google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Mengenal Alat Tes Saliva Dan Cara Penggunaannya

Tes Covid-19 saliva ini merupakan salah satu metode terbaru untuk mendeteksi virus corona yang jauh lebih nyaman dengan menggunakan saliva atau air liur.

Hingga sekarang ini, pemerintah Indonesia tidak menghentikan upaya untuk terus melawan virus corona. Salah satu dari sekaian banyak upaya yang dilakukan adalah dengan mencari atau menemukan metode yang efektif dalam hal mendeteksi virus corona. Dari berbagai sumber yang ada, terdapat wacana metode dengan liur ini akan menggantikan metode tes atau pun pemeriksaan sebelumnya dengan memakai cara swab.

Sebelumnya untuk gold standard uji deteksi penyakit dari infeksi virus corona adalah dengan metode PCR. PCR ini mempunya dua proses, yang pertama adalah dengan cara mengambil sampel lendir dengan swab, lalu sampel tersebut akan melalui proses selanjutnya bernama ektraksi.

Berbeda halnya dengan uji tes memakai air liur ini tidak memerlukan ekstraksi, namun hanya perlu menambahkan sedikit enzim tertentu dan dipanaskan.

Apa Itu Tes Covid-19 Saliva?

Metode untuk mendeteksi virus corona dari sampel air liur ini juga berguna sekali dalam hal mendeteksi ada atau tidaknya materi genetic virus yang ada di dalam sampel tersebut. Pemeriksaan dengan menggunakan sampel air liur ini bisa lebih cepat dikarenakan tidak lagi memerlukan proses yang begitu rumit, seperti halnya tes PCR, yang mana harus memerlukan proses ekstrasi atau pemurnian RNA dari virus terlebih dahulu.

Sampel air liur ini juga bakalan stabil sampai 24 jam lamanya berada di dalam kantong es dan pada suhu ruang. Tes saliva juga semakin banyak dipelajari karena cara untuk pengambilan sampel yang memang lebih disukai oleh pasien serta tenaga kesehatan. Kemungkinan dengan tes ini bisa menumbuhkan kesadaran kepada seluruh lapisan masyarakat agar melakukan tes ataupun pemeriksaan dini.

Cara Melakukan Tes Covid-19 Saliva

Untuk metode uji air liur ini hanya memerlukan sampel liur yang sedikit saja, bahkan diperkirankan kurang dari seperempat sendok the, lalu masukkan ke dalam botoh khusus spesimen dan dikirm langsung ke labolatorium untuk segera diperiksa.

Anda sebaiknya tidak minum 10 menit sebelumnya dan tidak makan ataupun minum apappun selama 30 menit sebelumnya. Hal ini akan bertujuan supaya sampel saliva air liur dalam kondisi bersih atau pun tidak ada kontaminannya.

Tes saliva ini dapat Anda lakukan atau kumpulkan dengan sendirinya, tidak seperti halnya swab hidung yang mengharuskan para tenaga kesehatan untuk melakukannya ketika mengambil sampel dari hidung Anda. Metode ini ternyata dinilai menurunkan kemungkinan risiko penyebaran virus corona kepada para tenaga medis pada saat mengumpulkan sampel.

Apakah Bisa Tes Air Liur Ini Menggantikan Tes Yang Sebelumnya?

Beberapa dari lembaga terkait sedang mempertimbangkan metode PRC dengan menggunakan sampel air liur atau saliva ini sebagai salah satu tes atau pun pemeriksaan untuk menegakkan diagnosis infeksi virus corona sebagai alternatif dari spesimen swab nasofaring sebelumnya.

Tes dengan menggunakan swab nasofaring ini dapat membuat Anda merasa kurang nyaman, merasakan sakit ketika tenaga kesehatan memasukkan alat swab ini ke dalam hidung, timbul rasa ingin bersin, batuk dan keluar air mata. Kemungkinan besar tes ini akan berpotensi mengeluarkan droplet atau pun aerosol ke udara dan berisiko menularkannya kepada orang di sekitarnya.

Sedangkan untuk tes saliva ini lebih sederhana sehingga Anda dapat melakukannya dengan sendiri, kemungkinan tanpa harus datang ke instansi terkait ataupun labolatorium, dan praktis serta nyaman. Selain membuat nyaman ketika melakukan pengambilan sampel, uji dengan air liur juga memiliki sensitivitas yang cukup untuk dapat mendeteksi virus corona. Dengan cara ini mungkin Indonesia akan segera menerapkan tes tersebut. Selain itu juga, tes ini tidak akan memerlukan proses ekstraski atau pun pemurnian RNA dari virus corona, seperti halnya tes swab.

Badan Pengawas Obat dan Makanan di Amerika Serikat (US Food and Drug Administration) sudah mengelurkan otorisasi penggunaan klinis tes dengan basis saliva ini karena memiliki tingkat akurasi yang lebih tinggi dan sebanding dengan alat tes swab. Namun untuk efektivitas spesimen air liur saliva ini masih memerlukan evaluasi yang lebih lanjut untuk menegaskan peran metode tes saliva dalam hal penegakan diagnosis penyakit tersebut.

Negara Mana Saja Yang Sudah Menggunakan Alat Tes Air Liur?

Penggunaan alat tes Covid-19 saliva ini untuk mendeteksi virus corona, nyatanya bukan hal yang baru dikarenakan beberapa negara telah melakukan penelitian lebih lanjut mengenai alat tes satu ini. Hong Kong, Taiwan, Singapura adalah beberapa dari negera yang sudah menerapkan tes saliva dengan sampel air liur sebagai salah satu dari alat tes pendeteksi virus corona.

Hasil Pemeriksaan Alat Tes Saliva

Menurut FDA jika hasil tes baik dari swab tes maupun dengan tes saliva ini menunjukkan negative berarti dalam sampel Anda tidak ada virus corona penyebab dari penyakit Covid-19.

Namun mungkin bisa saja kemungkinan sebuah tes masih belum memberikan hasil yang akurat hingga 100 persen. Inilah sebabnya tenaga kesehatan bakalan menentukan apakah Anda perlu melakukan pemeriksaan dengan PCR swab tes untuk lebig memastikannya.

Ada beberapa dari faktor yang dapat memengaruhi hasil pemeriksaan sampel saliva ini, di antaranya adalah :

  • Steroid nasal spray atau semprotan hidung
  • Mengonsumsi permen untuk membantu meringankan nyeri tenggorokan
  • Menggunakan alat semprotan hidung dekongestan
  • Darah
  • Pasti gigi
  • Merokok, serta
  • Obat kumur mulut.

Makanan dan bahan yang lainnya dapat pula berisiko mengakibatkan kontaminasi pada air liur yang sudah terkumpul sehingga menghasikannya juga bisa palsu.