google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Mengenal Jenis Masker Berbahan Kain Sesuai SNI Dan Cara Pembuatannya

masker kain sni
Masker Kain SNI

Masker sudah menjadi barang yang wajib dimiliki sekarang akibat dari pandemi virus corona yang belum berakhir. Dapat dikatakan, masker menjadi salah satu senjata yang cukup ampuh untuk menghindari diri dari infeksi virus corona. Oleh karena itulah, sekarang ini pemerintah sudah membuat untuk standarisasi masker berbahan dasar kain. Dibuatnya standard ini supaya efektivitas masker dalam hal mengurangi angka penularan virus corona juga semakin lebih baik lagi. Simak ulasan lengkap kami di bawah ini.

Apa Itu Masker Kain Sesuai SNI?

Dalam penetapan SNI bagi masker berbahan dasar kain ini, pemerintah sudah menetapkan tiga tipe yang perlu diperhatikan lebih detail bagi masyarakat dan para produsen masker yang dapat memenuhi standar yang sudah ada sekarang ini.

  • Masker Tipe A

Masker jenis ini merupakan masker yang paling banyak digunakan oleh masyarakat pada umumnya. Namun, perlu untuk diperhatikan adalah kain yang digunakan sebagai bahan masker ini paling sedikit adalah dua lapis.

Kemudian harus memiliki batas sekitar 15-65 cm3/cm2/detik untuk daya tembus masker. Untuk penyerapannya pun dipastikan harus kurang dari 60 detik dengan memiliki 75 mg/kg level formaldehida bebas.

Warna kain masker juga diharapkan tidak mengalami luntur ketika terkena sabun sampai 75 mg/kg dan juga daya serap masker kurang dari 60 detik. Lalu, tidak mudah luntur dikarenakan terkena cairan apapun.

Baca juga Ciri – Ciri Masker Dengan Izin Edar Dari Kemenkes RI

  • Masker Tipe B

Berbeda halnya dengan masker tipe A di atas, untuk masker tipe B ini digunakan untuk menyaring bakteri. Sebenarnya untuk kriteria ini hampir mirip dengan jenis masker yang pertama.

Masker jenis satu ini diharuskan sudah lulus uji ketepatan penyaringan bakteri. Paling tidak dengan masker tipe B ini harus berada di batas lebih dari 60 persen. Kemudian, sudah mempunyai kualitas kain untuk masker yang berada di bawah tekanan 15 deferensial.

  • Masker Tipe C

Selanjutnya untuk tipe masker yang satu ini memang lebih sulit proses pembuatannya. Dikarenakan fungsi untuk penyaringan partikel yang masuk dari udara ke dalam masker.

Lalu, apa saja kriteria untuk masker tipe C ini? Sebenarnya Anda harus melapisi masker dengan dua kain. Pastikan juga kain memiliki sekitar 75 mg/kg untuk kadar formaldehida bebas.

Untuk daya serapnya juga tidak boleh melebihi dari semenit. Bagian warna kain masker ini tidak boleh luntur pada saat terkena cairan pada saat dicuci.

Masker tipe C ini harus lulus uji ketepatan penyaringan partikulat dengan batasan lebih dari 60 persen. Berbeda dengan jenis masker tipe B, masker jenis satu ini harus mengalami pengukuran mutu masker tekanan diferensial dengan batas di bawah 21.

‘’Sebenarnya tujuan dari pemerintah membuat standarisasi masker kain ini untuk mencegah penyebaran dari virus corona yang begitu cepat. Caranya adalah dengan memakai masker yang memiliki bahan dasar pembuatan yang benar dan sesuai,’’ jelas dokter Devia Irine Putri.

”Dikarenakan beberapa waktu yang lalu sempat dijual beberapa masker dengan bahan scuba, padahal masker tersebut sudah tidak efektif lagi. Jadinya, sekarang pemerintah pun memiliki standarisasi yang jelas dalam hal pembuatan masker berbahan dasar kain,” tambahnya lagi.

Cara Membuat Masker Berbahan Dasar Kain Berdasarkan SNI

Kunci utama dalam proses pembuatan masker yang sangat efektif ini adalah dengan pemakaian kain dua lapisnya. Adapun untuk bahan – bahan yang wajib disediakan, mulai dari benang jahit, benang, gunting, peniti, 4 potong kain dengan ukurang yang sesuai biasanya dengan ukur 50 X 50 cm, dan tali sepatu ataupun karet sebagai pengait masker.

Untuk cara pembuatan masker berbahan dasar kain :

  • Dobel kain yang telah Anda potong, lalu kemudian lipat jadi dua bagian.
  • Gunting kain tersebut menjadi bentuk persegi sebesar 25 x 15 cm.
  • Posisikan tali melintang secara horizontal.
  • Tali atau potongan kain 45 X 2 cm dilipat, yang atas mengarah ke bawah, begitu pun sebaliknya. Lipatlah satu kali lagi di bagian tengahnya, lalu jahit agar lebih rapi.
  • Ambil kain yang sudah didobel dan dipotong, letakkan kain yang Anda pilih sebagai bagian luar.
  • Letakkan tiap tali pada empat sudut kain memakai jarum pentul. Tiap ujung tali berada di bagian tengah kain.
  • Siapkan kain dobel lainnya dan sejajarkan dengan yang sebelumnya, tumpuk di atas tali-tali.
  • Gabungkan kain memakai peniti di atas, bawah, kiri, dan kanan.
  • Jahit garis lurus dari tengah bawah menuju sudut yang kiri. Jahitan ekstra bisa ditambah agar tali terjahit lebih kencang.
  • Jahit sekeliling bagian kain, peniti atau jarum pentul bisa sambil dilepas.
  • Lanjutkan menjahit sampai titik awal. Buat jarak sebesar 4 cm dari titik itu. Lalu, bagian yang dalam dibalik ke luar, sehingga tali ada di luar.
  • Pada bagian luar, kain dilipat jadi tiga lapis.
  • Sematkan jarum pentul atau peniti di tiap lipatan.
  • Jahit pada sekeliling bagian masker dan sisakan 5 cm dari pinggir kain. Bagian lipatan cenderung lebih tebal sehingga harus teliti saat menjahit.
  • Kemudian, buat jahitan yang kedua 5 cm dari jahitan yang pertama.
  • Masker pun telah jadi! Sehabis membuat masker, sebaiknya cuci dulu sebelum dipakai.

Bahan masker kain ini juga sudah memiliki standar, yang pastinya kita juga harus tahu cara menggunakan dan melepaskan masker secara benar. Jangan lupa juga untuk menerapkan jarak jarak dan cuci tangan