google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Kontak Langsung Dengan Penderita DBD, Bisakah Menular?

Selama musim hujan datang, penyakit demam berdarah dengue atau DBD kerap kali terjadi. Penyakit satu ini bisa menyebabkan penderitanya mengalami demam naik dan turun disertai dengan munculnya ruam pada kulit. Hal ini pun tidak boleh dianggap remeh, karena bisa berujung pada kematian bila menyebabkan komplikasi parah.

Selain dari faktor musim, apakah penyakit demam berdarah (DBD) bisa menular? Agar tidak salah dalam memahami jenis penyakit satu ini, Anda bisa menyimak penjelasan lengkap dari kami di bawah ini.

Apakah Penyakit Demam Berdarah (DBD) Dapat Menular?

Penyakit demam berdarah atau DBD ini merupakan sejenis infeksi dari spesies nyamuk Aedes, yaitu Aedes aegypti atau pun Aedes albopictus yang dapat menyebabkan demam tinggi, ruam pada permukaan kulit, nyeri pada seluruh bagian tubuh, dan juga sakit kepala.

Mayoritas dari pengidapnya pun bisa merasakan lebih baik sesudah beberapa hari dan pulih seperti sedia kala dalam beberapa minggu ke depannya, namun, ada jua yang merasakan gejala cukup parah sehingga berakhir dengan komplikasi dari penyakit demam berdarah, seperti perdarahan pada organ tubuh.

Khusus di Indonesia, kasus demam berdarah ini kadang mengalami peningkatkan pada saat memasuki musim penghujan. Berdasarkan pada laporan BMKG bahwa sebagian besar dari wilayah di Indonesia  diperkirankan akan mengalami awal musim hujan tepat di bulan Oktober dan juga November.

Lonjakan angka kasus penyakit demam berdarah selama musim hujan ini disebabkan oleh banyaknya genangan air di lingkungan, yang mana bisa menjadi tempat bersarangnya nyamuk Aedes.

Oleh sebab itulah, mungkin saja di lingkungan tempat tinggal Anda ada dua atau pun lebih anggota keluarga yang terpapar penyakit demam berdarah.

Bila dilihat dari contoh kasus di atas, mungkn sebagian besar dari Anda beranggapan bahwa penyakit demam berdarah ini lebih mudah menular. Lantas, apakah benar demikian adanya?

Jawabannya adalah benar, penyakit demam berdarah atau DBD ini termasuk ke dalam golongan penyakit menular, hingga besar kemungkinan beberapa dari anggota keluarga yang tingga serumah bisa terpapar penyakit yang sama. Akan tetapi, penularannya tidak seperti penyakit pilek dari satu orang yang sudah terinfeksi ke orang yang sehat di sekitarnya.

Begini Proses Penularan Penyakit Demam Berdarah (DBD)

Berdasarkan informasi yang ada di dalam situs resmi Center for Disease Control and Prevention, ada beberapa cara penyakit demam berdarah dengue ini bisa menular dari satu orang ke orang lainnya, antara lain :

  • Melalui gigitan nyamuk

Penyebaran infeksi dari virus demam berdarah ke manusia ini berasal dari gigitan nyamuk spesies Aedes. Spesies nyamuk satu ini pun diduga kuat menjadi dalang dari penyebaran virus Zika dan juga chikungunya.

Nyamuk Aedes ini biasanya akan bertelur di sekitaran genangan air bersih, seperti halnya wadah penampungan air di rumah. Saat siang atau pun malam hari, nyamuk tersebut akan berburu makanan dengan cara menggigit manusia. Nah, bila nyamuk sudah terinfeksi, maka virus tersebut akan berpindah ke manusia melalui gigitannya.

Bisa saja, orang yang telah terinfeksi tergigit lagi oleh nyamuk sehat dengan jenis yang sama. Virus dari orang yang telah terinfeksi inilah maka akan berpindah ke nyamuk sehat tersebut.

Bila nyamuk sehat ini menggigit orang di sekitar, maka infeksinya pun bakalan berpindah pula. Siklus tersebut bakalan terus seperti itu hingga menyebabkan bukan hanya satu orang saja yang terpapar penyakit demam berdarah.

Jadinya, jangan lagi beranggapan bahwa penyakit demam berdarah ini bisa menular melalui kontak langsung dengan orang yang telah terinfeksi virus dengue.

  • Dari ibu ke anak

Seorang ibu hamil yang telah terinfeksi penyakit demam berdarah, bisa menularkan virus dengue kepada janin selama masa kehamilan atau pun pada saat waktu persalinan. Sampai sekarang ini, hanya ada satu laporan yang sudah didokumentasi menyebutkan bahwa penyakit DBD ini bisa menular dari ibu ke anak melalui pemberian ASI.

  • Prosedur penanganan medis tertentu

Selain dengan cara di atas, penyakit demam berdarah dengue (DBD) ini pun dapat menyebar melalui prosedur medis, seperti halnya transplantasi organ, donor darah atau pun bekas jarum suntik dengan orang lain. Meskipun demikian, kasus penyebaran infeksi virus dengue melalui cara ini pun sangat jarang terjadi.

Apakah Ada Cara Pencegahan Penularan Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD)?

Berdasarkan pada penjelasan di atas, hal paling umum dari penyakit demam berdarah bisa menular melalui gigitan nyamuk. Oleh karena itulahm, cara terbaik agar bisa mencegah penularan ialah dengan menghindari gigitan nyamuk Aedes. Berikut ini ada beberapa cara sederhana namun berdampak positif dalam pencegahan penularan penyakit DBD :

  • Gunakan pakaian tidur yang menutupi bagian kulit pada saat malam hari. Nyamuk pembawa virus dengue ini bukan hanya aktif di sore hari saja, namun beberapa di antaranya pun aktif pada malam hari.
  • Gunakan obat nyamuk, sebagai contohnya dengan obat losion yang bisa dioleskan ke kulit tubuh. Namun perhatikan penggunaannya sehingga tidak boleh terkena mata maupun luka yang terbuka.
  • Pastikan juga rumah Anda bebas dari genangan air, seperti halnya pot bunga, tempat air untuk hewan peliharaan, atau pun bak penampungan air.

Itulah beberapa penjelasan lengkap seputar proses penularan penyakit demam berdarah atau DBD yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Pastikan diri Anda dan keluarga di rumah selalu menjaga kebersihan lingkungan di sekitaran tempat tinggal agar terhindar dari penyakit demam berdarah dengue.