google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Kondisi Kesehatan Fisik Dapat Diketahui dari Warna Urine

kondisi kesehatan berdasar warna urine

Pada saat buang air kecil, pernahkan Anda memperhatian warna urine yang keluar? Urine ini merupakan produk buangan yang terdiri dari berbagai macam zat tidak dibutuhkan oleh tubuh, atau bahkan racun bagi tubuh manusia. Urine ini berasal dari minuman maupun makanan yang sudah Anda konsumsi sehari – hari. Akan tetapi, selain menjadi cairan pembuangan, kondisi kesehatan bisa diketahui melalui jumlah, warna dan bau urine.

Seberapa banyak air yang Anda konsumsi akan menentukan jenis warna dari urine. Semakin banyak konsumsi air putih, maka semakin jernih pula warna dari urine yang berhasil dikeluarkan oleh tubuh.

Pada saat terjadinya gangguan atau pun masalah kesehatan di dalam tubuh, maka perubahan warna dari urine pun besar kemungkinan akan terjadi. Oleh karena itulah, urine tersebut bisa dijadikan sebagai salah satu indicator medis serta menunjukkan kesehatan fisik individu.

Mengenal Arti Warna Urine Yang Dikeluarkan Oleh Tubuh

Lalu, warna urine normal itu yang seperti apa? Sebenarnya warna urine normal ini ialah berwarna kuning muda atau keemas – emasan. Warna tersebut berasal dari pigmen tubuh yang dikenal dengan sebutan urochrome.

Sementara itu juga, untuk urine tanpa warna atau pun bening bisa menandakan bahwa Anda telah terhidrasi dengan sangat baik. Kendati pun dalam kasus tertentu, warna urine yang bening pun dapat disebabkan oleh konsumsi jenis obat tertentu.

Sebagai petunjuk tentang kondisi kesehatan fisik, berikut ini ada beberapa arti dari warna urine yang wajib diketahui, di antaranya adalah :

Warna Merah atau merah muda

Air kemih berwarna merah atau pun pink ini kadang disebabkan oleh makanan yang telah dikonsumsi, seperti halnya buah naga merah maupun blackberry. Selain itu juga, dapat pula disebabkan oleh efek samping konsumsi jenis obat tertentu untuk infeksi saluran kemih dan juga obat TB rifampin.

Nah, bila Anda memiliki urine dengan warna merah muda atau pun merah, coba perhatikan gejala fisik yang dirasakan. Hal tersebut dikarenakan warna urine merah ini bisa menandakan adanya kencing berdarah, penyakit ginjal, ganggunan prostat, anemia hemolitik, infeksi saluran kemih, tumor atau batu di ginjal dan kandung kemih, atau pun kelainan pada genetik porfiria.

Warna Cokelat Tua

Urine dengan warna cokelat maupun cokelat tua ini merupakan tanda adanya permasalahan pada organ ginjal dan hati, batu empedu, infeksi saluran kemih, dan juga anemia hemolitik.

Warna cokelat tua pada urine ini juga bisa disebabkan karena efek samping obat, sejumlah obat yang bisa membuat urine berubah warna jadi cokelat tua ini ialah obat antibiotic, antimalaria, dan juga obat pencahar yang terdapat kandungan cascara atau senna.

Warna Orange

Warna orange pada urine ini bisa disebabkan karena adanya masalah kesehatan di organ hati atau pun saluran empedu, terutama bila dibarengi dengan faser berwarna jauh lebih pucat atau putih.

Selain itu juga, urine berwarna orange ini juga dapat terjadi bila Anda sedang mengalami dehidrasi atau pun dikarenakan efek samping pengobatan kemoterapi, obat antiradang sulfasalazine, obat pencahar, obat phenazopyridine untuk mengobati infeksi saluran kemih.

Warna Kuning Pekat

Urine dengan warna kuning pekat pada umumnya disebabkan oleh dehidrasi. Dehidrasi ini pun bisa saja terjadi karena jumlah cairan yang dikeluarkan oleh tubuh ternyata jauh lebih banyak dibandingan dengan jumlah cairan yang masuk ke dalam tubuh.

Warna hijau atau biru

Urine dengan warna satu ini mungkin jarang sekali diketahui oleh sejumlah kalangan. Kadang warna urine hijau atau biru ini disebabkan oleh zat pewarna pada makanan atau efek samping dari konsumsi obat asma, obat bius propofol, antidepresan amitriptilin dan juga zat pewarna metilen biru. Jika merasakan gejala tersebut, sebaiknya konsultasikan ke dokter.

Warna Putih dan keruh

Air seni berwarna putih atau pun keruh seperti warna susu dan juga memiliki bau, bisa jadi merupakan tanda dari infeksi saluran kemih yang disertai pula dengan pembentukan nanah. Untuk kondisi ini lebih dikenal dengan istilah medisnya piuria.

Penyebab dari piuria ini ialah infeksi dari virus, bakteri dan juga jamur. Warna air seni berubah menjadi keruh pun adalah tanda adanya penumpukan dari sel darah putih, protein, asam urat atau pun lemak pada urine.

Warna Urine Menggambarkan Kondisi Kesehatan Anda

Nah, bila berbicara mengenai jenis warna pada urine, kita pun mesti waspada dan berhati – hati pada beberapa penyakit yang ditandai dengan berubahnya warna urine tidak seperti biasanya, di antaranya seperti :

Dehidrasi

Menurut National Kidney Foundation, penyebab yang paling sering ditemukan pada perubahan warna air kemih ini menjadi warna kuning tua ialah dehidrasi.

Dehidrasi ini adalah suatu kondisi atau gejala pada saat tubuh manusia kekurangan cairan. Kondisi ini pun dapat menimbulkan berbagai macam dampak bagi tubuh, mulai dari pusing, mudah capek dan juga hilangnya fokus maupun konsentrasi.

Lantas, bagaimana bisa dehidrasi ini menyebabkan urine berubah warnanya? Pada saat tubuh mengalami kekurangan cairan, maka secara otomatis pewarna urine atau urobilin di dalam tubuh pun konsentrasinya cenderung meningkat.

Perlu untuk diketahui bahwa urobilin ini merupakan bilirubin yang ada pada sistem kandung kemih dan juga termasuk hasil dari zat sisa yang dihasilkan dari pemecahan sel darah merah oleh organ hati.

Gangguan pada Organ Hati

Perubahan dari warna air seni menjadi lebih gelap bisa disebabkan oleh adanya gangguan pada organ hati, seperti halnya sirosis, hepatitis hingga kanker hati. Perhatikan pula kondisi dari urine yang berbuih atau pun berbusa.

Menurut National Kidney Foundation, urine yang berbuih atau berbusa ini menjadi pertanda bahwa tingginya jumlah protein di dalam air seni. Kondisi ini pun dapat menjadi tanda adanya gangguan pada organ hati.

Kerusakan organ hati ini bisa membuatnya tidak lagi berfungsi dengan maksimal dalam memproduksi dan juga menyalurkan bilirubin. Hal tersebut berakibat bilirubin masuk ke dalam aliran darah yang menyebabkan tubuh berubah warna menjadi kuning.

Bilirubin yang sudah masuk ke dalam sistem kandung kemih dikenal dengan istilah urobilin, dan bila kadarnya terlampau cukup banyak, maka bisa mengubah warna air seni menjadi lebih pekat dibandingkan dengan biasanya.

Hematuria

Warna urine berubah jadi merah atau pun coklat pekat ini merupakan tanda dari penyakit hematuria. Penyakt ini merupakan istilah medis yang menandakan bahwa adanya darah di dalam urine.

Kondisi warna urine yang normal seharusnya memang tidak ada kandungan darahnya sedikit pun, kecuali bagi para wanita yang tengah menstruasi.

Itulah alasannya mengapa diperlukan pemeriksaan medis ketika sedang menemukan kasus urine berwarna merah atau pun coklat pekat. Segera lakukan pemeriksaan sedini mungkin di rumah sakit supaya mengetahui secara pastinya perubahan pada warna urine dan dapat langsung diatasi.

Infeksi Saluran Kemih

Infeksi saluran kemih ini bisa saja terjadi pada saat bakteri menyerang bagian kandung kemih. Untuk gejala umum yang biasanya ditimbulkan ialah rasa nyeri ketika buang air kecil.

Selain itu juga, air seni bisa mengandung darah yang mana  menyebabkan perubahan warna menjadi kemerah – merahan atau pun berwarna lebih gelap.

Penyakit seksual

Untuk beberapa dari jenis penyakit seksual, salah satu gejala yang mungkin saja muncul ialah terjadinya perubahan pada warna urine menjadi kuning pekat. Salah satu dari jenis penyakit seksual yang cukup sering menimbulkan kasus perubahan warna urine ini ialah infeksi chlamydia.