google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Mengenal Gejala Happy Hypoxia Pada Penderita Covid-19

Beberapa waktu terakhir ini, istilah dari happy hypoxia kerap kali muncul dan dikaitkan langsung dengan infeksi virus corona yang sedang melanda seluruh dunia.

Meskipun memiliki nama yang terkesan diartikan sebagai kebahagiaan, namun kondisi pada happy hypoxia ini memang perlu diwaspadai karena dapat membahayakan kepada para penderitanya.

Covid-19 ini bisa menimbulkan berbagai macam gejala, seperti halnya batuk, pilek dan juga demam tinggi. Pada kasus yang cukup parah, penyakit tersebut dapat menyebabkan sesak atau kesulitan bernapas dan juga penurunan kesadaran akibat dari kekurangan asupan oksigen.

Di sisi yang lainnya, ada juga pasien penderita Covid-19 yang  tidak merasakan gejala sama sekali. Meskipun dengan tidak adanya gejala, ternyata infeksi dari virus corona ini masih bisa membuat tubuh si penderita mengalami penurunan oksigen secara perlahan – lahan.

Untuk fenomena kasus berkurangnya jumlah oksigen di dalam tubuh manusia ini tanpa menimbulkan gejala yang berarti dikenal dengan sebutannya happy hypoxia.

Mengenal Apa Itu Hipoksemia dan Happy Hypoxia

Pada umumnya, kadar oksigen di dalam darah manusia atau saturasi oksigen ini ada pada rentang sekitar 95 hingga 100 persen atau pun berkisar 75 sampai dengan 100 mmHg.

Saat kadar oksigen di dalam darah manusia ini berkurang sampai di bawah angka tersebut,maka tubuh bakalan mengalami kekurangan oksigen. Kondisi inilah yang disebut dengan hipoksemia atau hipoksia.

Ada banyak hal yang bisa menyebabkan seseorang bisa mengalami hipoksia, di antaranya adalah sebagai berikut :

  • Kelainan pada organ jantung
  • Gangguan pada fungsi paru – paru, semisalnya emfisema, bronchitis, asma, pneumonia, PPOK serta kanker paru – paru
  • Gangguan pada pernapasan ketika tidur atau sleep apnea
  • Anemia

Selain itu juga, hipoksia ini pun bisa terjadi pada orang – orang yang menyelam hingga kedalaman tertentu atau pun sedang berada pada ketinggian tertentu.

Hipoksia ini yang tidak segera ditangani dengan baik dapat menyebabkan terjadi kerusakan pada jaringan dan organ tubuh lainnya, seperti jantung dan otak. Saat hal tersebut terjadi, fungsi dari organ tubuh akan terganggu sehingga dapat pula menimbulkan berbagai macam masalah kesehatan lainnya.

Sebagian besar dari para penderita yang sedang mengalami hipoksia ini akan mengalami gejala seperti sesak napas, kulit pucat, lemas, bibir dan kuku tampak berwarna kebiru – biruan. Bila kondisi sudah parah, hipoksia ini dapat membuat para penderita mengalami penurunan kesadaran atau pun bahkan bisa mengakibatkan koma.

Meskipun demikian, pada beberapa kasus tertentu, hipoksia ini bisa saja terjadi tanpa munculnya gejala apa pun dan baru dapat terdeteksi pada saat penderitanya menjalani pemeriksaan darah atau pun pemeriksaan saturasi oksigen dengan alat yang biasanya disebut dengan naman pulse oximeter. Dalam kondisi tersebut dikenal dengan nama silent hypoxia atau pun happy hypoxia yang diduga bisa terjadi kepada penderita Covid-19.

Apa yang Bisa Menyebabkan Terjadinya Happy Hypoxia?

Ada teori yang menyebutkan jika happy hypoxia ini terjadi diakibatkan oleh adanya peradangan pada jaringan paru – paru yang disebabkan infeksi oleh virus corona.

Ada juga yang menjelaskan bahwa hal tersebut terjadi karena adanya masalah pada sistem saraf yang mampu mengatur fungsi pernapasan dan juga kadar oksigen dalam darah.

Kendati pun penyebab dari terjadinya happy hypoxia bagi penderita Covid-19 ini masih belum bisa dipastikan, beberapa dari hasil penelitian sudah menunjukkan bahwa happy hypoxia bisa meningkatkan risiko kematian pada pasien Covid-19.

Oleh karena itulah, masing – masing orang yang telah dinyatakan positif  Covid-19 masih tetap perlu waspada meskipun tidak mengalami gejala apa pun yang berarti.

Penanganan Pada Penderita Happy Hypoxia

Untuk kondisi hipoksia, baik yang mengalami gejala maupun tidak sama sekali, masih perlu dan harus segera ditangani oleh dokter atau pun tenaga medis.

Untuk dapat menangani hipoksia ini, dokter bakalan memberikan terapi oksigen dan juga menangani penyakit atau pun kondisi yang bisa menyebabkan penurunan kadar oksigen di dalam tubuh manusia.

Bagi para penderita hipoksia yang masih bisa bernapas, sebenarnya hipoksia dapat ditangani dengan cara pemberian oksigen melalui masker atau pun selang oksigen.

Sedangkan untuk para pasien yang sedang mengalami penurunan kesadaran, koma atau pun sudah tidak bisa lagi bernapas dengan lega, dokter atau tenaga medis akan langsung memberikan oksigen melalui ventilator dan juga melakukan perawatan intensif di ruangan ICU.

Apabila Anda sedang merasakan gejala dari Covid-19 atau pun pernah melakukan kontak erat dengan orang – orang yang sudah positif Covid-19, sebaiknya langsung saja memeriksakan diri ke dokter di  rumah sakit.

Jika Anda sudah dinyatakan terinfeksi oleh virus corona, tetaplah waspada meskipun tidak mengalami gejala apa pun, karena bisa saja terjadi pada kondisi happy hypoksia ini.