google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Mengenal Apa Itu Gejala COVID Anxiety Syndrome dan Cara Mengatasinya

Pemerintah Indonesia sudah membuat keputusan unutk menurunkan level pembatasan sosial di sejumlah wilayah di tanah air. Untuk sebagian orang, melakukan aktivitas normal dan berinteraksi dengan sesame seperti sebelum masa pandemi merupakan hal yang cukup mengkhawatirkan.

Munculnya kecemasan selama beraktivitas ini ternyata mempunyai istilah medis tersendiri, yang biasanya disebut dengan nama COVID anxiety syndrome. Untuk lebih jelasnya mengenai kecemasan selama kegiatan di luar pada masa pandemi Covid-19, berikut penjelasan lengkapnya.

Mengenal Apa Itu Sindrom Kecemasan COVID?

Hampir semua orang pernah mengalami kekhawatiran dan ketakutan pada efek dari infeksi Covid-19 yang telah menyebar di seluruh penjuru dunia. Menurut para ahli, pengalaman yang berhubungan dengan rasa takut dan juga khawatir ini dikenal dengan nama sindrom kecemasan COVID atau pun COVID anxiety syndrome.

COVID anxiety syndrome ini merupakan suatu kondisi yang ditandai dengan kebiasaan melakukan pengecekan gejala Covid-19 secara terus menerus, selalu menghindari tempat umum, terlalu takut kotor hingga kebiasaan lainnya yang berhubungan dengan masalah penyesuaian diri.

Para ahli juga menjelaskan bahwa kemungkinan perilaku khawatir ini secara berlebihan akibat dari sindrom tersebut bisa bertahan dalam waktu yang relatif lama meskipun situasi pandemi covid-19 sudah terkendali.

Berdasarkan pada penelitian dari PLoS One pada Juni 2020 lalu, ada sebanyak 1.493 orang yang merasa terinfeksi virus corona, di mana pada kenyataannya hanya sekitar 245 orang yang benar – benar positif terinfeksi Covid-19. Studi ini ijuga telah melibatkan sebanyak 6.149 partisipan di atas usia 18 tahun.

Studi ini pun menemukan bahwa sindrom kecemasan covid ini berhubungan erat dengan tingkat kecemasan maupun depresi di atas rata – rata. Selain itu juga, sindrom ini pun ternyata mempunyai gejala yang hampir sama dengan kondisi kesehatan mental yang lainnya, seperti halnya obsessive compulsive disorder atau OCD dan juga post traumatic stress disorder atau PTSD.

Gejala Kenali Dari COVID Anxiety Syndrome

Berikut ini ada beberapa tanda maupun gejala dari sindrom kecemasan COVID yang wajib Anda waspadai, antara lain adalah :

  • Terlalu sering memikirkan segala sesuatu yang berhubungan erat dengan pandemi covid-19.
  • Munculnya rasa cemas yang begitu mengganggu aktivitas sehari – hari, semisalnya tidak mau belanja ke pasar karena takut tertular virus corona meskipun risiko terpapar relatif rendah di lokasi tersebut.
  • Selalu mengisolasi diri dari orang lain meskipun dalam keadaan sehat bugar
  • Hilangnya harapan dan juga pesimis dalam menghadapi pandemi Covid-19
  • Mengalami insomnia atau sulit tidur di malam hari
  • Biasanya merasakan gejala fisik yang tidak wajar, seperti sakit perut atau pun sakit kepala

Selain itu juga, beberapa orang yang sedang mengalami sindrom kecemasan covid ini pun mengalami peningkatan rasa cemas, stress, bahkan menimbulkan pikiran untuk mengakhiri hidup atau pun bunuh diri.

Bila Anda merasak bingung dalam membedakan kecemasan yang tergolong wajar atau pun termasuk ke dalam gejala dari sindrom kecemasan COVID di atas, bisa dengan menanyakan beberapa hal di bawah ini kepada diri sendiri.

  • Apakah respon yang saya rasakan selaras dengan potensi risiko atau pun bahaya yang ada sekarang ini?
  • Apakah orang terdekat saya merasak khawatir akan tingkat ketakutan yang tengah saya alami?
  • Apakah saya sudaha mematuhi protokol kesehatan yang berlaku, mulai dari hindari kerumunan, rajin cuci tangan dan selalu kenakan masker?

Jikalau tingkat kecemasan yang Anda rasakan tidaklah sesuai dengan potensi ancaman yang ada sekarang ini, mungkin waktu yang tepat untuk segera mencari pertolongan dari tenaga professional seperti psikolog.

Inilah Penyebab Dari Sindrom Kecemasan COVID

Menurut sejumlah ahli, COVID anxiety syndrome ini kemungkinan disebabkan oleh rasa takut akan tertular infeksi dari virus corona, dan juga masa pandemi yang tidak ada kepastiannya.

Selain itu juga, sebuah penelitian yang dimuat dalam jurnal Psychiatry Research menjelaskan bahwa dimensi kepribadian The Big Five pun turut serta berpengaruh pada potensi terpapar sindrom kecemasan COVID.

Sementara itu juga, orang – orang dengen kepribadian nurotisisme juga berisiko tinggi untuk mengalami sindrom kecemasan COVID. Neuritisisime ini merupakan kepribadian yang berhubungan erat dengan emosi negatif, seperti kesedihan, rasa takut mupun emosi yang tidak stabil.

Lalu, orang – orang dengan kepribadian extrovert dan juga terbuka pun mempunyai risiko yang lebih rendah untuk mengalami COVID anxiety syndrome.

Orang – orang dengan gejala OCD pun lebih rentan untuk mengalami sindrom kecemasan COVID di tengah tidak pastinya pandemi. Di tambah pula dengan kondisi pandemi ini bisa memperparah gejala dari OCD.

Beberapa dari faktor lainnya yang ikut serta meningkatkan risiko seseorang terpapar sindrom kecemasan COVID ini meliputi berbagai hal seperti di bawah ini :

  • Memiliki sikap toleransi rendah pada ketidakpastian

Bila seseorang tidak bisa menghadapi ketidakpastian dengan baik, maka meraka pun akan lebih rentan lagi mengalami rasa khawatir secara berlebihan dan juga mengembangkan sindrom COVID anxiety.

  • Paparan dari media

Berita seputar pandemi virus corona juga diliput secara luas oleh berbagai media sehingga masyarakat pun terus menerus mengonsumsi hal negatif yang berhubungan dengan pandemi. Fenomena ini pun dapat pula meningkatkan risiko munculny sindrom kecemasan COVID.

Cara Mengatasi COVID Anxiety Syndorme

Ada beberapa langkah yang mungkin saja bisa Anda coba dalam mengendalikan gejala – gejala dari sindrom kecemasan yang diakibatkan oleh pandemi virus corona seperti di bawah ini :

  • Cari berita – berita positif yang berhubungan dengan pandemi, seperti halnya perkembangan dari vaksin Covid-19, penurunan kasus yang ada di indonesia, serta pilihan pengobatan infeksi virus corona yang sudah ada.
  • Selalu jalani hari – hari secara bertahap dengan tidak terlalu berekspektasi tinggi pada pandemi. Dibandingkan harus memikirkan kapan situasi kembali normal seperti sedia kala. Ada baiknya Anda perlahan – lahan mulai menerima dan juga menjalani kehidupan dengan apa adanya, serta tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.
  • Bicarakan juga rasa cemas dan khawatir Anda dengan orang – orang terdekat. Hal tersebut memang cukup membantu untuk Anda mendapatkan dukungan moral selama menjalani hari – hari selama masa pandemi Covid-19.
  • Pertimbangkan juga untuk selalu membatasi waktu berselancar di sosial media supaya menghindari berbagai macam pemberitaan negatif yang berhubungan dengan Covid-19.
  • Luangkan waktu untuk menerapkan self care setiap harinya, seperti bersantai – santai, olahraga, dengarkan lagu favorit dan juga kegiatan lainnya agar bisa mengurangi stress yang dirasakan.

Apabila Anda telah mencoba beberapa cara di atas dan gejala dari sindrom kecemasan COVID ini tidak kunjung mereda dalam beberapa minggu terakhir, segera cari bantuan dari tenaga profesional seperti psikolog guna menangani apa yang sedang Anda rasakan.

Itulah informasi penting tentang COVID anxiety sindrome yang harus diketahui serta terapkan beberapa cara di atas untuk bisa mendapatkan ketenangan diri selama masa pandemi virus corona.