google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Lonjakan Kasus Covid-19 Pasca Lebaran di Sejumlah Daerah

Sejumlah daerah di Indonesia sedang mengalami lonjakan Covid-19 setelah lebaran. Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi IX DPR RI menyampaikan sudah meminta kepada para dokter untuk siaga sampai akhir bulan Juli untuk mengantisipasi lonjakan kasus tersebut.

‘’Kami sudah melakukan koordinasi dan mengimbau seluruh dokter di Indonesia siap siaga. Bahkan Pak Wamenkes dan Pak Kasatgas kami meminta untuk sampai akhir bulan Juli itu betul – betul hati – hati. Siap siaga tenanganya apabila memang dibutuhkan,’’ jelas Ketua Umum PB IDI Daeng M Faqih, pada hari Kamis, 27 Mei 2021.

Melansir dari Kumparan yang sudah merangkum sejumlah kasus positif Covid-19 yang berkaitan dengan lebaran. Berikut beberapa di antaranya adalah :

267 Kasus Baru Covid-19 di Aceh

Angka kasus dari penyebaran Covid-19 di Aceh ini menjadi sorotan. Pasalnya, Aceh sekarang ini menjadi provinsi yang masuk ke dalam daftar tingkat penularan virus corona tertinggi. Pada hari Kamis 27 Mei 2021, ada penambahan kasus positif ini berjumlah 267 di Aceh. Angka tersebut merupakan tertinggi kasus harian sejak awal pandemi Covid-19 ini melanda Aceh.

Sementara sampai dengan hari Rabu 26 Mei 2021, kasus positif virus corona di Aceh ini sudah mencapai 13.848 orang. Untuk rinciannya, dinyatakan sembuh sebanyak 11.121 orang, di rawat 2.171 orang, dan meninggal dunia sebanyak 556 orang.

50 Kasus Baru Covid-19 di Salah Satu Desa di Jepara

Ada sebanyak 50 orang di RT 04 RW 02, Dukuh Gandu, Desa Nalumsari, Kecamatan Nalumsari, Jawa Tengah, terkonfirmasi positis Covid-19. Wagra yang tertular ini diduga karena mobilitas selama Lebaran tahun 2021.

Hal ini mengakibatkan wilayah RT tersebut ikut di lockdown selama 10 hari. Warga yang terpapar virus corona karena mobilitas ini baik sebelum maupun setelah lebaran.

Temuan Kasus Positif Covid-19 di Dusun Nglempong, Sleman

Kasus baru virus corona ini kembali lagi terjadi di Kabupaten Sleman. Kali ini tercatat sekitar belasan warga dari Dusun Ngelempong, Desa Umbulmartani, Kecamatan Ngemplak dilaporkan terinfeksi virus corona Covid-19. Kepala UPT Puskesmas Ngemplak I Seruni Anggraini sudah menduga kasus positif Covid-19 ini merupakan dampak dari kegiatan saling berkunjung pada saat Lebaran serta para pelaku perjalanan.

Total sebanyak 12 kasus aktif dari Dusun tersebut. Satuan Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan di dusun ini dilakukan pengetatan aktivitas keluar masuk bagi warganya. Lalu, akan diadakan skrining secara massal menyasar ke 200 warga penduduk di RT 01 dan juga 02 di dusun tersebut.

‘’Dilakukan pengetatan untuk aktivitas keluar masuk dusun Nglempong. Akan segera dilakukan skrining massal bagi warga di RT 01 dan juga RT 02,’’ jelas Seruni.

Terjaring Penyekatan, 2 Orang Pemudik Reaktif Virus Corona

Polres Metro Bekasi sudah melakukan test swab antigen terhadap 246 orang pemudik yang baru saja kembali dari kampung halamannya. Para pemudik ini diambil sampelnya di halaman kantor Kecamatan Cikarang Utara, Jalan Raya Urip Soemoharjo, Desa Cikarang Kota.

Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Hendra Gunawan sudah menyatakan ada sebanyak 2 orang pemudik telah dinyatakan reaktif dari total pemudik yang diperiksa sekitar 246 orang. ‘’2 orang dengan hasil reaktif Covid-19,’’ jelas Hendra melalui keterangannya, pada hari Rabu, 26 Mei 2021.

Hendra juga menyebutkan, 2 orang pemudik yang dinyatakan reaktif ini merupakan warga Margorejo, Kecamatan Dawe, dan juga warga Cakung. Mereka lalu dirujuk langsung ke Wisma Atlet. ‘’Dirujuk ke Wisma Atlet, Kemayoran,’’ ungkap Hendra.

Ada Penambahan Ruangan Isolasi di Kudus

Bupati Kudus HM Hartono pun merespons mengenai tingginya tingkatan keterisian rumah sakit rujukan Covid-19 di daerahnya. Dia pun menyiapkan sejumlah antisipasi supaya rumah sakit tidak mengalami kewalahan menghadapi lonjakan pasien Covid-19.

‘’Penanganan dari kasus Covid-19 di Kudus terus selalu kita upayakan. Kita tentu saja tidak ingin rumah sakit kewalahan. Maka dari itulah, kita masih terus bekerja keras agar kasus virus corona di Kudus secara maksimal bisa ditekan,’’ ungkap Hartopo, pada hari Kamis, 27 Mei 2021.

‘’Sebagai langkah antisipasinya, saya juga sudah menyiapkan ruang isolasi tambahan. Di antaranya, Rusunawa Bakalankrapyak, Balai Diklat Sonyawarih Menawan, Hotel Graha Muria Colo, Hotel King dan juga Asrama Akbid,’’ tambahnya lagi.

Lebih lanjut lagi Hartopo pun mengatakan ia dan Kapolres serta Dandim melakukan kunjungan ke Terminal Induk Jati. Di sanalah, ia melihat masih banyak para pengendara atau pun penumpang dari luar kota hendak masuk ke Kudus. Ia pun akan melakukan tes acak terhadap mereka.

Data dari Sumatera : Sebanyak 268 Ribu Orang Pemudik Belum Balik, 532 Terkonfirmasi Positif Covid-19

Kepala BNPB Ganip Warsito mengungkapkan data perbandingan dari jumlah kendaraan dan orang yang sudah melewati Pelabuhan Merak – Bakauheni pada tanggal 22 April hinggal 15 Mei 2021. Total sejumlah ada 420.049 orang dengan 123.331 melintasi dari Jawa ke Sumatera.

‘’Tercatat masih ada sebanyak 268.631 orang atau pun 64 persen dan juga 82,619 unit kendaraan atau pun 66 persen yang belum kembali dari Sumatera ke Jawa. Maka diperlukan lagi langkah mencegah penularan virus corona,’’ jelas Ganip dalam rapat dengan Komisi IX DPR, pada hari Kamis, 27 Mei 2021.

Ia menambahkan, sebagai catatan, terdapat 532 orang terkonfirmasi positif di Lampung dan dirawat di RS dan fasilitas isolasi. Berdasarkan data dari pos penyekatan Bakauheni tercatat rinciaannya asal 532 orang itu, tetapu 30 di antara mereka tidak ada keterangan asal.