google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Mengenal One Time Password (OTP) dan Bedanya Dengan PIN atau Kata Sandi

mengenal one time password
Source : http://www.kindpng.com

Saat ini, mungkin sebagian besar dari pengguna smartphone sudah tidak asing lagi dengan istilah One Time Password atau OTP. Sekumpulan kode ini sering menjadi salah satu opsi yang dapat kita manfaatkan pada saat mengaktifkan fitur verifikasi dua langkah untuk mengamankan berbagai macam akun layanan digital versi seluler. Tapi tahukah kamu, apa itu One Time Password atau OTP dan seberapa pentingnya? Mari kita mengenal One TIme Password (OTP) disini.

Keamanan akun digital merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan terutama untuk layanan yang berkaitan dengan keuangan, surat menyurat elektronik, pekerjaan, hingga media sosial. Ini karena aspek-aspek tersebut sudah menjadi target utama kejahatan siber di masa sekarang.

Belakangan, kita seringkali mendengar kasus pencurian data pribadi dengan cara memanfaatkan kelengahan kita untuk menyasar langsung pada kredensial akun. Demikian canggihnya kejahatan siber, seolah membuat kata sandi atau PIN dengan tingkat kerumitan tinggi pun kadang-kadang masih kurang bisa diandalkan.

Disinilah pemakaian One Time Password atau OTP pun hadir sebagai bagian dari upaya peningkatan keamanan digital. Dengan adanya opsi ini, pelaku kejahatan siber tetap akan mengalami kesulitan untuk masuk ke dalam akun suatu layanan sekalipun sudah mengetahui kata sandi dan juga kode PIN.

Kerahasiaan sebuah kode sudah tentu sangat penting. Namun kenyataannya, masih banyak pengguna ponsel yang tidak benar-benar menyadari hal ini. Oleh karena itu, melalui artikel berikut ini kita akan mengenal One Time Password atau OTP lebih jauh, dan kenapa kamu perlu menyembunyikan OTP dari orang lain termasuk keluarga, kerabat, dan juga sahabat.

Pentingnya OTP dalam Layanan Digital

Dapat kita lihat dari namanya, One Time Password dalam bahasa Indonesia berarti adalah kata sandi sekali pakai. Keberadaan dari OTP merupakan bagian dari sistem verifikasi dua langkah yang bertujuan meningkatkan keamanan suatu akun digital. Dengan adanya proses verifikasi tambahan pada saat akan masuk ke suatu akun digital, tentu akan memperkecil peluang akun tersebut untuk diretas atau disalah gunakan orang yang tidak bertanggung jawab.

Apabila beberapa tahun silam keamanan akun hanya perlu menggunakan apa yang kita ketahui seperti kata sandi atau PIN, maka proses masuk menggunakan verifikasi dua langkah akan meningkatkan keamanan akun dengan informasi lain yang kita miliki seperti handphone atau nomor telepon.

OTP sendiri menjadi suatu bentuk verifikasi kepemilikan. Layanan akan melakukan verifikasi ini untuk memastikan bahwa orang yang masuk merupakan pemilik sesungguhnya dari akun terkait. Dengan demikian, seluruh kegiatan di dalam akun digital dapat dipertanggungjawabkan nantinya.

Diibaratkan sebagai kunci pengaman kedua, OTP tersebut akan menjaga pintu tetap tertutup rapat meskipun kunci pertama baik itu PIN atau kata sandi sudah berhasil dibuka. Kunci kedua ini memastikan bahwa orang asing tidak bisa langsung sembarangan mengobrak-abrik atau mengambil data serta informasi dari akun kita.

Oleh karena itulah, menjaga kerahasiaan kode OTP sangat penting dilakukan. Kita tidak disarankan untuk membagikan informasi di dalamnya secara sembarangan, bahkan juga kepada administrator (admin) atau penyedia layanan digital itu sendiri.

Bayangkan saja, misalnya kita tanpa sadar pernah memasukkan informasi akun bank berikut dengan kata sandi pada suatu halaman web phising karena tertarik iming-iming hadiah yang besar. Tentu saja, pelaku selanjutnya akan berusaha untuk mendapatkan kode OTP dengan mengaku sebagai petugas bank terkait.

Perbedaan OTP dengan PIN atau Kata Sandi Biasa

Sebagai sistem verifikasi dua langkah, kode One TIme Password (OTP) ini bisa dikatakan sangat unik. Berbeda dengan PIN dan juga kata sandi yang berlaku secara tetap sampai kita menggantinya sendiri, kode maupun tautan OTP hanya akan berlaku sekali untuk setiap sesi atau transaksi pada suatu akun digital.

Kode atau tautan yang ditampilakn ini bersifat dinamis alias selalu berubah-ubah saat diminta. Pengguna dapat memperolehnya dari sistem generator kode acak yang dimiliki oleh layanan bersangkutan. Kode acak ini kemudian dikirimkan melalui pesan singkat, email, hingga panggilan suara ke nomor pengguna sesungguhnya.

Jadi dengan verifikasi dua langkah ini, seseorang akan menghadapi kesulitan untuk mendapatkan OTP apabila mereka tidak memiliki handphone, alamat email, hingga nomor telepon yang terdaftar sebagai opsi verifikasi dua langkah dari akun digital terkait.