google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Ketahui Cara Penularan Penyakit Hepatitis ke Dalam Tubuh Manusia

Penyakit hepatitis merupakan penyakit peradangan pada organ hati yang bisa berkembang menjadi fibrosis atau jaringan parut, serta sirosis atau kanker hati. Untuk cara penularan dari penyakit hepatitis ke dalam tubuh sebenarnya cukup banyak, tergantung dari jenis penyakit hepatitis yang menginfeksi.

Ada dua cara utama yang bisa dilewat oleh virus hepatitis dari orang ke orang adalah dengan kontak langsung dari darah yang sudah terinfeksi ataupun cairan tubuh yang lainnya, serta kontak dengan kotoran yang sudah terinfeksi.

Sementara itu juga, untuk hepatitis A dan E ditularkan melalui kotoran atau pun feses orang yang sudah terinfeksi. Anda bisa langsung terkena infeksi virus hepatitis A atau pun E bila menelan makanan atau pun air yang sudah terkontaminasi.

Selain itu juga, untuk virus hepatitis B, C dan juga D akan tersebar melalui kontak dengan darah yang sudah terinfeksi. Transmisi seksual adalah salah satu rute paparan yang kurang umum terjadi, tetapi masih sangat penting, terutama untuk virus hepatitis B.

Inilah Jenis – Jenis Dari Virus Hepatitis

Virus hepatitis adalah penyebab yang paling umum hepatitis di seluruh dunia, namun infeksi yang lain adalah zat beracun, serta penyakit autoimun juga bisa menyebabkan hepatitis.

Secara umumnya, ada sekitar 5 virus hepatitis utama, yang biasanya disebut dengan tipe hepatitis A, B, C, D dan juga E. Dari kelima jenis ini merupakan kekhawatiran terbesar dikarenakan beban penyakit dan juga kematian yang disebabkan oleh infeksi virus dan juga potensi penyebaran wabah dan epidemic.

Secara khususnya, hepatitis tipe B dan juga C ini merupakan penyebab yang paling umum dari sirosis hati serta kanker hati. Hepatitis A dan E biasanya disebabkan oleh konsumsi makanan atau pun air yang sudah terkontaminasi.

Virus hepatitis A dan E keduanya ini ditularkan oleh enteric, yakni pencernaan atau pun melalui rute fecal – oral. Untuk terpapar virus ini, bisa dikarenakan Anda menelan kotaran yang sudah terinfeksi virus.

Meskipun ada beberapa cara dari rute fecal – oral ini terbentuk, penularan akan lebih sering melalui tingkat kebersihan yang sangat buruk, termasuk di dalamnya adalah sanitasi yang tidak sesuai dengan persyaratan yang semestinya.

Hal ini mengakibatkan beberapa dari wilayah yang ada di seluruh dunia, seperti Bangladesh, India, serta Amerika Tengah dan Selatan, begitu rentan terhadap infeksi virus hepatitis E.

Hepatitis B, C, serta D ini biasanya terjadi sebagai akibat dari kontak parenteral atau pun suntikan dengan cairan tubuh manusia yang sudah terinfeksi. Cara penularan yang umumnya untuk virus ini termasuk di dalamnya adalah penerimaan darah atau pun produk darah yang sudah terkontaminasi dan prosedur medis invasif dengan menggunakan berbagai macam alat yang terkontaminasi.

Sementara itu, untuk penularan dari virus hepatitis B dari ibu ke bayi ketika lahir, dari anggota keluarga ke anak – anak, serta melalui kontak secara seksual. Virus ini pun bisa dengan mudah menyebar melalui cairan tubuh dari orang yang sudah terinfeksi.

Hal ini termasuk keringat, darah, air mata, air liur, air mani, cairan vagina, darah haid, dan juga ASI dari orang yang sudah terinfeksi virus tersebut.

Peluang untuk terpapar virus cukup bisa juga dari jarum suntik, tato, maupun tindik badan dengan alat yang sudah terinfeksi. Untuk kemungkinan lainnya adalah dari penyebaran melalui persalinan dan juga hubungan intim. Fakta dari data yang sudah ada, hampir dua pertiga dari kasus hepatitis B akut yang terjadi di Amerika Serikat ini disebabkan oleh hubungan intim.

Begini Cara Pencegahan Penularan Virus Hepatitis

Memahami bagaimana berbagai jenis dari penyebaran hepatitis adalah kunci pertama untuk pencegahan virus tersebut. Berikut ini adalah beberapa tindakan yang dapat dilakukan, seperti :

Segera Mendapatkan Vaksin Hepatitis

Vaksin yang sudah tersedia untuk melindungi Anda dari infeksi virus hepatitis A dan B. berikut ini ada beberapa dari jenis vaksin hepatitis yang sudah tersedia :

  • Vaksin hepatitis A (Havrix dan Vaqta), ini bisa diberikan sebagai rangkaian dua kali selama enam bulan secara terpisah.
  • Vaksin hepatitis B (Comvax, Engerix-B, dan Recombivax), vaksin yang dibuat dari virus tidak aktif dan diberikan dalam tiga atau pun empat seri selama enam bula lamanya.
  • Kombinasi dari vaksin hepatitis A dan B (Twinrix), vaksin ini akan diberikan dengan seri tiga bagian, dan saat selesai akan memberikan kekebalan terhadap virus tersebut.

Untuk virus hepatitis C, D maupun E, masih belum tersedia vaksinnya. Namun, hepatitis C saat ini masih bisa disembuhkan bagi banyaknya pasien dikarenakan obat antivirus baru yang cukup efetif.

Sementara itu pula, meskipun belum ada untuk vaksin hepatitis D, namun virus ini masih membutuhkan hepatitis B pun memastikan bila infeksi hepatitis D tidak akan terjadi.

Sebelum Bepergian, Pastikan Mencari Informasi Tentang Penyebaran Hepatitis

Air yang sudah terkontaminasi bisa menyebarkan virus hepatitis A dan E. perlu untuk diingat bahwa pada saat Anda bepergian ke suatu lokasi dengan pasokan air yang tidak aman, maka kontaminasi air mungkin saja tidak jelas terlihat. Selain itu juga, Anda bisa menghindari air keran, buah – buahan, es batu, serta sayur mentah yang mungkin sudah dicuci dengan air yang terkontaminasi.

Mencuci tangan atau pun menyikat gigi dengan air yang sudah terkontaminasi juga bisa membuat Anda berisiko. Lalu, bisa juga dengan menggunakan botol yang sudah disegel oleh pabrik untuk menyikat gigi dan juga hindari untuk menelan air apa pun pada saat mandi maupun berenang.

10 Dampak Fatal Akibat Komplikasi Penyakit Hepatitis

Penyakit satu ini memang tidak boleh dianggap remeh, apalagi saat penyakit kuning sudah mulai menyerang. Perubahan pada warna kulit dan bagian putih pada mata berubah jadi kuning adalah gejala khasyang menandakan seseorang terkena penyakit hepatitis.

1. Gagal Hati

Gagal hati termasuk dalam salah satu kompilikasi yang sangat berisiko tinggi bisa dialami oleh penderita hepatitis. Seseorang yang sedang menderita penyakit hepatitis A ini lebih rentan terhadap risiko gagal hati akibat mengalami penurunan fungsi organ hati secara drastis.

Penderita gagal hati ini bisa mengalami komplikasi bila peradangan akibat virus tidak langsung diobati. Sebelum hal ini terjadi, segera untuk konsultasi ke dokter.

2. Sirosis Hati

Sirosis hati ini ditandai dengan adanya jaringan parut di organ hati. Hal ini terjadi saat sel – sel di dalam organ hati yang sehat mengalami luka atau pun terkena inflamasi secara berkelanjutan yang bisa berakibat pada munculnya jaringan parut.

Jaringan parut ini merupakan jaringan yang dihasilkan dari peradangan dan juga luka dalam sel hati. Jaringan parut yang banyak akan terbentuk secara otomatis dan membuat organ tersebut tidak bisa berfungsi seperti semula. Hasilnya adalah fungsi tubuh secara menyeluruh pun akan menjadi berkurang secara maksimal.

3. Kanker Hati

Dampak dari komplikasi hepatitis yang lainnya kanker hati. Ini semua akan berpotensi untuk menyerang para penderita hepatitis B dan C. Kedua jenis penyakit ini pun sudah mencapai tahapan kronis bisa berkembang menjadi kanker hati bila tidak segera ditangani.

4. Infeksi Lanjutan

Komplikasi lainnya yang disebabkan oleh penyakit ini adalah muncul dua infeksi virus secara bersamaan. Hepatitis tidak bisa menyebabkan infeksi kedua, namun hepatitis ini mampu membuat sistem kekebalan penderita menjadi lebih sulit menyerang virus lainya.

5. Kolestasis

Salah satu dampak komplikasi dari penyakit hepatitis adalah kolestasis. Penyakit hepatitis A kerap kali mengancam para lansia. Kolestasis ini bukan sebuah komplikasi yang mengkhawatirkan, karena jenis penyakit ini bisa sembuh dengan sendirinya. Sementara itu, bahaya dari kolestasis ini adalah terjadi penumpukan cairan empedu di dalam organ hati.

6. Glomerulonephritis

Penyakit kelainan ginjal satu ini disebabkan oleh peradangan yang kerap kali berkaitan dengan respons imun tubuh. Penyakit ini memang sering tampak pada orang yang mengidap infeksi hepatitis B kronis dan juga hepatitis C. Penyakit ini pun bisa berkembang menjadi kerusakan pada organ ginjal.

7. Cryoglobulinemia

Penyakit ini tidak biasa yang disebabkan oleh sekelompok jenis protein abnormal yang menghalangi pembuluh darah kecil. Penyakit ini sering dialami oleh seseorang yang sedang menderita hepatitis B kronis dan juga hepatitis C. infeksinya bisa menyebabkan masalah pada sirkulasi darah yang bisa berkembang menjadi cryoglobulinemia.

8. Ensefalopati Hati

Kehilangan fungsi hati yang cukup parah, seperti gagal hati bisa menyebabkan peradangan pada otak. Individu yang sedang mengidap ensefalopati bisa mengalami masalah mental, seperti kebingungan, serta menyebabkan koma.

9. Hipertensi Portal

Salah satu dari sistem kerja utama organ hati ini adalah sebagai penyaring darah. Namun, bila sirosis dan juga masalah yang lainnya bisa pula mengganggu sistem sirkulasi portal hati. Saat sistem portal ini tersumbat, darah tidak bisa lagi kembali ke hati dari sistem pencernaan, hingga meningkatkan tekanan darah yang kenal dengan istilah hipertensi portal.

10. Porfilia

Porfilia ini adalah sekelompok penyakit yang disebabkan oleh masalah pada pemrosesan dari bahan kimia penting dalam tubuh dikenal dengan porfirin. Satu jenis yang disebut dengan porphyria cutanae tara dapat menyebabkan lepuh pada tangan dan juga wajah yang merupakan komplikasi dari infeksi virus hepatitis C kronis.

Saat penyakit hepatitis ini dibiarkan tanpa adanya penanganan yang spesifik, para penderita penyakit ini justru lebih berisiko tinggi untuk mengalami sejumlah komplikasi yang sudah disebutkan di atas. Jadinya, segera untuk memberikan penanganan yang sesuai dan tepat saat sudah merasakan gejala dari hepatitis tersebut.