google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Nasib Anies Maju Pilpres Tergantung Parpol

Anies Baswedan Saat Kampanye

Pemilihan Gubernur DKI Jakarta yang akan digelar pada tahun 2024 nanti, akan bersamaan dengan dilaksanakannya Pemilihan Presiden. Tentu hal ini diyakini akan memunculkan dilema tersendiri pada Anies Baswedan. Apakah dirinya nanti memilih untuk melanjutkan di kontestasi Gubernur atau memilih untuk mencalonkan diri sebagai Presiden. 

Igor Dirgantara, pengamat politik Universitas Jayabaya mengatakan bahwa Anies Baswedan bisa saja maju sebagai calon petahana di Pilgub DKI 2024, atau menjadi Capres di Pilpres. Namun di sisi lain, Anies juga bisa saja gagal di keduanya. Hal ini salah satu faktor utamanya adalah dukungan dari partai politik dan seperti yang diketahui, Anies tidak tergabung dalam partai politik manapun.

“Anies juga bisa gagal semuanya. Partai politik adalah sumber seseorang bisa diusung maju, baik sebagai kepala daerah ataupun kepala negara. Dari faktor tersebut, kemungkinan yang paling besar adalah Anies hanya akan memiliki peluang sebagai Calon Wakil Presiden di Pilpres 2024,” ungkap Igor. 

Kesepakatan dalam mengusung sosok Anies Baswedan dalam kontestasi Pilpres 2024 bakal sangat bergantung penuh dari manuver para elit politik, logistik yang dimiliki Anies dan deal-deal tertentu dengan parpol. 

Igor menambahkan bahwa rata-rata para pendukung Anies selama ini adalah orang-orang yang tidak sependapat atau tidak mendukung kebijakan Jokowi. Mereka itu adalah para pemilih dengan latar belakang muslim, yang terpusat di daerah Jabotabek, yang dulunya terkait dengan aksi 212. 

Nama Anies sendiri mulai mengalami peningkatan popularitas sejak aksi 212 digelar hingga akhirnya mengantarkannya menduduki kursi Gubernur DKI Jakarta. Jadi menurut Igor, akan lebih realistis apabila Anies kembali maju di kontestasi Pilgub DKI ketimbang mencalonkan diri di Pilpres. 

Meski demikian, nantinya jalan Anies dalam bertarung di Pilgub DKI tidak akan mudah seperti yang sebelumnya. Karena tidak lagi ada faktor Sandiaga Uno, yang kini telah menjadi bagian dari pemerintahan Jokowi karena menjabat sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. 

Probabilitas-nya masih ada jika Anies memilih menggandeng Ahmad Riza Patria yang merupakan politikus dari Partai Gerindra, dan Anies masih mampu menguasai aspek isu dan juga wacana di tingkat parlemen ketimbang di tingkat akar rumput. 

Elektabilitas Anies Baswedan sendiri masih cukup tinggi, di mana di sejumlah hasil survei namanya mampu berada di posisi ketiga, di bawah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Oleh karena itu di Pilgub DKI nanti, sosok yang bisa menjadi pesaing kuat Anies adalah mereka yang juga memiliki elektabilitas serta tokoh yang benar-benar kuat. Seperti Tri Rismaharini, atau Gibran Rakabuming. 

Baca juga Menakar Kans Prabowo di Pilpres 2024 Setelah Beberapa Kali Kalah Nyapres

Anies Tetap Butuh Parpol, Tak Hanya Andalkan Pendukung

Hal yang sama diungkapkan oleh Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno. Dirinya menilai bahwa kepastian Anies untuk maju ke Pilpres ataupun Pilgub akan bergantung pada dukungan dari parpol. 

“Jika Plan A tidak tercapai, Anies sepertinya akan memainkan plan B untuk maju di Pilgub DKI kembali,” katanya. 

Anies selama ini memang dikenal memiliki banyak sekali pendukung, namun bagi Adi hal tersebut tidak akan memberikan dampak sama sekali apabila tidak ada parpol yang mau mengusung Anies di Pilpres. Namun hal berbeda masih bisa dilakukan Anies jika ingin maju di Pilgub DKI, karena calon gubernur bisa saja maju tanpa dukungan parpol dengan menggunakan jalur perseorangan.

Namun Adi cukup yakin, dengan elektabilitasnya yang masih tinggi, nanti akan ada parpol yang mau mengusung Anies untuk maju mencalonkan diri sebagai presiden meski pertarungannya tidak akan semudah jika dibandingkan dengan maju sebagai calon gubernur.