Konflik Dengan Bupati Indramayu, Lucky Hakim Mengundurkan Diri Sebagai Wabup

Nina Agustina dan Lucky Hakim Saat Seremoni Pembongkaran Pagar Alun-Alun Kabupaten Indramayu
Nina Agustina dan Lucky Hakim Saat Seremoni Pembongkaran Pagar Alun-Alun Kabupaten Indramayu

Lucky Hakim secara mendadak mengungkapkan bahwa dirinya mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Wakil Bupati Indramayu. Alasannya, dia mengaku tidak lagi mampu menjalankan amanah sebagai pemimpin Indramayu, dan tidak bisa memenuhi janji-janji yang pernah disampaikan ketika kampanye.

Atas dasar itu, dia merasa tidak berhak untuk mendapatkan gaji dari pajak yang dibayarkan oleh masyarakat miskin yang telah bekerja dari siang dan malam.

“Sampai sekarang, janji kampanye saya banyak yang belum terlaksana. Merasa digaji, dibayar oleh masyarakat, khususnya warga Indramayu. Sebagian besar warga ini petani, nelayan yang harus bekerja dari siang sampai malam, yang dimintai pajaknya untuk menggaji saya sebagai Wakil Bupati,” ungkapnya seperti melansir dari Grid.

Dirinya mengaku malu apabila harus memakan uang rakyat, namun tidak mampu untuk menepati janjinya selama kampanye. Dirinya hanya akan menjadi sosok yang tidak tahu diri, jika tetap mempertahankan jabatannya sebagai Wakil Bupati Indramayu. 

Dia pun mengungkap jika selama ini mendapatkan anggaran untuk makan dan minum dengan jumlah mencapai Rp100 juta. Jumlah anggaran untuk makan dan minum itu saja di luar dari gaji serta tunjangan. Dia pun merasa durhaka apabila menikmati fasilitas mewah dari keringat rakyat, sementara janji selama kampanye tak kunjung dipenuhi. 

“Kalau sampai tidak tercapai sesuatu yang dijanjikan itu, maka saya menjadi orang yang sangat durhaka kalau tidak mundur,” tambahnya. 

Merasa Makan Gaji Buta

Sebagai informasi, seorang Bupati atau Wali Kota beserta wakilnya termasuk dalam jabatan Kepala Daerah tingkat II, dengan sistem penggajian diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) No.59 Tahun 2000, yang mengatur mengenai hak keuangan atau administratif Kepala dan Wakil Kepala Daerah. 

Pada beleid tersebut, seseorang dengan jabatan sebagai Bupati atau Wali Kota, mendapatkan gaji pokok sebesar Rp2,1 juta per bulan. Sementara gaji wakilnya sebesar Rp1,8 juta per bulan. Untuk tunjangan jabatan, telah diatur dalam PP No.68 Tahun 2001, yang jumlahnya sebesar Rp3,78 juta untuk Bupati atau Wali Kota, sedangkan wakilnya Rp3,24 setiap bulan. 

Adapun fasilitas lain yang diterima juga diatur dalam PP No.109 Tahun 2000 yang mengatur soal kedudukan keuangan Kepala Daerah dan Wakilnya, yang terdiri dari fasilitas rumah jabatan dan perlengkapan beserta biaya pemeliharaan, mobil dinas selama menjabat, biaya kesehatan dan perjalanan dinas, serta biaya untuk pakaian dinas termasuk atributnya.

Selain itu juga mendapatkan biaya penunjang kegiatan operasional yang dimanfaatkan untuk penanggulangan sosial, pengamanan, ataupun kegiatan khusus yang mendukung operasional. Kemudian juga biaya penunjang operasional yang dialokasikan dari Pendapatan Asli Daerah (PAD). 

Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Indramayu 2022, PAD dipatok sebesar Rp5 miliar. Dengan demikian, apabila PAD itu mampu tercapai, maka besaran tunjangan yang akan diterima paling sedikit adalah sebesar Rp150 juta per tahun atau Rp12,5 juta setiap bulannya. 

Pada sebuah kesempatan ketika menyampaikan keterangannya kepada wartawan, Lucky Hakim sempat menyebut bahwa gaji yang dia terima setiap bulan jumlahnya mencapai Rp50 juta dan juga mendapatkan berbagai fasilitas mewah. 

Gaji dan juga semua fasilitas mewah yang disebutkan itu nantinya tidak akan diberikan lagi kepada Lucky Hakim, usai dirinya secara resmi tidak lagi menjabat sebagai Wakil Bupati Indramayu. 

Bupati Nina Hormati Keputusan Lucky Hakim

Nina Agustina selaku Bupati Indramayu yang disebut-sebut berkonflik dengan Lucky Hakim, wakilnya, mengaku akan menghormati segala keputusan yang diambil oleh Lucky. Dia juga tidak menampik bahwa selama ini dirinya dengan Lucky terdapat selisih paham, namun dia memastikan bahwa hubungannya sebagai Bupati dan Wakil masih harmonis.

Terkait masalah pengunduran diri dan konflik yang mencuat ke publik, Nina akan memastikan roda pemerintahan di Indramayu akan tetap berjalan seperti biasanya. 

“Bagaimanapun, saya tetap akan menghargai segala keputusan dari Pak Lucky, sebab itu merupakan hak politik dan pribadinya untuk mengundurkan diri,” terang Nina kepada wartawan Kompas yang meliput di Pendopo Bupati Indramayu. 

Pada hari Senin, 13 Februari 2023 lalu, pihak Sekretariat DPRD Indramayu telah menerima surat pengunduran diri yang diajukan oleh Lucky Hakim. Dalam surat tersebut, Lucky menyatakan mundur dari jabatan, dengan alasan tidak mampu lagi mengemban jabatan dan amanah yang telah diberikan. 

Nina pun mencoba untuk mengkonfirmasi soal surat pengunduran diri yang telah diajukan Lucky, namun dirinya mengaku kesulitan untuk mengontak nomor ponsel Lucky. Dirinya menampik anggapan banyak pihak, bahwa telah terjadi disharmonisasi antara bupati dengan wakilnya. 

“Kalau saya pribadi, tidak ada yang namanya ketidakharmonisan itu. Namun, yang namanya dalam sebuah organisasi atau perjalanan kinerja, tentunya tidak luput dari adanya selisih paham,” tuturnya. 

Saat ditanyai lebih lanjut, Nina enggan menjelaskan soal kesalahpahaman yang terjadi. Dirinya hanya meyakini bahwa setiap masalah akan mampu diselesaikan secara bersama-sama. Terlebih, masyarakat telah memilih pasangan itu untuk memimpin Indramayu hingga tahun 2024 mendatang. 

Nina juga menampik soal adanya isu bahwa Lucky selama menjadi Wakil Bupati Indramayu, tidak mendapatkan tugas seperti yang seharusnya, dan dianggap hanya sebagai penggaet suara semata. 

Dirinya pun meminta maaf, apabila selama bekerja dengannya Lucky Hakim merasa tidak nyaman. 

“Apabila saya secara pribadi memang mempunyai sesuatu yang membuat Mas Lucky tidak nyaman, ya saya memohon maaf. Mudah-mudahan kita nantinya ke depan akan tetap bisa menjadi sahabat atau teman yang baik,” imbuhnya. 

Anak mantan Kapolri Jenderal Da’i Bachtiar itu mengaku terakhir kali berkomunikasi dengan Lucky adalah sekitar bulan Februari atau Maret tahun 2022 lalu. Beberapa kali Nina mencoba memanggil Lucky untuk saling duduk bareng, menemukan solusi dari permasalahan yang ada. 

Namun sejak saat itu juga, Nina tidak lagi saling berkomunikasi dengan Lucky Hakim, walaupun dirinya telah menawarkan apa yang menjadi keinginan Lucky selama ini.

“Sudah lama ya, sudah lama komunikasinya. Saya panggil untuk sama-sama duduk bareng waktu itu, maunya seperti apa. Itu kalau tidak salah sekitar Februari-Maret tahun 2022. Saya sudah tawarkan juga maunya bagaimana, saya sudah menawarkan. Tapi karena beliaunya sudah tidak mau, ya sudah bagaimana lagi. Soalnya saya juga pernah bertanya kepada Mas Lucky, ‘ini maunya Mas apa nih?’, tupoksinya seperti apa, kepala dinas mana yang mau kamu pegang?” ungkap Nina seperti mengutip dari Tribunnews. 

Masalah Pernah Dibahas

Di tempat terpisah, Syaefudin selaku Ketua DPRD Indramayu menyangkan keputusan Lucky yang mengundurkan diri sebagai Wakil Bupati Indramayu. Dirinya menilai bahwa keputusan tersebut memang disebabkan oleh adanya ketidakharmonisan antara Nina dan Lucky. Bahkan, masalah tersebut sebenarnya telah dibahas bersama-sama dalam hak interpelasi.

Pada awal tahun 2022 lalu, pihak DPRD Indramayu pernah mengajukan hak interpelasi atau hak bertanya kepada eksekutif. Salah satu yang menjadi pembahasan adalah mengenai ketidakharmonisan yang terjadi antara Bupati dan Wakil Bupati Indramayu. 

Pihak DPRD juga telah memberikan rekomendasi kepada Bupati untuk bisa memberikan penugasan kepada wakilnya, berdasarkan aturan yang berlaku. Sayangnya, rekomendasi dari DPRD itu tampaknya belum juga dilaksanakan. 

Pada rapat dengar pendapat tahun lalu, Lucky juga pernah menyampaikan bahwa dirinya tidak mendapatkan penugasan dan juga fasilitas penunjang, seperti protokoler dan ajudan dalam kurun waktu lebih dari satu tahun. 

Berbeda dengan Nina, Syaefudin justru memandang bahwa masalah ini akan mengganggu jalannya roda pemerintahan di wilayah itu. Pasalnya, masyarakat tentu membutuhkan pemimpin yang saling bersinergi dengan kondisi yang nyaman serta sejuk. Terlebih, saat ini ekonomi masih belum pulih benar pasca pandemi. Menurutnya, kemiskinan di Indramayu harus bisa menjadi perhatian utama.

Ridwan Kamil Diminta Turun Tangan

Mendengar permasalah tersebut, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta kepada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk bisa mendamaikan Nina dan Lucky yang sedang berkonflik. 

Saat ditemui wartawan Detik, Kang Emil sapaan akrab Ridwan Kamil itu mengaku telah mendengar soal adanya rumor permasalahan yang terjadi antara Nina dan Lucky di Indramayu. Akan tetapi, pihaknya masih belum mau mengambil kesimpulan apapun sebelum mengetahui fakta yang sebenarnya. 

“Kalau dari arahan Pak Mendagri, sebisa mungkin didamaikan lewat musyawarah. Rumornya memang begitu ya, tapi saya harus tabayyun terlebih dahulu, karena masing-masing pihak punya cerita sendiri-sendiri,” tutur Kang Emil ketika berada di Gedung Sate. 

Tidak berselang lama, melalui akun media sosial Instagram-nya, Lucky Hakim curhat kepada Kang Emil mengenai permasalahan yang tengah dihadapi, sampai akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai Wakil Bupati Indramayu. 

Dalam postingannya, Lucky berterima kasih karena Kang Emil akhirnya mendengar kabar permasalahan tersebut. Dirinya berharap untuk bisa segera bertemu secara langsung, untuk menjelaskan apa yang dihadapinya selama ini saat menjabat sebagai Wakil Bupati Indramayu. 

Keduanya pun akhirnya bertemu di Jakarta. Pertemuan keduanya dibagikan lewat video yang diunggah ke akun Instagram milik Kang Emil. Dalam penjelasan di keterangan unggahan video itu, Kang Emil berjanji untuk segera mencari solusi terkait polemik yang tengah dihadapi oleh Lucky Hakim. 

“Saya baru bertemu dengan Kang Lucky Hakim, membahas soal masalah yang ada di sana. Setelah mendengar, menyimak dengan seksama, Insya Allah sebagai Gubernur, pembina daerah, saya akan mencari berbagai solusi, yang mudah-mudahan bisa menjadi sebuah ending yang baik,” tulis Kang Emil di postingan Instagram-nya itu. 

Nantinya, Kang Emil juga akan meminta keterangan dari pihak Nina Agustina, supaya bisa mendapatkan keterangan yang berimbang, dan masalah bisa tuntas dengan baik. 

Meski Kang Emil tidak merinci apa saja permasalahan yang diperbincangkan dengan Lucky Hakim, dirinya memastikan bakal turut serta menyelesaikan konflik kedua pemimpin daerah itu. Pasalnya, Kang Emil juga berharap keduanya bisa kembali fokus, bersama-sama melayani kebutuhan masyarakat Indramayu. 

“Yang paling penting dan mulia di sini adalah, kepentingan rakyat Indramayu itu harus diprioritaskan, dinomorsatukan daripada kepentingan pribadi atau golongan,” pungkas Kang Emil, seperti mengutip dari Detik.