google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Mengenal Efek Gangguan Pembekuan Darah Pada Tubuh Manusia

Kabar kurang baik terjadi setelah vaksinasi Covid-19. Dilansir dari berbagai sumber, seorang pria 21 tahun meninggal dunia setelah mendapatkan vaksin Covid-19 AstraZeneca. Pria ini berdomisili di Jakarta tersebut pada awalnya mengeluhkan demam tinggi dan juga pegal – pegal setelah disuntik. Sampai sekarang ini, penyebab pasti dari kematian pria tersebut masih belum diketahui. Akan tetapi, banyak pula yang menyebutkan yang bersangkutkan sempat mengalami pembekuan darah sebelum dinyatakan meninggal dunia.

Lantas seberapa bahayanya efek pembekuan darah sampai bisa menyebabkan kematian? Simak penjelasannya lengkapnya di bawah ini.

Inilah Bahaya Pembekuan Darah Pada Tubuh Manusia

Melansir dari Healtline, pembekuan darah ini adalah fungsi normal yang akan terjadi ketika Anda mengalami cedera. Semisalnya jika Anda terjatuh maka bakalan terjadi pembekuan darah pada lokasi cedera sehingga Anda pun tidak kehilangan darah terlalu banyak.

Patut disayangkan, seperti yang sudah dijelaskan oleh dokter Astrid Wulan Kusumoastuti, terkadang pembekuan darah ini dapat menyebabkan komplikasi yang cukup serius bagi para penderitanya. Pembekuan darah dapat terbentuk di dalam pembuluh darah vena atau pun arteri. Penggumpalan darah ini disebut juga dengan nama pembekuan darah abnormal.

‘’Efek pembekuan darah yang abnormal ini dapat meningkatkan risiko bekuan darah bergerak di sepanjang pembuluh darah baik vena maupun arteri. Bekuan darah dapat tersangkut di pembuluh darah yang lebih kecil diameternya,’’ ungkap dokter Astrid.

‘’Tersangkutnya bekuan ini dapat menyebabkan aliran darah di pemuluh tersebut mengalami gangguan dan menyebabkan gangguan sesuai dengan lokasi pembuluhnya,’’ tambahnya lagi.

Dokter Astrid juga memberikan beberapa contoh. Ia memberikan ilustrasi, pembekuan darah yang tersangjut di otak misalnya dapat menyebabkan stroke iskemik. Jika sumbatan terjadi di area tungkai bisa menyebabkan deep vein thrombosis atau DVT. Sementara itu pula masih dengan contoh ilustrasi yang sama dari dokter Astrid, pembekuan darah yang tersangkut di area paru – paru bisa mengakibatkan emboli paru.

Memang tidak mudah untuk mengeindektifikasi apakah seseorang mengalami pembekuan darah. Salah satu cara untuk mengetahuinya adalah dengan pemeriksaan medis. Gejala yang timbul pun terkadang tidak jelas. Berikut ini gejala awal yang mungkin muncul diakibatkan oleh pembekuan darah di lengan atau kaki, perut, jantung, otak dan juga paru – paru :

  • Muncul pembengkakan
  • Rasa sakit
  • Sensasi hangat
  • Perubahan warna kemerah – merahan.

Ringan atau beratnya gejala tersebut akan tergantung pada ukuran gumpalan. Semisalnya, gumpalan kecil darah di bagian betis mungkin saja hanya menyebabkan pembengkakan ringan di betis tanpa adanya rasa sakit yang berlebihan.

Akan tetapi, jika bekuannya berukuran besar, maka seluruh kaki bisa terjadi pembengkakan dan disertai rasa sakit yang begitu hebat. Selain itu juga, Anda akan berisiko mengalami gangguan pembekuan darah, apabila kondisi berikut ini :

  • Obesitas
  • Perokok aktif
  • Usia di atas 60 tahun
  • Minum kontrasepsi oral
  • Mengalami atrial fibrillation atau pun atrial flutter
  • Mempunyai penyakit radang kronois
  • Kondisi gagal jantung kongestif
  • Sedang menderita kanker
  • Patah tulang, terutama ekstremitas bawah atau panggul
  • Dalam keadaan hamil
  • Duduk dengan waktu yang cukup lama.

Penanganan Pada Pembekuan Darah

Untuk penanganan masalah pada pembekuan darah memang harus berdasarkan penyebabnya. Itulah sebabnya, diperlukan pemeriksaan medis supaya dapat diketahui secara pastinya.

‘’Dilihat dulu penyebabnya kenapa, apakah ada gangguan faktor pembekuan, semisalnya kanker atau pun autoimun. Cara mengatasi yang paling umu biasanya dengan diberikan obat pengencer darah atau antikoagulan,’’ jelas dokter Astrid.

Mencegah memang lebih baik daripada mengobati. Pertimbangkan beberapa langkah berikut ini untuk mencegah dampak pembekuan darah di atas :

  • Mempertahankan berat badan yang ideal
  • Berhenti merokok
  • Dan beri tahu kepada dokter bila Anda memiliki riwayat pembekuan darah dalam keluarga.

Selain itu juga, pencegahan kasus gumpalan darah dengan menjaga pola makan yang sehat. Beberapa hal yang dapat dilakukan antara lainnya dengan menerapkan dier anti – inflamasi yang tinggi makanan kaya akan omega 3, buah – buahan dan sayur mayur serta makanan yang kaya akan vitamin E.

Aktif secaa fisik juga bisa membantu untuk mencegah terjadinya pengumpalan darah, terutama di bagian kaki. Hindari duduk yang terlalu lama. Usahakan bangun secara teratur dan berjala sejenak.