google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Mengenal Reinfeksi Covid-19 Setelah Mendapatkan Vaksinasi Lengkap

reinfeksi covid-19

Masih banyak orang yang berasumsi ketika sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19 secara lengkap, mereka bisa bebas dari infeksi virus corona sepenuhnya. Sehingga mereka pun tidak lagi menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari – hari. Padahal, risiko terinfeksi kembali atau reinfeksi Covid-19 setelah mendapatkan vaksinasi lengkap ini mungkin bisa terjadi lagi.

Reinfeksi Covid-19 setelah vaksinasi lengkap ini memiliki arti bahwa seseorang yang sudah pernah terinfeksi virus corona, lalu berhasil sembuh, ketika melakukan vaksinasi Covid-19 dengan dosis lengkap, namun kemudian terinfeksi virus lagi.

Meskipun kasus di atas masih sangat jarang sekali terjadi, ada beberapa kasus reinfeksi virus corona setelah memeroleh vaksinasi lengkap sudah dilaporkan di berbagai negara, termasuk di Indonesia.

Hal ini justru menandakan bahwa seseorang yang sudah pernah terinfeksi virus corona dan sudah mendapatkan vaksinasi lengkap masih tetap bisa tertular atau pun menularkan virus ini kepada orang lain, terlebih lagi ke kelompok orang yang berisiko tinggi terkena infeksi virus corona.

Kasus Reinfeksi Virus Corona Covid-19 Setelah Vaksinasi Lengkap

Jika seseorang yang sudah pernah terinfeksi virus corona, lalu menerima vaksin Covid-19 secara lengkap, yakni sampai dengan 2 dosis vaksin, tubuhnya akan lebih cepat untuk membentuk antibodi yang relatif lebih kuat dalam hal melawan virus corona serta mencegah terjadinya komplikasi serius apabila nantinya ia terpapar kembali.

Akan tetapi, meskipun vaksin virus corona mampu melindungi tubuh dari komplikasi yang diakibatkan oleh Covid-19, sehingga sekarang ini para ilmuwan masih terus melakukan penelitian lebih lanjut lagi, sejauh mana vaksin tersebut bisa mencegah infeksi ulang dan penularan virus corona kepada orang lain.

Data yang berkaitan dengan kasus reinfeksi Covid-19 setelah mendapatkan vaksinasi pun masih terus dikumpulkan dari berbagai negara yang melakukan program vaksinasi. Pasalnya, masih belum dapat diketahui secara pasti perbedaan kasus reinfeksi setelah vaksinasi atau infeksi virus corona yang jenis baru.

Di Amerika Serikat terdapat sekitar 10 ribu kasus reinfeksi Covid-19 dari total sekitar 95 juta orang yang sudah divaksin dengan dosis penuh. Dengan kata lainnya, hampir sekitar 10 dari 100 orang yang divaksin ini masih bisa terkena infeksi ulang Covid-19 tanpa gejala atau dengan gejala dan berpontensi pula menularkan virus tersebut kepada orang lain.

Hal tersebut tentu saja akan sangat berbahaya sekali bagi orang – orang yang masih belum divaksin dan berisiko tinggi terpapar penyakit yang lebih parah akibat dari Covid-19, termasuk di dalamnya adalah anak – anak, kelompok lansia serta orang dengan penyakit serius lainnya.

Langkah Pencegahan Reinfeksi Virus Corona Covid-19 Setelah Divaksinasi

Vaksin Covid-19 memang menjadi salah satu harapan untuk solusi menghentikan pandemi virus corona. Namun, upaya vaksinasi ini harus diimbangi dengan penerapan protokol kesehatan secara disiplin oleh seluruh lapisan masyarakt, termasuk dalam hal ini bagi mereka yang sudah divaksin, supaya reinfeksi virus corona setelah vaksinasi dapat dicegah secara maksimal.

Berikut ini ada beberapa langkah pencegahan yang bisa segera Anda terapkan dalam kehidupan sehari – hari, di antaranya adalah :

  • Selalu menggunakan masker, terlebih lagi ketika Anda berada di tempat umum, di dalam ruangan tertutup atau pun di lokasi yang memiliki ventilasi buruk.
  • Selalu menjaga jarak dengan orang lain setidaknya 1 sampai 2 meter.
  • Rutin untuk mencuci tangan dengan air mengalir serta sabun hingga benar – benar bersih. Bisa juga Anda gunakan hand sanitizer jika kesulitan mendapatkan tempat cuci tangan.
  • Menutup mulut saat Anda batuk atau bersih, meskipun sudah menggunakan masker.
  • Hindari pula pusat keramaian untuk mencegah penularan virus corona dari orang lain.
  • Hindari pula untuk mengunjungi orang yang belum mendapatkan vaksin atau berisiko tinggi terkena penyakit parah akibat infeksi virus corona, seperti halnya lansia dan anak – anak.

Diharapkan seluruh lapisan masyarakat mengikuti panduan protokol kesehatan dari pemerintah setempat, sesuai dengan situasi dan risiko di lokasi tempat tinggal Anda. Perlu untuk diperhatikan lagi bahwa vaksinasi ini tidak mencegah infeksi virus corona secara pasti dan risiko penularan virus masih tetap ada.

Maka dari itulah, tetap menjaga diri sendiri dengan mematuhi protokol kesehatan supaya dapat melindungi orang di sekitar Anda.