google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Mitos Atau Fakta, Anda Terkena Cacar Air Sekali Seumur Hidup?

Penyakit cacar air merupakan jenis penyakit yang hampir semua orang sudah pernah mengalaminya, terutama saat masa kecil. Meskipun demikian, masih banyak pula orang yang bertanya – Tanya apakah seseorang yang sudah pernah terkena penyakit cacar air akan terserang lagi?

Untuk mencari tahu kebenarannya, Anda bisa mengikuti penjelasan lengkap kami seputar cacar air di bawah ini.

Fakta Seputar Cacar Air Terkena Sekali Seumur Hidup, Benarkah?

Cacar air menjadi salah satu penyakit yang mungkin semua orang sudah pernah mengalaminya. Di dalam dunia medis, cacar air ini dikenal dengan nama istilah Varicella yang mana penyakit ini disebabkan oleh Varicella zoster.

Individu yang sedang terinfeksi virus satu ini bakalan mengalami munculnya ruam merah pada permukaan kulit, ruam ini berisikan cairan yang begitu gatal di seluruh bagian tubuh penderitanya.

Dalam beberapa kasus yang sudah terjadi, cacar air ini cenderung lebih mudah menyerang anak – anak dengan umur di bawah 12 tahun. Akan tetapi, orang dewasa pun masih bisa berisiko terinfeksi virus penyebab cacar air ini.

Perlu diingat adalah penyakit cacar air ini lebih mudah dan sangat cepat sekali penularannya. Adapun penularannya dapat melalui percikan air liur, ludah maupun dahak melalui udara atau droplet, kontak langsung dengan dahak atau pun ludah, serta cairan yang berasal langsung dari ruam merah penderitanya.

Meskipun hanya tergolong penyakit yang ringan, namun cacar air ini ternyata dapat pula menimbulkan berbagai komplikasi yang cukup serius bagi penderitanya. Terlebih lagi bagi individu yang sedang memiliki sistem imunitas tubuh yang lemah, seperti halnya para pengidap HIV atau AIDS.

Berbicara mengenai penyakit cacar air ini, banyak pula kalangan masyarakat yang masih mempercayai jika penyakit ini hanya akan terjadi atau menginfeksi manusia satu kali seumur hidup. Lantas, apakah benar fakta medisnya demikian adanya?

Fakta yang ada mengenai kebanyakan kasus bila individu sudah pernah terpapar virus cacar air ini, maka dirinya tidak akan pernah terinfeksi kembali. Hal ini disebabkan sistem kekebalan tubuh sudah terbentuk dan berlaku seumur hidup.

Selain itu juga, virus yang menyebabkan penyakit cacar air ini akan langsung menetap di dalam tubuh manusia yang sudah pernah terinfeksi.

Namun, menurut jurnal Pediatrics and Child Health, pada individu yang sudah memiliki daya tahan tubuh relatif lemah atau pun infeksi dari virus pada serangan yang pertama kalinya ini terjadi sangat ringan, hal ini pun memungkinkan cacar air untuk terjadi kembali kedua kalinya meskipun sudah pernah terpapar.

Untuk beberapa kasus yang ada, virus varicella zoster ini bisa aktif lagi dengan memunculkan gangguan yang jauh berbeda dari sebelumnya, yakni herpes zoster.

Adapun penyebab dari aktifnya kembali virus ini sampai sekarang masih belum diketahui secara pasti. Namun, dari kebanyakan kasus yang sudah pernah terjadi, penyebab dari herpes zoster ini adalah sistem kekebalan tubuh manusia yang menurun, hingga menyebabkan tubuh menjadi lebih rentan untuk terkena infeksi virus.

Lalu, faktor apa saja yang dapat meningkatkan risiko dari infeksi herpes zoster ini, di antaranya adalah sebagai berikut :

  • Berusia di atas 50 tahun, dikarenakan sistem kekebalan tubuh yang perlahan – lahan mulai menurun.
  • Mengalami stress fisik dan juga emosional, hal ini yang bisa menyebabkan sistem kekebalan tubuh menjadi menurun.
  • Masalah pada sistem kekebalan tubuh manusia, seperti halnya para penderita HIV?AIDS, orang yang sedang menjalani transplantasi organ tubuh, atau pun sedang pengobatan kemoterapi.

Cegah Penyakit Cacar Air Dengan Vaksin Cukup Ampuh

Langkah dan upaya untuk pencegahan dari penyakit cacar air serta komplikasi yang disebabkan oleh virus tersebut, tentu saja harus dilakukan dengan mengikuti vaksinasi cacar air. Vaksinasi cacar air ini menjadi salah satu langkah yang sangat efektif dapat mencegah penularan penyakit cacar air.

Vaksinasi cacar air ini memang dianjurkan bagi anak kecil dan juga orang dewasa yang sebelumnya belum pernah mendapatkan vaksin tersebut. Bagi anak kecil, suntik vaksin cacar air ini pertama kali dilakukan saat menginjak usia 12 hingga 15 bulan. Lalu, penyuntikan dosis kedua dilakukan saat anak berumur sekitar 2 hingga 4 tahun.

Sementara itu untuk anak yang lebih besar serta orang dewasa pun memerlukan dua kali dosis vaksin. Rentan waktu untuk vaksin ini setidaknya 28 hari. Sedangkan bagi Anda yang sudah pernah terkena penyakit cacar air tidak perlu lagi mengikuti vaksinasi, dikarenakan sistem imunitas tubuh sudah mampu melindungi dari serangan virus seumur hidup.

Akan tetapi, aktifnya lagi virus ini ketika dewasa, disebut dengan nama penyakit herpes zoster. Perlu untuk berhati – hati karena penyakit ini bisa menimbulkan komplikasi yang justru lebih berat dibandingkan dengan cacar air.

Maka dari itulah, sebaiknya untuk bertanya kepada dokter seputar vaksin cacar air ini meskipun Anda sudah dewasa. Untuk orang tua, pastikan juga anak – anak sudah mendapatkan vaksin ini tepat waktu supaya bisa mencegah penyakit tersebut.

Inilah Perbedaan Cacar Air Pada Orang Dewasa Dan Anak – Anak

Penyakit cacar adalah gangguan yang sering kali dikaitkan dengan anak – anak. Anak dengan usia sekitar 5 tahun sampai dengan 10 tahun ini terbilang sangat rentan mengalami gangguan dari penyakit ini, terlebih lagi saat ada temannya yang terinfeksi.

Penyabab dari cacar air ini rentan terjadi pada anak – anak dikarenakan sistem kekebalan tubuh mereka yang masih sangat rendah untuk melawan virus dari cacar air.

Akan tetapi, tahukah Anda bila cacar air pun masih bisa terjadi kepada orang dewasa. Hal ini umum terjadi bila seseorang belum pernah terkena penyakit cacar atau pun belum memeroleh vaksn cacar.

Ternyata, ada beberapa perbedaan antara cacar yang terjadi pada anak – anak dan juga orang dewasa.

Cacar menjadi penyakit yang paling sering menyerang banyak orang. Disebutkan jika individu yang sudah pernah mengalami penyakit cacar ini, maka ia tidak akan lagi terinfeksi penyakit yang sama.

Penyakit ini sering kali disebut sebagai salah satu jenis penyakit sekali dalam seumur hidup manusia. Mayoritas orang yang terkena cacar ini adalah saat masih anak – anak.

Cacar termasuk dalam jenis penyakit yang begitu mudah menular dan bisa mematikan ribuan tahun yang lalu. Hal ini berhasil diatasi dengan cara imunisasi secara massal di seluruh belahan dunia, sehingga gangguan penyakit ini pula dapat teratasi.

Meskipun demikian, vaksin yang digunakan untuk mencegah penyakit cacar ini ternyata memiliki risiko dari efek samping yang cukup tinggi dibandingkan dengan infeksi virus itu sendiri.

Semua orang bisa saja terinfeksi virus penyebab penyakit cacar, termasuk pula orang dewasa. Hal tersebut dikarenakan sistem kekebalan tubuh yang sangat rendah, hingga virus tersebut begitu mudah masuk ke dalam tubuh manusia.

Selain itu juga, cacar ini rentan sekali menyerang orang yang memang belum pernah terkena penyakit ini sebelumnya. Lalu, ada pula beberapa perbedaan dari penyakit cacar pada orang dewasa dan juga anak – anak yang harus Anda ketahui.

Orang dewasa yang terkena penyakit cacat cenderung akan mengalami gejala yang lebih parah, bahkan bisa mengakibatkan komplikasi yang cukup serius. Virus cacar ini akan masuk ke dalam tubuh atau pun virus yang sudah ada di dalam tubuh dan menginfeksi kembali.

Gangguan dari penyakit cacar ini pun bisa menyebabkan komplikasi serius, seperti halnya herpes zoster, hepatitis, ensefalitis, bahkan pneumonia.

Penyakit cacar pun bisa menyerang ibu hamil yang dapat pula menyebabkan gangguan pada janin di dalam perut. Bayi yang ada di dalam kandungan tersebut bisa mengidap penyakit bawaan dari lahir. Beberapa gangguan yang bisa saja terjadi adalah berat badan bayi lahir rendah (BBLR) dan juga bisa mengindap berbagai infeksi berbahaya yang lainnya.

Kenali Cara Penularan Dan Pencegahan Penyakit Cacar Untuk Orang Dewasa

Penyakit cacar menjadi penyakit yang begitu mudah menular dan bisa terjadi kepada orang dewasa. Hal ini karena virus yang menginfeksi akan menyebar sebelum gejala dari penyakit cacar muncul dan setelah ruam merah timbul sampai kering.

Virus ini pun bisa menyebar melalui udara dan menempel pada permukaan benda yang digunakan atau pun disentuh oleh penderitanya. Kontak langsung secara fisik pun bisa menyebarkan virus tersebut.

Untuk mencegah penyakit ini sebaiknya melakukan vaksinasi saat umur 12 bulan atau pun sebelum masuk sekolah dasar. Bila Anda belum pernah memeroleh vaksinnya, dilakukan ketika dewasa pun tidak masalah. Dengan catatan Anda belum pernah terpapar virus dari penyakit cacar sebelumnya.

Sebelum itu, pastikan juga kondisi kesehatan Anda benar – benar baik dan lakukan konsultasi kepada dokter dahulu. Hal ini karena ada kondisi yang seseorang tidak diperbolehkan mendapatkan vaksin cacar. Beberapa dari hal tersebut seperti sedang tidak fit atau sakit, atau pun sedang mengidap alergi dengan kandungan vaksin cacar.