KPU Minta Para Peserta Pemilu-Pilpres Terapkan Budaya Politik Bermartabat

KPU
KPU senantiasa ajak para peserta pilpres dan pemilu untuk terapkan budaya politik bermartabat.

cr photo: Media Indonesia.

Komisi Pemiluhan Umum atau KPU baru baru ini mengajak para peserta pemilu maupun pilpres nanti sama sama menjaga budaya politik yang bermartabat. Musim Pemilu dan Pilpres 2024 sudah semakin dekat, hanya menunggu hitungan bulan saja. Sejumlah capres pun sudah mendekalarasikan koalisi koalisi bahkan memilih cawapresnya. Untuk Pilpres edisi 2024 ini, akan ada tiga pasangan capres dan cawapres yang maju, lebih banyak dari periode 2019 lalu yang hanya ada dua paslon saja. Melihat semakin dekatnya pemilu dan pilpres, KPU selaku panitia penyelenggara mengajak para peserta untuk senantiasa menjaga budaya politik yang bermartabat.

Musim Pemilu dan Pilpres 2024 akan segera dimulai, kurang dari satu tahun lagi salah satu momen penting untuk kelangsungan negara akan digelar. Saat ini pihak pihak yang bersangkutan sedang sibuk mempersiapkan segalanya untuk membuat terlaksananya kegiatan pemilu dan pilpres dengan sukses. Komisi Pemilian Umum atau KPU sebagai panitia penyelenggara kegiatan ini tengah mempersiapkan banyak hal termasuk melihat calon calon legislatif yang diajukan oleh partai politik masing masing.

Bukan hanya Pilpres, tapi 2024 nanti juga akan digelar Pemilu yang menentukan siapa saja orang orang yang akan duduk di kursi pemerintahan pusat atau DPR sampai dengan daerah DPRD serta DPD. Nama nama caleg tersebut kabarnya sudah diterima oleh KPU dan sedang mereka teliti serta seleksi. Sementara itu untuk capres dan cawapres, saat ini sudah ada tiga bacapres yang dikonfirmasi akan maju, yaitu Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan juga Prabowo Subianto. Pendaftaran capres dan cawapres sendiri akan dibuka bulan Oktober mendatang.

Harus Terapkan Budaya Politik Bermartabat

Melihat semakin dekatnya masa pemilu dan pilpres, Komisis Pemilihan Umum atu KPU terus mengajak para peserta pemilu dan pilpres untuk senantiasa menjaga budaya yang sudah lama diterapkan, yaitu budaya politik bermartabat. Hal ini bahkan sebenarnya sudah tertulis di dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum No. 15 tahun 2023 mengenai kampanye di masa pemilu, di mana ada di pasal 24 huruf F.

Salah satu bunyinya menyebut bahwa seluruh peserta pemilu maupun pilpres sangat dilarang untuk melakukan provokasi atau bahkan melakukan penyerangan secara pribadi maupun kelompok, kepada kelompok yang mendukung pasangan calon lain atau pasangan calon pesaing. Mereka juga diwajibkan tetap menggunakan Bahasa Indonesia maupun Bahasa Daerah yang sopan, santun, serta layak dikemukakan di depan publik.

Selain itu juga masih ada beberapa hal yang wajib dilakukan juga oleh para peserta pilpres dan juga pemilu selama masa kampanye nanti. Di mana mereka wajib sekali menjaga bahkan meningkatkan nilai nilai moralitas, serta agama, dan juga membuat bangsa ini tetap memiliki jati diri. Informasi yang benar juga harus dijaga, tidak menyebar hoax, dan selalu menyampaikan berit yang bertanggung jawab untuk pendidikan politik.

Bunyi Peraturan KPU

“Senantisa menjaga dan menjalin komunikasi politik yang teramat sehat di antara para peserta pemilu yang lainnya dan juga dengan masyarakat, yang merupakan bagian dari menjaga serta membangun budaya politik Indonesia yang bermartabat dan juga demokratis.” demikian bunyi salah satu Pasal yang tertulis di dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum No.15 tahun 2023.

Untuk pemilu dan pilpres tahun 2024 sendiri jika sesuai jadwal maka penyelenggaraannya akan terjadi sekitar bulan April mendatang seperti edisi 2019 lalu. Akan tetapi ini akan berubah ubah menyesuaikan dengan persiapan yang dilakukan.