google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Mengenal Lebih Dekat Epidemiologi Hantavirus di Indonesia

Hantavirus adalah salah satu dari jenis penyakit zoonosis yang ditularkan oleh hewan pengerat kepada manusia. Penyakit tersebut dapat mengakibatkan berbagai gangguan kesehatan bagi manusia, seperti halnya penyakit paru – paru dan juga ginjal.

Pada awalnya, hantavirus ini diketahui sekitar tahun 1951 sampai dengan 1956 saat terjadinya kasus infeksi virus tersebut kepada lebih dari 3000 orang prajurit tentara Amerika yang berada di Korea, yang mana termasuk cikal bakal virus ini menyebar ke Amerika.

Namun, dikarenakan hewan pengerat ini banyak sekali di temukan di Negara berkembang lainnya, hantavirus ini menjadi salah satu penyakit yang patut diwaspadai di banyak Negara berkembang, termasuk di dalamnya adalah Indonesia.

Lalu, sebenarnya seperti apa epidemiologi hantavirus yang ada di Indonesia ini? Berikut ini ulasan lengkap mengenai hantavirus di Indonesia.

Inilah Penyebab dan Penularan Hantavirus pada Manusia

Infeksi dari hantavirus ini disebabkan oleh virus Hanta genus Hantavirus, dari family Bunyaviridae. Anggota dari Hantavirus ini dapat dibedakan menjadi 3 kelompok yang berdasarkan pada penyakit disebabkan olehnya.

  • Kelompok yang tidak bisa menimbulkan penyakit kepada manusia
  • Kelompok yang bisa menyebabkan HPS atau Hantavirus Pulmonary Syndrome, serta
  • Kelompok yang dapat menyebabkan HFRS atau Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome.

HTV atau Hantavirus ini diketahui merupakan penyebab dari HPS dan juga HFRS. Beberapa dari subtype Hantavirus lainnya, seperti halnya Hantaanvirus atau HNTV, SEOV atau Dobrava dan Seoul virus, merupakan penyebab dari HFRS sedang dan juga berat di sekitar kawasan Asia, sedangkan untuk virus Puumala yang menjadi penyebab dari HFRS ringan di sekitar kawasan Eropa dan juga Skandinavia.

Untuk subtype Sin Nombre yang merupakan penyebab dari HPS yang ada di Amerika Utara dan juga Andes virus atau ANDV merupakan penyebab dari HPS di sekitar kawasan Amerika Selatan, Chili serta Argentina.

Hantavirus yang ditularkan melalui tikus maupun hewan pengerat yang lainnya. Penularan hantavirus ke manusia pun dapat terjadi melalui berbagai macam cara seperti berikut ini :

  • Sedang melakukan kontak langsung dengan hewan pengerat yang sudah terinfeksi
  • Sedang melakukan kontak dengan ekskresi hewan pengerat yang sudah terinfeksi virus, seperti halnya feses, urine dan saliva atau air liur.
  • Caplak atau kutu yang menempel di permukaan kulit hewan pengerat ternyata berperan besar terhadap penularan hantavirus ini, haik antar hewan ke hewan, hingga ke manusia.
  • Bisa juga melalui aerosol dari debu maupun benda – benda yang telah terkontaminasi dari fases atau pun urine hewan pengerat yang terinfeksi virus.

Epidemiologi Hantavirus yang Sudah Ada di Indonesia

Untuk epidemiologi Hantavirus yang ada di Indonesia ini masih sangat jarang sekali diketahui, namun beberapa dari hasil survey serologi pada rodensia sudah dilakukan sekitar tahun 1984 hingga 1985 di pelabuhan kota Semarang dan juga kota Padang.

Selain itu juga, ada pula laporan dari beberapa studi kasus HFRS di kota Yogayakarta sekitaran tahun 1989.

Penelitian selanjutnya pun merupakan dari hospital based study yang sudah dilakukan pada tahun 2004 di 5 rumah sakit di Makassar dan juga Jakarta telah menunjukkan bahwa dari total 172 orang yang dicurigai sedang mengidap HFRS dengan mengalami gejala demam tinggi sekitar 38,5 derajat celcius, dengan atau pun tanpa manifestasi pendarahan disertai dengan adanya gangguan ginjal, ternyata ada 85 yang diperiksa seropositive masing – masing 5 terhadapat HTNV/SEOV, 1 terhadap SNV, serta 1 lainnya adalah terhadap PUUV.

Beberapa dari publikasi pun sudah menyatakan adanya infeksi Hantavirus dan juga virus Seoul pada penduduk di Indonesia.

Meskipun dari kasus infeksi Hantavirus pada manusia ini sering kali dikacaukan atau pun bersamaan dengan infeksi dari virus Dengue, terutama kepada para pasien yang awalnya diduga terinfeksi virus dengue.

Pada rodensia, keberadaan dari antibodi terhadap Hantavirus yang berasal dari korea ini telah dilaporkan pada tikus yang ada di berbagai wilayah di Indonesia.

Lebih lanjutnya lagi, Hantavirus baru juga berhasil dideteksi dari tikus yang ada di rumah berasal dari kota Serang, provinsi Banten, hingga virus ini diberi nama Hanta strain Serang atau SERV.

Berdasarkan pada hasil peneltian secara molekuler, virus ini berbeda dengan virus Hanta pada umumnya, namun masih serumpun, sehingga diberikan nama Serang virus.

Mengenal Jenis Penyakit yang Disebabkan Oleh Tikus

Terdapat banyak pula penyakit yang ternyata disebabkan oleh tikus dan mungkin saja akan berdampak buruk pada tubuh manusia. Hal ini terjadi pada saat hewan tersebut menggigit Anda atau pun air kencing hewan ini mengenai makanan. Maka dari itulah, Anda harus tetap berhati – hati dan waspada mengenai hal tersebut.

Tikus bisa menyebabkan beberapa penyakit yang mungkin saja berkembang dan menjadi gangguan yang cukup parah bagi tubuh manusia. Hal ini bisa saja terjadi saat Anda mengalami cakaran maupun gigitan yang dapat menyebabkan demam.

Untuk gangguan yang lainnya pun bisa disebabkan oleh kutu dari badan tikus, urine, hingga kotorannya pun sudah tercampur ke dalam makanan.

Hal yang memang wajib Anda lakukan adalah harus sebisa mungkin menghindari lokasi dan daerah yang ada banyak tikusnya. Komplikasi yang cukup berbahaya, seperti halnya kerusakan ginjal dan juga hati mungkin bisa terjadi.

Maka dari itulah, Anda harus lebih mengetahui penyakit yang bisa disebabkan oleh tikus untuk dapat langsung menghindarinya. Berikut ini ada beberapa penyakit yang disebabkan oleh tikut, di antaranya adalah :

HPS atau Hantavirus Pulmonary Syndrome

Salah satu dari penyakit yang bisa disebabkan oleh tikus adalah HPS atau hantavirus pulmonary syndrome. Penyakit ini bisa menyebabkan kematian bagi sebagian orang.

Penularannya penyakitnya pun bisa melalui kotoran, urine, atau pun air liur tikus yang telah terinfeksi virus. Seseorang yang sudah tersedang penyakit ini saat menghirup virus tersebut.

Oleh karena itulah, pencegahan dari hewan pengerat ini bisa dilakukan di sekitaran rumah memang penting dilakukan oleh semua orang.

Murine Typhus

Murine typhus merupakan salah satu jenis penyakit yang disebabkan oleh virus. Gangguan ini juga bisa ditularkan ke manusia melalui kutu yang ada di dalam tubuh tikus.

Tikus yang sudah terinfeksi penyakit ini pada umumnya berada di lokasi atau pun lingkungan tropis lembap. Seseorang yang hidup di rumah dengan banyak sekali tikus di dalamnya bisa meningkatkan risiko terhadap gangguan penyakit tersebut.

RBF atau Rat Bite Fever

RBF atau Rat bite fever adalah salah satu dari banyak penyakit yang disebabkan langsung oleh tikus. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi baktyer streptobacillus moniliformis ini bisa terjadi saat Anda tergigit maupun dicakar oleh hewan tersebut.

Selain itu juga, Anda bisa mendapatkan infeksi ini melalui makanan atau pun air yang sudah terkontaminasi oleh tikus.

Bila di lokasi atau pun lingkungan yang ada di sekitar Anda terdapat banyak tikus dan juga Anda akan mengalami berbagai macam gejala tertentu, sebaiknya pun untuk segera langsung bertanya ke dokter atau tenaga kesehatan lainnya.

Leptospirosis

Leptospirosis adalah jenis penyakit yang disebabkan langsung oleh tikus. Hal tersebut disebabkan oleh infeksi bakteri genus leptospira yang masuk ke dalam tubuh melalui luka yang terbuka, lalu bersentuhan langsung dengan sumber infeksi.

Gangguan ini bsia menimbulkan berbagai macam gejala bagi penderitanya, tetapi dari beberapa kasus tidak menujukkan gejala.

Beberapa dari gejala yang mungkin saja ditimbulkan saat Anda tersedang penyakit ini di antaranya adalah demam tinggi, sakit kepala yang sangat parah, nyeri pada otot hingga sakit kuning.

Jika tidak segera diobati, penderitanya akan mengalami kerusakan ginjal parah, gagal hati, meningitis serta gangguan pernapasan. Untuk kasus kematian dari penyakit ini masih jarang terjadi.

Eosinofilik Meningitis

Kita semua bisa saja mengalami eosinofilik meningitis yang disebabkan oleh hewan pengerat tikus. Untuk gangguan ini bisa menyebabkan infeksi pada otak yang terjadi dikarenakan peningkatan jumlah infeksi cacing yang dapat menembus ke dalam tubh manusia.

Organisme yang sangat sering menyebabkan penyakit ini adalah cacing pada paru – paru tikus yang biasanya disebut dengan istilah Angiostrongylus cantonensis.

Itulah beberapa penjelasan lengkap mengenai epidemiologi Hantavirus yang ada di Indonesia. Meskipun masih sangat jarang sekali terjadi di Indonesia, Hantavirus ini memang wajib diwaspadai.