google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Mengenal Penyakit Cacar Yang Sempat Menggegerkan Dunia

Cacar atau dikenal dengan istilalh smallpox ini merupakan jenis penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus variola. Ciri khas dari cacar ini adalah penyebaran bintil lepuhan yang berisikan nanah pada bagian tubuh.

Penyakit ini pun kerap kali disamakan seperti cacar air. Padahal dari kedua jenis penyakit ini mempunyai gejala dan penyebab infeksi virus yang berbeda – beda. Dalam istilah asingnya, cacar air ini lebih dikenal dengan sebutan chickenpox.

Sedangkan untuk penyakit cacar ini lebih dikenal dengan istilah smallpox. Cacar ini juga sempat menjadi wadah yang paling berbahaya dan menelan banyak korban jiwa selama ratusan tahun sila. Masih belum ditemukan pengobatan khusus untuk penyakit cacar tersebut.

Akan tetapi, berkat kemajuan dunia teknologi medis, penyakit ini pun sudah tidak mematikan lagi dikarenakan sudah ditemukan vaksinnya. Dengan dilakukan vaksinasi cacar sejak akhir abad ke 17 Masehi, penyakit cacar pun akhirnya berhasil diakhiri pada tahun 1980.

Apakah Penyakit Cacar Umum Terjadi?

Cacar ini merupakan jenis penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus yang sudah ada sejak ribuan tahun silam dan mengancam kesehatan umat manusia.

Tingkat fatalistik atau pun penyebab kematian dari penyakit cacar ini terhitung relatif cukup tinggi, yaitu sekitar 30 persen. Yang artinya adalah 3 dari 10 orang yang sudah terinfeksi virus akan meninggal.

Di tahun 1980, Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan bahwa penyakit cacar ini pun berhasil sepenuhnya dimusnahkan karena program vaksinasi global sejak tahun 1700 an.

Menurut hasil studi yang bertajuk Smallpox in History, kasus dari penyakit cacar yang terakhir di dunia temukan pada tahun 1977. Dari catatan kasus terakhir yang ditemukan, total korban jiwanya dari penyakit cacar tersebut mencapai lebih dari 300 juta orang.

Berdasarkan data terakhir dari National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID) saat ini masih belum ditemukan kembali kasus penularan penyakit cacar.

Meskipun demikian adanya, keberadaan dari penyakit ini juga masih perlu diwaspadai. Hal ini disebabkan masih adanya potensi penyalahgunaan dari virus variola yang sekarang ini masih digunakan guna penelitian dalam hal senjata biologis.

Kenali Tanda dan Gejala Penyakit Cacar

Gejala dari penyakit cacar ini kadang baru akan muncul sekitar 12 hingga 14 hari sesudah paparan pertama pada infeksi virus variola. Gejala awal dari penyakit cacar ini pun meliputi sejumlah gangguan kesehatan yang mana hampir sama seperti gejala flu, di antaranya adalah :

  • Nyeri pada seluruh tubuh
  • Muntah – muntah
  • Rasa lelah
  • Sakit kepala
  • Demam tinggi

Gejala penyakit cacar juga biasanya akan segera hilang dalam waktu 2 hingga 3 hari. Lalu, kondisi pengidapnya bakalan membaik. Namun, pada hari 1 dan 2 berikutnya gejala umum dari penyakit cacar pun akan muncul.

Gejala ini pun berupa munculnya ruam di permukaan kulit yang rentang waktu sekitar 1 hingga 2 hari akan berubah menjadi lepuhan kecil yang mana berisikan nanah atau lebih disebut dengan lenting.

Awal mulanya lenting akan segera muncul di wajah, lidah dan juga lengan sehingga dapat menyebar ke bagian badan depan dan juga sekujur tubuh. Lenting yang muncul di bagian lidah atau pun area mulut ini dapat menyebar ke dalam tenggorokan.

Dalam rentang waktu 8 hingga 9 hari, lenting ini akan mengerak sampai pada akhirnya bakalan mongering dan berubah jadi keropeng beberapanya pun dapat meninggalkan bebas luka di tubuh.

Seseorang yang sudah terinfeksi penyakit cacar ini bisa menularkan virus tersebut, mulai dari munculnya ruam hingga lenting pada di kulit mengering dan juga mengelupas dengan sendirinya dalam waktu 2 minggu.

Adapun gejala dari penyakit cacar ini secara umumnya meliputi :

  • Munculnya ruam merah pada kulit
  • Keropeng atau pun bagian kering pada luka akan terbentuk pada lepuhan dan mengelupas, kadang dalam minggu ketiga dari kemunculan gejala ruam di kulit
  • Terbentuknyanya bopeng atau bekas luka permanen
  • Jikalau lenting ini terbentuk di dekat mata, maka pengidapnya bisa mengalami kebutaan
  • Ruam berubah jadi lenting atau lepuhan bernanah pada beberapa hari setelahnya
  • Lenting akan berubah dan mengerak kadang terjadi selama 8 sampai 9 hari

Kapan Harus Memeriksakan Diri Ke Dokter?

Jikalau Anda sedang mempunyai tanda atau pun gejala seperti di atas, maka alangkah baiknya untuk konsultasi ke dokter. Meskipun gejala ini bisa saja mereda dengan sendirinya, maka pengobatan medisnya pun bisa membantu untuk mengendalikan gejala.

Selain itu juga, gejala yang kerap kali menyebabkan Anda merasa tidak nyaman dan mengganggu penampilan hingga memerlukan pengobatan dari dokter guna mengatasinya.

Sama halnya dengan gejala di atas yang pastinya akan mengganggu kesehatan fisik. Bila Anda merasa khawatir akan gejala tertentu, segera untuk konsultasikan dengan dokter.

Penyebab dari Penyakit Cacar

Penyebab dari penyakit cacar ini adalah infeksi virus variola yang akan memperbanyak dirinya di bagian pembuluh darah di dalam lapisan kulit.

Penularan dari penyakit ini pun bisa berlangsung dengan menghirup udara yang sudah terkontaminasi virus atau pun kontak langsung dengan bagian kulit yang terdampak.

Virus variola ini bisa saja dilepaskan ke udara saat lenting pecah dan menyebabkan luka terbuka pada bagian kulit dan virusnya pun terkena angin.

Berikut ini ada beberapa cara untuk mencegah penularan penyakit cacar dalam aktivitas sehari – hari :

  • Tidak langsung dari orang yang terinfeksi penyakit cacar, khusus kasus langka, besar kemungkinan melalui sistem ventilasi di dalam ruangan, menginfeksi orang yang berada di dalamnya atau pun lantai lain
  • Penularan penyakit langsung dari manusia, dengan perpindahan langsung virus ini memerlukan konyak wajah ke wajah yang relatif cukup panjang
  • Dari benda yang sudah terkontaminasi, virus variola ini juga bisa menyebarkan melalui kontak dengan pakaian dan juga seprai yang sudah terkontaminasi

Faktor – Faktor Risiko Penyakit Cacar

Ada beberapa pemicu yang bisa membuat Anda bisa berisiko terpapar penyakit cacar, yakni :

  • Orang yang memiliki sistem imun lemah diakibatkan kondisi medis seperti halnya HIV atau pun leukemia
  • Wanita yang tengah hamil atau pun menyusui
  • Orang yang sedang menjalani perawatan medis, seperti halnya penyakit kanker akan melemahkan sistem imun tubuh
  • Orang yang memiliki gangguan kulit ekstrem

Cara Diagnosis dan Pengobatan Penyakit Cacar

Segala informasi yang ada disini bukan untuk menggantikan nasihat dari tenaga medis. Segera konsultasikan bila mengalami gejala di atas dengan dokter.

Jikalau pengidap sedang mengalami penyakit cacar, maka dokter mungkin akan segera menyadari karena penyakit ini mempunyai gejala dengan ruam yang lebih spesifik. Ruam akan muncul sebagai lenting atau lepuhan pada kulit yang berisikan cairan dan juga berkerak.

Penyakit cacar ini juga mungkin menyerupai cacar air, tetapi lepuhannya akan terlihat berbeda dari jenis lepuhan cacar air.

Bila memang dipelrukan dokter bakal melakukan prosedur pemeriksaan sampel kulit di bawah mikroskop guna memastikan jenis virus apa yang menginfeksi tubuh pengidapnya.

Bagaimana Cara Mengobati Penyakit Cacar?

Penyakit cacar ini tidak mempunyai pengobatan medis secara khusus dan spesifik. Menurut Bloomberg School of Public Health, sebelumnya tidak antiviral khususnya yang dipergunakan sebagai obat guna menghentikan infeksi virus. Para ahli pun masih mencari obat antivirus yang bisa mengatasi penyakit sejak pertama kalinya ditemukan.

Pada awal penelitian obat yang bekerja secara maksimal untuk pengobatan penyakit cacar adalah obat cidofovir. Salah satu dari jenis obat dengan nama protase inhibitor SIGA – 246 untuk penyakit cacar sudah melalui berbagai macam tahapan pengujian klinis oleh FDA sampai tahun 2014. Hingga di tahun 2018, jenis obat untuk penyakit cacar ini resmi disetujuan adalah tecoirimat atau TPOXX.

Setelah penyakit cacar ini dinyatakan lenyap, pengobatan secara umumnya yang diberlakukan guna penyembuhan lebih mengarahkan kepada terapi suportif.

Caranya ialah melalui perawatan kondisi kesehatan guna memastikan para penderitanya mendapatkan waktu istirhatan yang cukup dan memenuhi kebutuhan cairan tubuh serta nutrisi yang dapat meningkatkan kemampuan imunitas dalam tubuh.

Jikalau terjadinya infeksi sekunder pada kulit yang disebabkan oleh bakteri atau pun infeksi yang menyerang organ paru – paru, pemberian antibiotic juga bisa dilakukan.

Langkah Pencegahan Agar Tidak Terpapar Penyakit Cacar

Berikut ini ada beberapa cara yang bisa Anda terapkan di rumah supaya dapat mencegah atau pun bahkan mengobati penyakit cacar :

  • Para ahli memakai virus yang hampir sama seperti variola yakni virus vaccinia guna membuat vaksin penyakit cacar dikarenakan mempunyai efek samping kesehatan yang relatif lebih sedikit. Vaksin ini juga bisa memicu sistem imun tubuh guna menghasilkan antibodi yang begitu pentingnya untuk melindungi diri dari virus tersebut
  • Orang yang mengidap penyakit cacar akan segera diisolasikan untuk mencegah penyebarannya.
  • Siapa pun yang sudah berkontak langsung dengan pengidap cacar segera memeroleh suntikan vaksin. Vaksin ini pun bisa mencegah atau pun mengurangi keparahan penyakit jikalau diberikan dalam waktu 4 hari sesudah terinfeksi
  • Bila anak divaksin, tidak diketahui secara pastinya berapa lama imunitas tubuh akan bertahan. Kemungkinannya vaksinasi ini sebelumnya akan memberikan imunitas sebagai uang bisa melindungi dari komplikasi yang cukup serius

Vaksinasi Untuk Mencegah Penyakit Cacar

Vaksinasi menjadi satu – satunya solusi alternatif guna mencegah munculnya penyakit cacar, meskipun vaksin ini mempunyai efek samping yang lebih berisiko. Memeroleh vaksin dalam 3 hingga 4 hari sesudah kontak dengan virus yang bisa mengurangi keparahan penyakit atau pun bahkan mencegah berkembangnya lebih lanjut.

Namun, belum ada yang dapat memastikan masa perlindungan yang diberikan oleh vaksin cacar. Beberapa dari para peneliti pun menyakini bahwa antibodi dari vaksin bisa bertahan sampai kurun waktu 5 tahun.

Yang pastinya, perlindungan dari vaksin ini tidak bersifat permanen atau seumur hidup. Orang yang mempunyai imunitas pada infeksi virus variola dalam jangka panjang hanya orang yang berhasil sembuh sesudah terinfeksi virus cacar.