Ma’ruf Amin Harap 4 Menteri yang Dipanggil MK Bisa Hadir ke Persidangan

Ma'ruf Amin
Wapres Ma’ruf Amin minta para menteri yang dipanggil MK datang ke persidangan.

cr photo: VOI.

Ma’ruf Amin yang merupakan Wakil Presiden Republik Indonesia, merespon keputusan MK yang memanggil 4 menteri di kabinet Presiden Joko Widodo, menurutnya siapapun yang dipanggil harus bersedia hadir. Seperti yang diketahui pada persidangan mengenai sengketa hasil Pilpres 2024, pihak Mahkamah Konstitusi memang memanggil setidaknya 4 menteri di kabinet Presiden Joko Widodo. Akan hal ini, Ma’ruf Amin selaku Wakil Presiden Indonesia mengatakan bahwa dirinya setuju setuju saja dengan keputusan yang diambil oleh MK. Ia pun berharap bahwa siapa saja yang memang dipanggil untuk bersedia datang ke persidangan tersebut.

Pihak Mahkamah Konstitusi sendiri akhirnya memang memutuskan untuk memanggil keempat menteri di kabinet Presiden Joko Widodo. Usulan ini sendiri sebelumnya memang sudah disampaikan oleh pihak AMIN maupun Fanjar-Mahfud kepada MK. Pemanggilan keempat menteri ini dikabarkan untuk memberikan keterangan terkait dugaan politisasi bansos yang dilakukan menjelang Pilpres 2024 lalu. Yang mana politisasi bansos sendiri menjadi salah satu hal yang dipermasalahkan oleh pihak pemohon, yaitu kubu AMIN maupun Ganjar-Mahfud.

Dari keempat menteri yang rencananya akan dipanggil oleh MK, di antaranya adalah Menteri Sosial Tri Risma Harini, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dan juga Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. Terkait pemanggilan keempat menteri di kabinet Presiden Joko Widodo ini, sang Wakil Presiden, yaitu Ma’ruf Amin memberikan responnya dengan berharap bahwa para menteri yang dipanggil MK bersedia untuk datang ke persidangan tersebut.

Kewajiban Konstitusional

Dalam sebuah kesempatan, Ma’ruf Amin mengatakan bahwa ia berharap memang pemanggilan yang dilakukan MK kepada empat menteri demi memberikan keterangan perihal bansos ini bisa dipenuhi oleh yang bersangkutan. Lantaran menurut Ma’ruf hal tersebut merupakan sebuah kewajiban konstitusional, sehingga siapapun harus datang ketika memang pihak MK sudah memberikan panggilan.

Menurut Ma’ruf juga pihak dari majelis hakim MK memang sangat memerlukan kehadiran keempat menteri tersebut sebagai saksi di persidangan. Pasalnya, hal tersebut nantinya akan membantu para hakim MK mendapatkan penjelasan yang lebih mendetail, serta lengkap mengenai program yang kemudian terus menjadi persoalan yang di bahas pada persidangan kali ini.

Dengan hal tersebut maka Ma’ruf pun berharap nanti keputusan yang diambil bisa berdasarkan akuntabilitas serta profesionalitas. Ia juga akan menyerahkan keputusan selanjutnya sepenuhnya kepada majelis hakim di persidangan terkait perkara yang ada. Kemudian ia juga mengatakan bahwa dirinya tak akan memberikan arahan khusus kepada para menteri yang memang dipanggil oleh MK.

Komentar Ma’ruf Amin

“Menurut saya, MK itu kan butuh penjelasan, jadi siapapun yang dipanggil wajib hadir, karena saya merasa bahwa itu juga merupakan sebuah kewajiban konstitusional. Jadi kan memang MK butuh penjelasan lebih lengkap ya, karena itu muncul di sidang MK, saya tak merasa ada masalah untuk kita, lantaran itu semua kan harus dijelaskan.” ujar Ma’ruf di sela kunjungan kerjanya di Kabupaten Tangeran, Selasa (2/4/2024) dikutip dari laman CNN Indonesia.

“Ketika nanti para menteri sudah memberi penjelasan, tentu semuanya akan semakin jelas situasinya. Saya rasa tak akan ada arahan, lantaran mereka sudah bisa menjalankah tugas beserta fungsinya, dan tugas pokoknya, serta mereka juga sudah menguasai masalah jadi tak perlu ada arahan. Itu urusannya akan diambil oleh MK, mereka yang menilai di persidangan dan juga membuat putusan. Kita tunggu saja putusan MK akan seperti apa.” jelasnya.