google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Mengapa Jenis Penyakit Diabetes Kering Tidak Ada Dalam Dunia Medis? Berikut Ini Penjelasannya

Penyakit diabetes kering ini sebenarnya tidak pernah masuk di dalam dunia medis. Akan tetapi, banyak pula masyarakat di Indonesia yang kerap kali menggunakan istilah tersebut.

Sebenarnya, apa itu yang dimaksud dengan diabetes kering? Dan apa saja jenis dari penyakit diabetes mellitus yang diakui oleh dunia medis?

Istilah penyakit diabetes ini memang sudah begitu familiar di kalangan masyarakat Indonesia, terlebih lagi bagi para penderitanya. Ternyata, di dalam dunia medis, istilah ini sebenarnya tidak pernah dijumpai. Lalu, apa itu diabetes kering?

Penyakit Diabetes Kering yang Sering Dipahami Masyarakat Awam

Penyakt diabetes kering dan juga diabetes basah yang kerap kali dipahami oleh kalangan masyarakat awam ini mungkin bisa saja merujuk pada luka yang biasanya dialami oleh para penderita dan juga kondisi tubuh penderita yang memang tampak kurus.

Anggapan ini pun ternyata disetujui oleh dokter Karlina Lestari yang mengganggap bila diabetes kering ini muncul di kalangan masyarakat sebagai gambaran bagi para penderitanya pernah mengalami luka luar, akan tetapi luka tersebut menjadi lebih cepat sembuh dan juga bisa mengering.

Untuk kondisi luka yang sembuh dan juga mengering ini bisa saja terjadi pada beberapa penderita yang memiliki kadar gula darah terkontrol dengan sangat baik. Semisalnya adalah minum obat diabetes dengan teratur serta selalu konsultasi dengan dokter.

Sementara itu, jika luka luar penderita ini mengalami kesulitan untuk sembuh dan tampak seperti borok, maka pada kondisi ini sering dianggap sebagai diabetes basah bagi masyarakat awam.

Diabetes kering dan juga basah ini sama – sama tidak ada di dalam kamus dunia medis. Hanya ada empat jenis penyakit diabetes saja yang diakui oleh para ahli di dalam dunia kesehatan.

Berbagai Jenis Penyakit Diabetes Yang Dikenal Dalam Dunia Medis

Dalam istilah medis, ada empat tipe atau jenis dari penyakit diabetes, yakni diabetes tipe 1, tipe 2, diabetes insipidus, dan juga diabetes gestasional.

Meskipun sama – sama menandakan kadar gula darah yang terlampau tinggi, keempat jenis penyakit ini pun ternyata memiliki perbedaan yang signifikan.

1. Diabetes Tipe 1

Diabetes tipe 1 ini adalah salah satu bentuk dari penyakit diabetes yang pada umumnya disebabkan oleh kondisi autoimun penderitanya. Hal ini berarti sistem kekebalan tubuh akan menyerang dan juga menghancurkan sel – sel yang sebelumnya berfungsi untuk bisa memproduksi insulin di dalam pankreas.

Selain itu juga, kondisi autoimun ini, diabetes tipe 1 pun bisa saja terjadi diakibatkan kerusakan pada kelenjar pankreas. Semisalnya adalah karena cedera yang mengenai pankreas atau pun dikarenakan penyakit tertentu.

Hal ini pun ternyata mengakibatkan kelenjar pankeras hanya bisa memproduksi insulin sedikit sekali atau pun tidak bisa memproduksi lagi. Padahal, insulin ini sangat diperlukan oleh tubuh manusia untuk memasukkan glukosa atau gula ke dalam jaringan dan jga sel – sel tubuh yang diolah menjadi energi.

Bila kadar insulin ini berkurang atau pun tidak ada sama sekali, maka glukosa akan segera menumpuk di dalam darah. Pada kondisi inilah, kadar gula tinggi tentu buruk untuk pembuluh darah dan bisa saja menyebabkan terjadinya komplikasi jika dibiarkan secara terus menerus. Bagi penderita diabetes 1 ini harus mendapatkan suntikan insulin untuk bisa mengendalikan kadar gula darahnya.

Penyakit diabetes tipe 1 ini bisa terjadi pada usia berapa pun. Namun, yang paling sering terjadi dimulai pada orang yang di bawah usia 20 tahun, bahkan bisa pula anak – anak. Beberapa tanda dan juga gejala dari diabetes tipe 1 ini seperti halnya :

  • Sering kali buang air kecil
  • Selalu merasakan haus
  • Rasa lapar menjadi meningkat, terlebih lagi saat setelah makan
  • Mulut menjadi kering
  • Berat badan bisa menurun drastis tanpa diketahui penyebab pastinya
  • Lebih mudah untuk merasakan kelelahan
  • Penglihatan menjadi kabur atau buram
  • Mudah sekali terkena infeksi, seperti infeksi kulit, vagina atau pun infeksi saluran kemih (ISK).

2. Diabetes Tipe 2

Berbeda halnya dengan diabetes tipe 1, untuk penderita dengan diabetes tipe 2 ini, kelenjar pankreas masih bisa dan mampu untuk memproduksi insulin. Meskipun demikian adanya, sel – sel yang ada di dalam tubuh ini tidak bisa menggunakan insulin secara efisien dalam mengolahan glukosa menjadi sumber energi bagi tubuh.

Kondisi ini dikenal dengan istilah resistensi insulin. Hal ini mengakibatkan, gula darah akan menumpuk terlalu banyak di dalam darah si penderita. Diabetes tipe 2 ini pun sering kali tidak menunjukkan gejala apapun.

Bahkan, tidak sedikit pula penderita yang kurang menyadari bahwa dirinya sedang terkena penyakit ini selama bertahun – tahun lamanya karena perkembangannya cenderung lebih lambat.

Oleh karena itulah, ada baiknya untuk Anda segera memerhatikan beberapa dari gejala diabetes tipe 2 di bawah ini :

  • Sering kali buang air besar
  • Sering juga merasakan haus dan lapar
  • Bagian – bagian pada kulit menjadi lebih gelap. Kondisi ini pun umumnya muncul di leher dan juga ketiak
  • Berat badan menjadi menurun tanpa sebab yang jelas
  • Lebih mudah merasakan lelah
  • Pandangan menjadi buram
  • Luka yang tidak kunjung sembuh

3. Diabetes Gestasional

Diabetes gestasional ini adalah suatu kondisi meningkatnya kadar gula di dalam darah pada masa kehamilan. Diabetes ini un umumnya terjadi pda masa trimester kedua, lebih tepatnya pada minguu ke 24 dan juga ke 28 masa kehamilan.

Seorang wanita tidak harus selalu mengalami penyakit diabetes sebelumnya untuk bisa mengidap penyakit satu ini. Anda pun tidak berarti akan rentan dan terkena diabetes setelah melahirkan.

Diabetes pada masa kehamilan ini bisa hilang setelah para penderitanya melahirkan. Namun, risikonya adalah bisa mengalami diabetes mellitus di kemudian hari dan tetap dapat meningkat.

Pada beberapa kasus tertentu, ada beberapa wanita yang mungkin saja sudah menderita diabetes ini sebelum mengandung, akan tetapi tidak menyadarinya. Lalu, diabetes gestasional ini pun terdeteksi saat hamil.

Jika tidak segera diatasi, kondisi dari diabetes ini tentu bisa terus menerus berlangsung meskipun penderitanya sudah melahirkan. Sebagian besar dari wanita yang mungkin tidak menyadari dirinya sedang mengidap diabetes ketika hamil ini dikarenakan penyakit tersebut tidak langsung menunjukkan gejala.

Supaya lebih waspada, Anda bisa mengamati beberapa diabetes gestasioanal di bawah ini :

  • Mudah sekali merasakan kelelahan
  • Rasa haus yang tidak seperti biasanya
  • Pandangan menjadi kabur
  • Sering kali buang air kecil

Diketahui ada sekitar 2 hingga 5 persen wanita hamil yang mengalami diabetes gestasional. Risiko ini pun bisa saja meningkat hingga 9 persen jika Anda memang memiliki faktor risiko dari penyakit diabetes. Semisalnya adalah kelebihan berat badan atau pun hamil pada usia di atas 30 tahun.

4. Diabetes Insipidus

Diabetes insipidus ini merupakan suatu kondisi di mana para penderitanya sedang mengalami ketidakseimbangan cairan di dalam tubuh. Diabetes ini cenderung langka dan disebabkan oleh gangguan pada hormon antidiuretic yang bernama vasopressin.

Hormon vasopresi ini berperan untuk mengatur jumlah cairan di dalam tubuh dan juga diproduksi hipotalamus dalam otak. Hormon ini lalu disimpan di dalam kelenjar pituari.

Pada penyakit diabetes insipidus ini, penderita akan mengalami kekurangan hormon vasopressin. Kondisi ini pun bisa menyebabkan ginjal tidak bisa menahan cairan dan jga memproduksi urine dengan kepekatan yang cukup.

Organ ginjal pun pada akhirnya akan mengeluarkan urine dalam jumlah yang sangat banyak. Sebagai akibatnya adalah para penderita diabetes ini pun akan merasakan haus yang cukup ekstrem dan sering kali buang air besar terutama saat malam hari.

Dengan menyimak penjelasan di atas, Anda diharapkan lebih memahami bahwa jenis dari diabetes kering dan basah ini memang tidak ada dalam dunia medis. Namun istilah ini muncul merujuk pada perbedaan untuk kondisi luka yang sedang diderita oleh para pasien.

Jenis diabetes yang diakui oleh para ahli medis ini hanyalah diabetes tipe 1, tipe 2, diabetes insipidus dan juga diabetes gestasional. Gejala dari penyakit ini pun hampir sama, yakni rasa haus yang cukup ekstrem, mudah merasakan lapar, dan sering kali buang air kecil.