google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Masker Scuba dan Buff Tidak Efektif Untuk Mencegah Penularan Virus Corona

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mencegah penggunaan masker scuba dan juga buff sebagai masker perlindungan dari virus corona. Hal ini karena sifat masker yang begitu elastis tidak bisa menangkal virus secara maksimal.

Pada awal pandemi virus corona ini muncul, kelangkaan masker medis tidak bisa dihindari lagi. Masyarakat pun mencari alternatif yang lainnya untuk menggunakan masker. Salah satu masker yang dipilih untuk dijadikan sebagai alternatif adalah masker scuba.

Namun ternyata Kementerian Kesehatan Republik Indonesia lalu memberikan pernyataan bila masker tersebut bukan termasuk dalam jenis masker yang ideal untuk mencegah virus corona. Mengapa demikian?

Benarkah Masker Scuba Tidak Bisa Mencegah Virus Corona?

Masker scuba termasuk dalam jenis masker berbahan dasar kain elastis yang bisa meregang bila Anda tarik. Biasanya masker ini hanya terdiri dari satu lapisan saja. Selain motif dan juga warna yang sangat variatif, masker ini memang sering dipakai oleh kebanyakan orang karena bahan masker yang sangat elastis.

Hal inilah yang menjadikan masker scuba memiliki keunggulan karena banyak yang merasakan kenyamanan pada saat mengenakan masker tersebut. Pernapasan juga begitu mudah saat menggunakannya.

Menurut seorang spesialis THT dari Universitas Gajah Mada Yogyakarta, dr. Mahatma Sotya Bawono, M.Sc., Sp. ENT-Kl, sifat dari masker inilah yang justru membuat masker tersebut tidak efektif dalam menangkal virus yang menyebabkan penyakit Covid-19.

‘’Bahan masker scuba ini memang cukup elastis, sehingga serat – serat pada kain atau pori – pori kainnya mudah untuk membesar dan juga longgar. Jadinya, sekalinya menggunakan masker berlapis – lapis, hal tersebut termasuk sia – sia karena sifat masker yang elastif,’’ ungkap Boni.

Selain masker scuba, ada pula buff yang mana jenis penutup hidung dan mulut lainnya yang sering digunakan untuk mencegah penularan virus corona. Pada kenyataannya, bahan yang serupa digunakan untuk membuat masker scuba dan juga buff.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, melalui Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit saat itu, Ahmad Yurianto, juga tidak menyarankan keduanya untuk digunakan sebagai masker pencegah penularan virus corona.

Pori – pori pada masker yang bisa terbuka dengan lebih, celah yang sangat besar ini bisa memudahkan virus masuk, dibandingkan dengan masker kain yang memiliki tiga lapisan. Terlebih lagi, Covid-19 ini diperkirankan mampu menular melalui udara. Yang artinya adalah ukuran yang lebih kecil sehingga dibutuhkan masker yang rapat. Elastisitasnya juga bisa membuat kedua jenis masker ini tidak bisa menutupi bagian dagu, mulut dan hidung dengan begitu rapat.

Inilah Syarat Masker Berbahan Dasar Kain Yang Aman Digunakan

Ahmad Yurianto juga menjelaskan jika ada tiga jenis masker yang sekarang direkomendasikan dan cukup efektif dalam hal pencegahan penularan virus corona, yaitu masker bedah biasa, masker N95 dan juga masker kain. Bila Anda ingin memilih masker berbahan dasar kain, pastikan bahan yang digunakan untuk masker tersebut sudah memenuhi syarat yang direkomendasikan.

Berikut ini ada beberapa syarat pemilihan masker berbahan dasar kain, sebagaimana yang sudah dilansir dari Massachusetts Intitute of Tecnology :

  • Serat Kain Yang Rapat

Alasan utama dari penggunaan masker scuba dan buff yang tidak disarankan karena memiliki pori – pori yang begitu besar pada saat ditarik. Hal tersebut akan berdampak pada kemampuan masker dalam hal penyaringan atau filtrasi.

Memilih masker berbahan dasar kain yang memiliki serat cukup rapat. Penelitian terbaru menyebutkan masker yang terbuat dari bahan dasar katun 100 persen memiliki kemampuan filtrasi yang lebih baik.

  • Masker Sesuai Dengan Bentuk Wajah

Selain serat kain yang rapat, Anda juga bisa memastikan jika masker berbahan dasar kain yang sedang digunakan ini sesuai dan pas di wajah Anda untuk menutupi bagian dagu, mulut serta hidung. Pastikan untuk tidak ada celah di wajah Anda saat menggunakan masker.

  • Memiliki Minimal 3 Lapisan

Masker kain yang terdiri dari tiga lapisan ini diketahui memiliki kemampuan untuk menyaring yang lebih efektif, yaitu sekitar 50 sampai 70 persen. Masker kain dua lapisan juga bisa Anda gunakan dengan catatan bahan dasar dari serat kain yang harus rapat. Mengingat suplai masker bedah yang sekarang ini masih aman, tentu saja boleh Anda gunakan masker bedah dan tinggalkan masker kain.

Namun, studi terbaru yang sudah dilakukan oleh CDC beberapa waktu yang lalu menyebutkan penggunaan masker ganda atau double masks ini bisa membantu untuk mencegah penularan virus corona hingga 95 persen bila digunakan secara benar.

Anda juga bisa menggunakan masker bedah pada lapisan yang pertama, lalu menumpuknya dengan masker kain yang sesuai dengan bentuk wajah Anda. Hal ini bakalan bisa membantu menutup celah – celah yang mungkin saja bisa muncul saat menggunakan masker bedah.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sependapat dengan WHO, menyebutkan kriteria masker berbahan dasar kain yang baik ini setidaknya memiliki 3 lapisan. Itulah sebabnya, masker scuba dan buff ini sangat tidak dianjurkan untuk digunakans sebagai upaya untuk mencegah penularan virus corona karena hanya terdiri dari satu lapisan saja.