan penyakit demam berdarah tidaklah begitu parah. Akan tetapi, pasiennya pun masih tetap dalam pantauan karena pada fase DBD satu ini sangatlah rentan beralih menjadi ke fase kritis.

2. Fase kritis

Sesudah berhasil melalui fase di atas, orang yang sedang sakit demam berdarah pun cukup rentan mengalami fase kritis yang kerap kali mengecoh siapa pun. Fase kritis ini disebut sebagai pengecoh karena dalam tahapan demam bakalan menurun secara drastis hingga ke suhu tubuh yang normal hingga pengidapnya merasa sudah sembuh.

Beberapa orang pun bahkan sudah bisa kembali melakukan aktivitas seperti sediakala. Padahal, justru dalam fase inilah kondisi kesehatan tubuh Anda dapat berubah bila menghentikan pengobatan. Bila fase tersebut diabaikan, maka trombosit darah bakalan menurun dan menyebabkan perdarahan yang lambat untuk disadari.

  • Gejala Yang Perlu Diperhatikan

Selama masa peralihan dari fase demam ke kritis ini, pasien pun akan berisiko tinggi mengalami kebocoran plasma darah dari pembuluh, perdarahan yang begitu hebat hingga kerusakan pada organ tubuh.

Dalam waktu 3 hingga 7 hari pertama setelah melalui fase demam, pasien rentan mengalmai kebocoran pembuluh. Dari sinilah, tandanya pasien tersebut telah memasuki fase kritis.

Gejala kebocoran dari pembuluh darah dalam fase DBD ini tampak jelas dengan tanda seperti mimisan, muntah – muntah, hingga sakit perut yang luar biasa. Pemeriksaan di lab pun menunjukkan bahwa pasien mengalami pembesaran pada organ hati. Fase kritis ini bisa saja terjadi tanpa adanya plasma yang disertai dengan perdarahan luar.

  • Hal Yang Wajib Dilakukan Selama Fase Kritis

Orang yang berada pada tahapan ini memang terlihat sehat karena kondisi tubuhnya pun sebenarnya belum bisa dinyatakan sembuh total. Bila tidak segera memeroleh pengobatan, trombosit ini juga akan mengalami penurunan secara drastis dan bisa berakibat perdarahan yang tidak disadari.

Oleh karena itulah, salah satu cara yang wajib dilakukan dalam fase kritis ialah dengan memeroleh penanganan medis secepat mungkin dan tidak boleh lebih dari 24 hingga 38 jam.

3. Fase Penyembuhan DBD

Jika pasien DBD telah berhasil melalui fase kristis, pada umumnya akan mengalami demam. Tetapi, tidak perlu khawatir karena fase ini menjadi tanda bahwa pasien akan segera sembuh.

Pasalnya, seiring dengan kenaikan suhu tubuh, trombosit pun perlahan akan naik. Cairan tubuh juga perlahan bakalan kembali menjadi normal. Masa penyembuhan inilah bisa tampak dari meningkatnya nafsu makan, sakit perut perlahan mereda dan yang lainnya.

Secara umumnya, orang yang sedang sakit DBD pun dapat dinyatakan sembuh bila trombosit dan sel darah putih kembali normal ketika melalui tes darah DBD. Waktu yang dibutuhkan untuk dinyatakan sembuh total sekitar 1 minggu.

Perawatan Ketika Menghadapi Siklus Demam Berdarah

Hal utama yang mesti dilakukan pastinya segera konsultasi ke dokter bila merasakan gejala dari siklus awal DBD. Dokter pun akan segera mendiagnosis keparahan dari kondisi kesehatan Anda atau pun menentukan untuk di opname atau istirahat di rumah saja.

Sepanjang fase atau pun siklus dari demam berdarah, Anda pun wajib konsumsi banyak cairan. Cairan ini bukan hanya berasal dari air putih saja, namun dari buah, sayur, makanan berkuah hingga cairan elektrolit.

Pada awal siklus DBD, cairan elketrolit ini bisa diminum guna mencegah terjadinya kebocoran plasma hingga menjadi risiko fase kristis. Sebagai contohnya minum minuman yang memiliki kandungan elektrolit seperti susu, jus buah, oralit dan minuman isotonic.

Selain itu pun, Anda juga harus konsumis makanan yang telah dianjurkan untuk pasien penyakit DBD. Asupan minuman dan makanan yang sesuai sangat penting, terlebih lagi sebelum dan juga selama fase demam berdarah sudah kritis, salah satunya ialah dengan konsumsi buah jambu biji merah.

Jambu biji merah ini memiliki kandungan trombinol yang bisa merangsang tubuh bekerja lebih aktif lagi dalam menghasilkan kepingan darah sehat dalam jumlah yang banyak. Hal ini bertujuan supaya bisa memicu pembentukan tromobosit darah yang baru.

Akan tetapi, karena pasien yang tengah berada dalam siklus DBD perlu asupan yang mudah untuk dicerna, alangkah baiknya buah jambu biji merah dijadikan sebagai jus. Kandungan di dalamnya pun sangat baik agar mencegah dehidrasi hingga bisa mempercepat proses penyembuhan penyakit DBD.

Selama menjalani perawatan setiap fase demam berdarah, para pasien pun wajib istirahat secara total guna mempercepat proses pemulihan tubuh. Istirahat di tempat tidur, minum obat khusus pereda nyeri dan minum cairan dan makanan yang bisa menambah trombosit agar terhindari dari komplikasi yang parah.

Itulah beberapa informasi penting yang harus diwaspadai selama fase penyakit demam berdarah atau DBD agar lebih cepat memulihkan diri.