google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Mengenal Mental Illness yang Wajib Diketahui

Mental illness atau yang biasanya disebut dengan gangguan kesehatan mental ini adalah istilah yang mengacu pada berbagai macam kondisi yang bisa memengaruhi pemikiran, perasaan, suasana hati, atau pun perilaku seseorang. Kondisi ini dapat terjadi hanya sesekali atau pun berlangsung dalam waktu yang relatif lama.

Dikarenakan hal ini berhubungan langsung dengan pikiran serta perasaan, kondisi ini dapat dikatakan membutuhkan perawatan yang cukup rumit. Meskipun begitu, mental illness tetap bisa diobati dan juga dikendalikan dengan perpaduan psikoterapi dan juga obat – obatan dari psikiater.

Inilah Jenis – Jenis dari Mental Illness

Kurang lebih ada sekitar 200 jenis mental illness yang dapat dialami oleh siapa saja. Akan tetapi, beberapa di antaranya ini cukup sering kali terjadi. Lantas, apa saja jenisnya?

1. Depresi

Depresi ini merupakan jenis dari mental illness yang kerap kali terjadi. Depresi ini diklasifikasikan sebagai gangguan mood yang bisa menyebabkan berbagai gejala, mulai dari perasaan sedih, kemarahan yang berlarut – larut atau pun perasaan kehilangan.

2. Gangguan Kecemasan

Gangguan kecemasan ini adalah salah satu dari jenis mental illness yang sering kali terjadi. Gangguan ini pun bisa membuat para penderitanya merasakan takut atau terancam pada saat berhadapan dengan objek atau pun situasi tertentu.

3. ADHD

ADHD atau attention-deficit/hyperactivity disorder adalah jenis dari penyakit mental yang paling banyak terjadi pada anak – anak dan juga bisa berlanjut sampai penderitanya menginjak dewasa. Orang dengan ADHD ini biasanya cenderung hiperaktif dan memiliki kesulitan dalam hal mempertahankan fokus pada suatu hal.

4. Gangguan Makan

Gangguan makan ini erat kaitannya dengan konsumsi makanan. Bagi para penderitanya dapat mengonsumsi terlalu sedikit atau pun justru terlalu banyak makanan. Umumnya pada gangguan ini berkaitan dengan kecemasan bagi penderitanya terkait berat badan maupun bentuk tubuh yang dimilikinya.

5. Gangguan PTSD atau stress pascatrauma

Gangguan ini adalah gangguan yang terjadi setelah seseorang sudah mengalami kejadian atau pun peristiwa yang traumatis, seperti halnya pelecehan seksual, perang, bencana alam, atau pun kecelakaan yang cukup serius. Pada gangguan ini dapat membuat para penderitanya terus mengalami rasa takut dan stress karena selalu terbayang – bayang suatu peristiwa traumatis, bahkan jauh setelah kejadian tersebut sudah berakhir.

6. Skizofrenia

Skizofrenia ini adalah jenis penyakit mental dimana penderita tidak mampu lagi membedakan antara kenyataan dan juga pikirannya sendiri. Pada gangguan ini dapat menyebabkan para penderitanya mengalami pemikiran yang tidak realistis, mengalami halusinasi, serta perubahan perilaku.

Apa Saja Gejala Dari Mental Illness?

Gejala dari mental illness ini bisa berbeda – beda, tergantung pada penyakit dan juga tingkat keparahannya. Gejala – gejala tersebut bisa saja berasal dari gangguan pada pikiran, emosi, atau pun perilaku dari para penderitanya. Secara umum, ada beberapa contoh dari gejalanya, di antaranya adalah :

  • Rasa sedih yang berkepanjangan
  • Kesulitan untuk berpikir atau pun berkurangnya kemampuan untuk konsentrasi
  • Rasa takut, khawatir, atau pun rasa bersalah yang berlebihan
  • Rasa lelah yang berkepanjangan
  • Perubahan pada pola tidur
  • Penarikan diri dari lingkungan sosial
  • Perubahan pada suasana hati yang cukup ekstrem
  • Tidak mampu untuk mengatasi masalah sehari – hari
  • Kesulitan dalam memahami situasi atau pun orang lain
  • Perubahan besar dalam kebiasaan makan
  • Kecanduan konsumsi alcohol ataupun obat – obatan terlarang
  • Munculnya pikiran untuk bunuh diri

Selain dari gejala di atas, orang yang sedang menderita mental illness ini pun bisa pula merasakan gejala pada fisik, seperti halnya sakit punggung, sakit kepala, atau pun sakit perut. Gejala yang dirasakan secara fisik inilah biasanya disebut dengan gejala psikosomatis.

Penyebab dan Faktor Risiko Dari Mental Illness

Sampai sekarang ini, penyebab dari mental illness masih belum bisa diketahui secara pasti. Akan tetapi, mental illness bisa dipengaruhi oleh faktor biologis, psikologis, serta lingkungan. Berikut ini adalah berbagai contoh dari faktor risikonya :

1. Faktor Biologis

  • Gangguang yang terjadi pada fungsi sel sarat di otak manusia, seperti halnya dikarenakan penyakit stroke
  • Memiliki keluarga dengan riwayat sebagai penderita mental illness
  • Mengalami infeksi
  • Gangguan pada kelenjar tiroid
  • Cacat atau pun cedera pada otak
  • Mengalami gizi buruk
  • Sering mengonsumsi alcohol dan juga penyalahgunaan obat – obatan terlarang

2. Faktor Psikologis

  • Merasakan kesepian dan juga terisolasi
  • Kesulitan untuk bergaul dengan orang lain serta lingkungan
  • Mengalami peristiwa yang traumatis, semisalnya mengalami pelecahan seksualm kekerasan di dalam rumah tangga, kecelakaan, atau pun bencana alam

3. Faktor Lingkungan

  • Kehidupan di lingkungan keluarga yang tidak harmonis
  • Pindah ke lingkungan yang baru, seperti sekolah maupun lokasi tempat kerja
  • Kehilangan orang yang sangat dicintai, seperti pasangan dan juga orang tua
  • Label negatif atau pun stigma yang tidak benar di lingkungan masyarakat
  • Wabah penyakit atau pandemi, seperti pandemi Covid-19

Diagnosis serta Perawatan Untuk Mental Illness

Untuk bisa mendiagnosis kondisi dari mental illness yang sedang diderita ini, psikiater atau akan akan mulai dengan meninjau gejala dan juga keluhan yang dirasakan oleh para pasien atau pun orang yang berada di sekitar pasien, riwayat obat – obatan atau pun suplemen yang sering dikonsumsi pasien, serta riwayat penyakit mental pada paisen dan juga keluarganya.

Selanjutnya, psikiater pun bakalan melakukan berbagai pemeriksaan fisik lainnya, mulai dari pemeriksaan fisik dan saraf, laboratorium, serta radiologi. Hal ini memang sangat penting untuk bisa menyingkirkan kemungkinan adanya penyakit fisik yang dapat meninmbulkan gejala mental illness, semisal stroke atau tiroid.

Jika psikiater mendiagnosis bahwa pasien sedang menderita mental illness, pada umumnya perawatan yang bakal diberikan adalah sebagai berikut ini :

Terapi Perilaku Kognitif

Ini adalah jenis dari psikoterpai yang dilakukan untuk mengubah serta mengembangkan pola pikir dan juga perilaku pasien dari yang semula negatif menjadi lebih positif. Terapi ini pun dapat diberikan untuk penderita gangguan bipolar, depresi, gangguan kecemasan dan juga skizofrenia.

Terapi Interpersonal

Psikoterapi interpersonal ini dilakukan dengan tujuan untuk memperbaiki hubungan dan juga cara pasien bisa berinteraksi dengan orang lain, seperti keluarga, pasangan atau pun sahabatanya. Pasien ini akan diajarkan cara untuk berempati dan juga menyelesaikan konflik dengan orang lain.

Terapi Perilaku Dialektis

Pada umumnta, terapi ini digunakan untuk pasien dengan gangguan kepribadian ambang, namun bisa juga digunakan untuk jenis mental illness lainnya. Ini adalah termasuk dalam jenis psikoterapi yang dilakukan dengan tujuan supaya pasien dapat mengelola dan merespons emosi tersebut dengan positif.

Obat – obatan

Selain dengan psikoterpai, psikiater juga mungkin akan memberikan resep obat untuk para pasien mental illness. Resep obat – obatan ini bertujuan untuk bisa mengurangi gejala yang dirasakan oleh para pasein, bukan untuk menyembuhkan mental illness.

Berikut ini adalah beberapa dari contoh obatnya :

  • Obat antipsikotik, biasanya diberikan kepada pasien skizofrenia dan juga gangguan kecemasan kronis
  • Obat antidepresan, biasanya resep obat ini untuk pasien gangguan kecemasan, depresi, dan juga gangguan makan
  • Obat penstabil mood, biasanya diberikan bagi pasien dengan gangguan bipolar
  • Obat tidur dan juga obat penenang, biasanya diresepkan untuk pasien yang sedang mengalami gangguan tidur dan gangguan kecemasan kronis

Mental illness ini memiliki berbagai macam bentuk atau jenisnya. Meskipun tidak terlihat sebagai sesuatu yang mengganggu fungsi organ tubuh, kondisi tersebut dapat menyebabkan para penderita tidak dapat berfungsi dan berosialisasi sebagaimana mestinya. Mental illness pun bisa membuat penderita menyakiti dirinya sendiri.

Oleh karena itulah, mental illness ini perlu segera ditemukan dan langsung diatasi. Namun sayangnya, sering kali mental illness ini tidak dianggap sebagai suatu penyakit dan bahkan kerap kali dianggap buruk oleh masyarakat. Hal ini pun membuat para penderitanya malu untuk berobat ke dokter dan semakin terpuruk kondisinya.

Pada kenyataannya, mental illness ini bukan hal yang memalukan. Sama halnya dengan penyakit fisik lainnya, mental illness pun merupakan masalah medis yang umum ditemukan dan bisa segera diatasi.

Sehingga, bila Anda sedang mengalami gejala di atas atau pun memiliki kerabat yang mengalaminya, maka jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan psikolog atau pun psikiater.