Nadiem Makarim Akui Akan Hentikan Lonjakan UKT yang Tak Rasional

Tindakan coba diambil Nadiem Makarim selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, dengan menyatakan siap menghentikan lonjakan uang kuliah tunggal (UKT) yang angkanya tak masuk akal. Seperti yang diketahui dalam beberapa waktu belakangan ini topik soal kenaikan UKT di sejumlah Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia cukup ramai diperbincangkan. Tak sedikit yang memprotesnya karena dinilai memberatkan pihakm mahasiswa. Mengenai hal ini, Nadiem Makarim pun sebagai Mendikbud RI memberi tanggapannya. Ia menyebut bahwa pihaknya siap menghentikan kenaikan UKT yang memang tak masuk akal di sejumlah PTN yang ada di Indonesia.

Perihal uang kuliah tunggal atau UKT ini memang sebelumnya sudah dibahas oleh Kemendikbudristek yang mana mereka juga sudah menetapkan Permendikbudristek Nomor 2 Tahun 2024 mengenai Standar Satuan Biaya Operasional Pendidikian Tinggi PTN. Hal ini membuat adanya kenaikan kenaikan UKT di sejumlah PTN, karena memang di dalam aturan tersebut disebutkan untuk kelompok UKT 1 standar minimalnya adalah 500 ribu rupiah, sementara UKT 2 sebesar 1 juta rupiah. Sedangkan kelompok sisanya menjadi wewenang Perguruan Tinggi lain untuk menentukan besaran UKT.

Hal ini memicu reaksi dari pihak mahasiswa, tidak sedikit yang memprotes aturan ini karena memang dinilai memberatkan pihak mahasiswa sendiri. Beberapa mahasiswa dari PTN juga sudah melayangkan protesnya, dari mulai Universitas Indonesia, Universita Jenderal Soedirman, Universitas Sumatera Utara, Universitas Sebelas Maret, hingga Universitas Negeri Riau. Sedangkan dari pihak Kemendikbudristek sendiri lewat Tjitjik Sri Tjahjandarie mengatakan bahwa pendidikan tinggi ini tidak masuk ke dalam wajib belajar 12 tahun, sehingga kenaikannya mungkin masih dinilai wajar.

Akan Coba Hentikan

Polemik kenaikan UKT ini tentunya juga sudah didengar oleh Nadiem Makarim yang merupakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI. Belum lama ini Nadiem sudah dipanggil Komisi X DPR RI untuk diajak membahas mengenai masalah UKT ini. Pada kesempatan tersebut, Nadiem mengatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan Kemendikbudristek untuk segera menghentikan kenaikan UKT yang nilainya tidaak rasional atau tidak masuk akal.

Nadiem menambahkan bahwasannya ia ingin memastikan lagi pihak Kemendikbud yang ia pimpin menjadi pihak yang memegang kendali atas permasalahan ini. Bagi Nadiem, kenaikan UKT adalah sesuatu yang krusial karena ini menyangkut mahasiswa langsung. Maka dari itu ia menyebut bahwa meskipun di tingkatan ekonomi tertinggi sekalipun, kenaikan UKT harus tetap rasional.

Kemudian Nadiem juga menghimbau kepada semua Perguruan Tinggi di Indonesia untuk bisa memastikan, bahwa jikalau memang ada kenaikan UKT di PTN tersebut maka nilainya haruslah tetap rasional. Nadiem juga menambahkan bahwa pihak perguruan tinggi tidak boleh terlalu terburu-buru dalam menaikan UKT sehingga ada gap harga yang sangat besar dari nilai UKT sebelumnya.

Komentar Nadiem Makarim

“Saya sudah berkomitmen dengan Kemendikbudristek agar bisa memastikan, karena mesti ada juga rekomendasi dari pihak kami untuk menjaga bahwa lonjakan-lonjakan UKT yang dilakukan tetap rasional, jikalau ada yang tak rasional maka akan segera kami hentikan.” ujar Nadiem saat bicara dalam rapat bersama Komisi X DPR RI, pad hari Selasa (21/5/2024) dilansir dari CNN Indonesia.

“Jadi nanti ke depan kami juga akan berusaha terus memastikan agar kenaikan-kenaikan yang wajar terhadap UKT tersebut bisa kami cek, evaluasi, dan lakukan assessment.” jelasnya.

Saat ini aksi protes sendiri masih berlangsung di sejumlah Perguruan Tinggi di Indonesia, karena bagaimanapun pihak mahasiswa memiliki hak untuk diajak berdiskusi membahas perihal kenaikan UKT ini.