google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Mengenal Gangguan Psikosomatis, Saat Pikiran Bisa Menyebabkan Penyakit Pada Fisik

Stress merupakan hal yang cukup lumrah terjadi dan bisa saja dialami oleh semua orang. Akan tetapi, berhati – hatilah bila stress ini dibiarkan tanpa adanya penanganan karea bisa pula menimbulkan berbagai macam gangguan kesehatan, termasuk di dalamnya adalah gangguan psikosomatis. Penyakit juga dapat bermunculan atau pun bahkan bisa memperparah gejala atau berbagai keluhan fisik lainnya, seperti timbul rasa nyeri pada bagian tubuh tertentu.

Psikosomatis ini terdiri dari dua kata, yakni pikiran atau psyche dan juga tubuh atau soma. Adapun untuk gangguan psikosomatis ini merupakan penyakit yang melibatkan pikiran dan juga tubuh, di mana pikiran akan bisa memengaruhi tubuh sehingga munculnya penyakit tertentu atau pun bisa bertambah lebih parah lagi.

Istilah dari gangguan psikosomatis ini digunakan untuk menyatakan adanya keluhan secara fisik yang diduga kuat disebabkan atau menjadi parah oleh faktor psikis atau mental, seperti halnya rasa cemas atau pun stress.

Sedangkan dalam istilah psikologi sendiri, psikosomatis atau pun penyakit fungsional ini merupakan suatu kondisi yang bisa menyebabkan rasa sakit dan juga masalah dalam fungsi tubuhnya, walaupun tidak ditemukan kelainan pada pemeriksaan fisik, maupun pemeriksaan penunjang lainnya, seperti halnya rontgen atau tes darah.

Bagaimana Bisa Pikiran Memengaruhi Suatu Penyakit?

Seperti yang sudah diketahui, pikiran memang dapat menyebabkan munculnya berbagai gejala atau pun perubahan pada fisik manusia. Sebagai contohnya, saat merasakan cemas atau pun takut, bisa memunculkan tanda – tanda pada fisik, seperti denyut jantung menjadi lebih cepat, jantung terasa berdebar – debar atau palpitasi, rasa mual dan ingin muntah, tremor atau gemetaran, berkeringat, mulut menjadi kering, sakit di bagian dada, sakit kepala, sakit perut, napas menjadi lebih cepat, nyeri otot dan juga nyeri punggung.

Adapun gejala fisik tersebut bisa disebabkan oleh meningkatnya aktivitas listrik atau pun impuls saraf dari otak ke bagian tubuh yang lainnya. Selain itu juga, pelepasan dari zat adrenalin atau epinefrin ini ke dalam aliran darah juga dapat menyebabkan gejala fisik seperti di atas.

Sampai sekarang ini, bagaimana persisnya pikiran dapat menyebabkan gejala tertentu dan juga bisa memengaruhi penyakit fisik, seperti halnya ruam pada kulit atau pun darah tinggi, masih belum diketahui secara pasti.

Impuls saraf yang arahnya menuju langsung ke bagian – bagian tubuh atau pun otak, diduga bisa memengaruhi sel – sel tertentu di dalam sistem kekebalan tubuh manusia, sehingga dapat pula menyebabkan timbulnya gejala penyakit. Namun, secara keseluruhan hal tersebut masih belum bisa dipahami benar.

Penyakit Disebabkan Oleh Gangguan Psikosomatis

Saat faktor mental bisa memunculkan gejala penyakit tertentu, namun penyakit itu sendiri masih belum bisa ditemukan atau pun dideteksi secara fisik, atau mengeluhkan sakit yang tidak sesuai dengan gejalanya, berbagai kondisi tersebut bisa dikelompokkan ke dalam gangguan psikosomatis. Keluhan dari psikosomatis ini terkadang memang sulit sekali untuk dikenali, baik oleh para penderitanya sendiri maupun oleh dokter, dikarenakan tidak ada menunjukkan tanda dan juga gejala secara spesifik.

Namun satu hal yang pasti adalah gangguan ini bisa menyebabkan permasalahan cukup nyata bagi para penderitanya dan juga orang – orang yang ada di sekitarnya. Beberapa dari penyakit tertentu memang bisa terbukti dapat diperberat oleh kondisi mentalnya seseorang. Semisalnya pada penyakit psoriasis, tukak lambung, tekanan darah tinggi, diabetes, dan juga eksim.

Kondisi dari penyakit tersebut tidak jarang bakalan kambuh atau pun semakin berat saat penderitanya mengalami cemas atau pun stress. Namun secara kondisi fisiknya tersebut tampak nyata dan dalam pemeriksaan fisik akan terdeteksi oleh dokter dan tenaga medis lainnya.

Berbeda halnya dengan gangguan psikosomatis, gejala – gejala yang akan muncul dan juga tanda kelainan fisik yang terdapat pada penderitanya tidak terlalu jelas, dan tidak lagi terdeteksi oleh dokter dan tenaga medis. Namun, keluhan dan juga dampak dari gangguan ini bisa dirasakan secara nyata oleh para pasiennya. Hal ini pun juga menyebabkan gangguan psikosomatis terkadang menjadi lebih sulit untuk dideteksi.

Begini Cara Mengatasi Gangguan Psikosomatis

Gangguan psikosomatis ini bisa diatasi atau pun diringankan dengan beberapa metode terapi dan juga pengobatan lainnya, seperti halnya :

  • Psikoterapi, salah satunya adalah dengan cara atau metode terapi kognitif perilaku.
  • Meditasu atau pun latihan relaksasi.
  • Teknik pengalihan.
  • Akunpuntur.
  • Hipnoterapi atau pun hypnosis.
  • Terapi listrik, yakni dengan cara transcutaneous electrical nerve stimulation atau TENS.
  • Fisioterapi.
  • Penggunaan obat – obatan, seperti untuk obat antidepresen atau obat untuk menghilangkan rasa sakit yang sudah diresepkan oleh dokter.

Dalam hal metode terapi kognitif perilaku ini, para penderita gangguan psikosomatis ini akan diminta untuk mencari tahu terlebih dahulu apa saja yang bisa membuat gejala menjadi semakin buruk. Terapi ini pun bisa membantu pasien untuk meredakan pikiran secara berlebihan, serta menangani perasaan dan juga perilaku yang berkaitan erat dengan gejala penyakit yang sedang ia alami.

Gangguan psikosomatis ini adalah jenis gangguan yang sebaiknya langsung ditangani oleh psikiater atau pun psikolog dan juga tidak jarang dari gangguan psikosomatis ini memerlukan perpaduan antara psikoterapi dengan obat – obatan secara medis.

Meskipun tidak tampak secara fisik, keluhan dari psikosomatis ini pun dapat menimbulkan permasalahan lainnya bagi para penderitanya. Apabila Anda atau pun seseorang yang dikenal diduga sedang menderita psikosomatis, sebaiknya untuk melakukan konsultasi dengan psikiater atau pun psikolog untuk bisa mendapatkan penanganan dan juga pemeriksaan lebih lanjut lagi.