google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Nike Semakin Berjaya dengan Memuncaki Peringkat Brand Finance 7 Tahun Berturut-turut

Nike Factory Store (Foto: nike.com)

Nike sekali lagi menunjukkan pengaruhnya sebagai merek pakaian paling valuable di dunia. Perusahaan yang berkantor di Amerika Serikat ini kembali memuncaki peringkat Brand Finance tahunan dan menoreh prestasi ini selama 7 tahun berturut-turut.

Meski berhasil mempertahankan posisinya, laporan baru menyatakan bahwa nilai merek Nike telah turun sebesar 13% menjadi $ 30,4 miliar akibat pandemi. Laporan ini juga menunjukkan betapa besar perbedaan nilai merek dengan tahun sebelumnya, bahkan Nike tetap menduduki posisi teratas meski mengalami penurunan nilai hingga dua digit.

Pandemi juga berhasil memberikan pukulan pada penjualan Nike tahun lalu akibat diberlakukannya penutupan sejumlah toko. Meski demikian, melalui penjualan online Nike tetap berhasil bertahan di tengah masa sulit secara mengesankan.

Brand Finance juga melaporkan sejumlah informasi mengenai beberapa merek pakaian paling valuable di dunia. Angka-angka tersebut dihasilkan berdasarkan beberapa metrik, termasuk penjualan, keuntungan aktual, dan juga kekuatan keseluruhan yang lebih sulit ditentukan dari merek tertentu.

Rangking Nilai Merek oleh Brand Finance (Foto: brandfinance.com)

Melalui perhitungannya, total nilai 50 merek paling valuable di dunia mengalami penurunan sebesar 8% tahun lalu, yaitu turun dari $ 301,9 di tahun 2020 menjadi $ 276,4 miliar pada Januari 2021. Pada laporan tersebut juga menambahkan bahwa Fila dan Bosideng adalah merek yang perlu waspada terhadap penurunan. Namun, yang terjadi justru Tapestry’s Coach menjadi merek yang paling cepat jatuh di sektor ini dengan penurunan nilai mencapai 31%.

Menariknya, meski Nike berhasilmenduduki puncak daftar keseluruhan, Rolex berhasil menunjukkan taringnya dengan dikatakan sebagai merek pakaian terkuat di dunia dengan skor Brand Strength Index (BSI) atau Indeks Kekuatan Merek sebesar 89,6 dari 100.

Rolex berhasil mempertahankan posisi kepemimpinannya dalam kekuatan merek yang spesifik, karena kelas dan kemewahan yang tak lekang oleh waktu. Kualitas dan juga eksklusivitasnya yang terdepan di dunia juga mendukung merek ini dalam menguatkan posisinya. Bahkan, rilisan baru merek mereka dikenal sebagai standar yang ditetapkan oleh seluruh sektor jam tangan. Posisi Rolex juga didukung oleh ketahanan sektor jam tangan kelas atas.

Berdasarkan daftar keseluruhan, Gucci menempati posisi kedua dengan nilai merek $ 15,6 miliar, turun 12% dari tahun 2020. Kemudian diikuti oleh Louis Vuitton, Adidas, Chanel, Zara, Uniqlo, H&M, Cartier, Hermès, Rolex , Dior, Tiffany, Chow Tai Fook, Pelatih, The North Face, Anta, Victoria’s Secret, Omega dan Puma.

Daftar Rangking Brand Finance 2021 (Foto: thefashionlaw.com)

Perlu diketahui bahwa pemeringkatan sektor pakaian dibagi lagi menjadi beberapa sub sektor, meliputi luxury, pakaian olahraga, fast fashion, jam tangan, aksesoris dan perhiasan, high street designer, pakain dalam, dan alas kaki. Tahun ini mungkin menjadi tahun yang sulit bagi industri alas kaki, namun sub sektor tersebut justru menjadi yang bekerja dengan baik.

Menurut laporan dari Brand Finance, alas kaki mencantumkan otoritas mereka ke dalam daftar dan menjadikannya sebagai satu-satunya sub sektor pakaian jadi yang berhasil mencatat pertumbuhan nilai merek di tahun ini dengan rata-rata kenaikan sebesar 9%. Kenaikan ini dibantu oleh pendatang baru Timberland dan Converse yang mampu melakukan kinerja dengan sangat baik, sehingga masing-masing berhasil mencatat peningkatan nilai merek sebesar 47% dan 8%.

Di sisi lain sub sektor pakaian dalam dilaporkan menderita penurunan, di mana dua merek yang ditmpilkan dalam peringkat kehilangan rata-rata 19% dari nilai merek mereka. Victoria’s Secret sebagai salah satu merek pakaian dalam bergengsi bahkan menjadi merek dengan penurunan nilai paling cepat ketiga dalam daftar.

Victoria’s Secret dilaporkan mengalami penurunan nilai merek hingga 22% menjadi $ 4,2 miliar. Penurunan ini keungkinan disebabkan oleh reaksi terus menerus karena kurangnya keragaman dalam model line-up dan juga upaya pemasaran merek.

Jauh dari prediksi sebelumnya yang menyebut Fila menjadi salah satu merek yang patut mewaspadai penurunan nilai, Fila justru menjadi merek yang mencetak pertumbuhan tercepat di peringkat Brand Finance Apparel. Merek ini mencatat peningkatan nilai merek mencapai 68% menjadi $ 2,7 miliar. Pencapaian mengesankan ini terjadi karena peningkatan penjualan serta adanya desas-desus yang lebih kuat di sekitar label.

Laporan Perubahan Brand Value (Foto: instantflashnews.com)

Mengikuti pencapaian cemerlang Fila, merek Timberland dan Bosideng juga menjadi merek dengan pertumbuhan tercepat kedua dan ketiga. Timberland mengalami kenaikan nilai merek hingga 47%. Sementara itu, Bosideng menikmati kenaikan nilai merek sebesar 39%. Bosideng China berhasil memasuki peringkat ke-50 setelah meluncurkan lini pakaian baru dengan Jean Paul Gaultier yang kemudian dipasarkan di toko-toko dan platform e-commerce raksas di China, yaitu Tmall.

Penurunan nilai merek juga dialami oleh Coach yang nilai mereknya menjadi $ 4,7 miliar. Pandemi lagi-lagi menjadi alasan merek mewah asal Amerika ini mengalami penurunan penjualan dan keuntungan sepanjang tahun. Meski demikian, Tapestry menyatakan bahwa kemungkinan gambaran kali ini akan sangat berbeda dengan tahun depan mengingat pertumbuhan e-tail yang diharapkan mampu memberikan peningkatan.

Brand Finance juga melaporkan bahwa berbagai merek mewah dan teratas di Inggris harus menderita penurunan nilai merek karena terdampak Covid-19. Meski demikian, merek online menjadi lebih makmur dalam kondisi tersebut. Sebut saja Burberry yang menduduki peringkat 21 dunia namun kehilangan 26% nilai merek.

Sejumlah merek berhasil meningkatkan nilainya, termasuk ASOS dengan peningkatan nilai merek 38% dan Boohoo dengan peningkatan 22%. Merek kecantikan dengan penjualan produk kebersihan pribadi juga berhasil menikmati peningkatan nilai merek, misalnya saja The Body Shop dengan kenaikan 20% dan Boots dengn kenaikan 18%.