Kim Jong-un Deklarasikan Dukungan Penuh pada Rusia

Kim Jong-un Deklarasikan Dukungan Penuh pada Rusia

Kim Jong-un selaku pemimpin Korea Utara (Korut) telah meyakinkan Presiden Rusia, Vladimir Putin mengenai dukungan penuh dari rakyatnya untuk langkah dan upaya Moskow menjaga harkat dan martabat, keamanan maupun hak untuk pembangunan negaranya.

Pernyataan Kim tersebut telah diungkapkan dalam pesan ucapan selamat pada Hari Rusia. ‘’Sikap teguh dari Republik Rakyat Demokratik Korea (DPRK atau Korut) adalah untuk menghargai hubungan antara kedua negara, yang sudah diturunkan melalui sejarah panjang,’’ jelas Kim pada hari Minggu, 12 Juni 2022, seperti yang dilansir dari RT.com.

‘’Di bawah kepemimpinan Presiden Putin, rakyat Rusia kini dengan beraninya mengatasi segala macam bentuk tantangan dan juga kesulitan yang sedang dihadapi dalam mewujudkan keadilan untuk menjaga harkat martabat, keamanan, dan juga hak atas pembangunan negara, dan mencapai hasil yang luar biasa, dan rakyat kami juga memberikan dukungan penuh atas hal tersebut,’’ tegas pemimpin Korea Utara kepada Putin.

Kim juga menyatakan harapannya bahwa bentuk kerja sama taktis dan strategis antara Korut dengan Rusia bakal diperkuat lagi. Pada awal bulan Maret lalu, Korut yang mendapat hanjarn berupa sanksi keras dari Amerika Serikat (AS) menjadi salah satu dari lima negara yang memilih untuk menentang resolusi PBB yang mengutuk serangan militer Rusia di Ukraina.

Pyongyang pun menuduh kebijakan hegemonik AS yang bisa memicu konflik antara Rusia dan Ukraina. Pada bulan Mei lalu, China dan Rusia untuk kali pertamanya menggunakan hak veto mereka guna memblokir rancangan resolusi dari Dewan Keamanan PBB yang bertujuan untuk memperkuat sanksi internasional pada Korea Utara.

Kedua negara tersebut tidak memveto paket sanksi untuk Korea Utara sebelumnya yang sudah resmi ditetapkan sejak tahun 2006 lalu, pada saat Korut pertama kalinya melakukan uji coba nuklir.

Sejak peluncuran operasi militer di Ukraina pada akhir bulan Februari lalu, Rusia sudah menjadi negara yang paling banyak mendapatkan sanksi di dunia. Untuk saat ini, Korea Utara berada di posisi keempat dalam daftar sanksi internasional.

Barat Tekan Negara – Negara Liga Arab untuk Kutuk Rusia

Barat sudah menekan sejumlah negara Liga Arab untuk mengutuk Rusia di tengah operasi khusus Moskow di Ukraina. Pengakuan tersebut diungkapkan langsung oleh Sekretaris Jenderal Liga Arab, Ahmed Aboul Gheit.

Operasi militer khusus yang dilakukan oleh Rusia pada 24 Februari lalu di Ukraina dalam upaya memberikan perlindungan pada Republik Rakyat Donbass, Donetsk, dan Lugansk. Negara – negara Barat pun sudah meluncurkan kampanye sanksi anti Rusia yang komprehensif dan juga memasok senjata ke Ukraina.

‘’Mereka (negara peserta Liga Arab) tidak tunduk pada dikte yang menjadi sasaran mereka, dan beberapa bahkan menolak memilih mengutuk tindakan dari Federasi Rusia,’’ jelas Ahmed Aboul Gheit dalam wawancara pada hari Minggu, 12 Juni 2022 lalu dengan Sada el-Balad dari saluran televisi Mesir.

Sekretaris Jenderal juga menekankan Barat tengah mencoba memperoleh anggota Liga Arab untuk berpihak dan juga menentang serta mengutuk Moskow untuk mengepung Rusia. Rusia juga sudah meluncurkan operasi militer khusus di Ukraina sejak tanggal 24 Februari lalu, setelah Republik Rakyat Donetsk dan Luhansk meminta bantuan guna mempertahankan diri dari serangan yang diluncurkan oleh Ukraina.

Rusia juga mengatakan tujuan dari operasi militer khususnya ialah untuk demiliterisasi dan denazifikasi Ukraina. Menurut Presiden Rusia Vladimir Putin, tujuannya adalah untuk memberikan perlindungan pada rakyat Donbas, yang sudah mendapatkan pelecehan, dan juga genosida oleh Rezim Kiev selama delapan tahun lamanya.