google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Pahami Efek Covid-19 pada Bayi dan Anak – anak

Efek covid-19 untuk bayi dan anak

Dalam beberapa tahun ini, fokus dan perhatian masyarakat di seluruh dunia tertuju pada pandemi Covid-19 yang sudah merenggut nyawa jutaan umat manusia.

Penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus corona atau SARS – CoV – 2 ini pun bukan hanya terjadi kepada orang dewasa, namun bisa juga menginfeksi anak dan bayi di seluruh dunia lho. Lantas, bagaimana efek atau pun dampak dari Covid-19 bagi anak dan bayi?

Jumlah Kasus Positif Covid-19 pada Anak Terus Bertambah

Untuk para orang tua jelas merasakan khawatir mengenai pandemi Covid-19 yang telah melanda seluruh belahan dunia sejak awal tahun 2020 lalu.

Bagaimana tidak, pandemi yang terjadi dikarenakan infeksi virus corona tercatat sudah membuat banyak orang menderita dan juga meninggal dunia.

Di tambah lagi, virus corona pun terus mengalami mutasi sehingga bermunculan berbagai varian baru, seperti halnya varian Delta atau pun Lambda yang disebut lebih cepat menular ke orang lain.

Akibat dari perkembangan pesat virus dan penyakit inilah, kasus positif Covid-19 justru semakin banyak terjadi dan menyerang anak – anak sampai bayi.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat bahwa kasus positif Covid-19 yang terjadi di Indonesia kepada kelompok anak – anak melonjak drastis sekitar 11 hingga 12 persen.

Bahkan, angka kasus Covid-19 yang sudah dialami oleh anak – anak di Indonesia pun merupakan yang paling tinggi di kawasan Asia. Tentu saja hal ini patut menjadi perhatian orang tua agar tetap bisa membantu anak terhindar dari paparan infeksi virus corona.

Maka dari itulah, orang tua pun sangat penting menambah wawasan seputar gejala, risiko hingga cara pencegahannya.

Lantas, Bagaimana Anak dan Bayi Dapat Terpapar Virus Corona?

Hampir seperti orang dewasa, penyebaran dari virus corona kepada anak – anak pun terjadi dengan cara yang serupa.

Virus corona bisa menyebar dari manusia ke manusia lainnya melalui percikan air liur atau droplet yang dikeluarkan dari mulut ketika bersin atau pun batuk melalui jarak dekat.

Yang artinya anak pun dapat terpapar virus corona bila menghirup udara yang terdapat kandungan virus corona dari orang yang sudah terinfeksi.

Selain itu juga, anak pun dapat terinfeksi apabila menyentuh permukaan benda yang sudah terkontaminasi virus corona.

Virus corona ini nantinya bakalan masuk ke dalam tubuh anak bila mereka tidak mengaja menyentuh bagian hidung, mata atau pun mulut tanpa mencuci kedua tangan terlebih dahulu.

Berbeda halnya dengan anak yang berusia lebih tua, bayi baru lahir pun dapat terinfeksi virus corona ketika proses melahirkan atau pun setelahnya. Ia juga bisa terkena dari sang ibu atau pengasuh yang sudah terinfeksi virus corona.

Kenali Gejala Infeksi Virus Corona pada Anak dan Bayi

Pada umumnya, gejala infeksi virus corona yang muncul pada anak – anak dan juga bayi ini tidak jauh berbeda dengan yang ditimbulkan pada orang dewasa. Adapun untuk gejala yang hampir mirip dengan penyakit flu biasa pada anak, terjadi sekitar 2 hingga 4 hari sesudah virus menginfeksinya.

Kendati pun demikian adanya, gejala infeksi virus corona pada anak dan bayi ini umumnya tergolong ringan atau bahkan dari beberapa kasus tidak menimbulkan gejala sama sekali.

Berikut ini ada beberapa gejala yang mesti diketahui oleh orang tua supaya bisa meningkatkan kewaspadaan dan juga memberikan penanganan lebih awal kepada anak yang terinfeksi virus corona.

  • Anak mengalami demam atau menggigil
  • Batuk dan bersih pada anak
  • Hidung meler
  • Anak mengalami gejala nyeri otot atau pun tubuh
  • Sakit tenggorokam
  • Kesulitan atau sesak napas pada anak
  • Hilangnya kemampuan mengecap dan mencium bau
  • Merasakan sakit kepala
  • Rasa lelah yang sangat ekstrem
  • Mengalami mual atau muntah
  • Sakit perut atau diare
  • Perubahan warna kulit, terutama pada area kulit kaki atau pun tangan

Tanda atau gejala di atas mungkin hampir sama seperti penyakit pada anak yang lainnya. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa gejala tersebut menunjukkan bahwa tubuh anak sedang terpapar virus.

Selain itu juga, meskipun cenderung gejala yang ringan saja, gejala serius ternyata bisa berpontensi untuk menyerang dan dialami oleh anak dan bayi Anda. Oleh karena itulah, alangkah baiknya untuk tetap waspada dan berhati – hati dalam menjaga si buah hati.

Apa Yang Harus Dilakukan Bila Anak Mengalami Gejala Covid-19

Bila Anda sedang menemukan gejala infeksi virus corona pada anak, ada biaknya untuk tenang terlebih dahulu dan segera lakukan tes PCR untuk mendiagnosis Covid-19. Apabila hasil tes menunjukkan positif dan gejala ringan, maka Anda hanya perlu isolasi diri di rumah saja.

Biarkan saja Anak beristirahat dan memenuhi kebutuhan cairan selama isolasi diri. Tetapi, bila gejala yang muncul cukup mengganggu, ada baiknya utnuk membawa anak periksa ke dokter.

Dokter bakalan menentukan apakah anak Anda hanya perlu mendapatkan rawat jalan, perawatan rumahan, atau pun rawat inap yang ada di rumah sakit. Dokter juga mungkin segera meresepkan sejumlah obat guna meringankan gejala yang dialami oleh sang anak.

Selain itu juga, waspadai juga beragam tanda atau pun gejala dari Covid-19 yang berat atau serius pada anak Anda. Ada beberapa gejala serius yang perlu Anda waspadai, di antaranya adalah :

Sedang mengalami masalah pernapasan yang begitu parah sehingga bernapas terengah – engah.

Merasakan sangat kantuk dan kebingungan

Nyeri pada dada

Pusing kepala

Kulit anak menjadi dingin, pucat, berkeringat, atau pun bibir berubah warna kebiru – biruan

Anak sedang mengalami sakit perut yang cukup parah

Tidak bisa bangun dari tempat tidur

Untuk kondisi seperti ini, Anda mungkin bisa membawa anak langsung ke unit gawat darurat (UGD) guna mendapatkan penanganan dari tenaga medis secepat mungkin.

Bila kondisi yang begitu parah, anak pun memungkinkan untuk mendapatkan bantuan berupa ventilator supaya lebih mudah bernapas.

Inilah Bahaya Covid-19 pada Anak – anak

Jumlah kasus positif Covid-19 pada anak – anak dan bayi memang mengalami peningkatan. Namun, sebagian besar dari kasus yang tercatat tidak begitu parah, sehingga perawatan dari rumah saja sudah cukup untuk mengatasi penyakit satu ini.

Meskipun demikian, beberapa anak pun masih ada kemungkinan untuk mengalami gejala infeksi yang cukup parah akibat dari Covid-19.

Untuk kasus yang jarang sekali terjadi, infeksi virus corona ini pun dapat menyebabkan infeksi paru – paru pada anak yang mengalami gejala serius atau pun bahkan berujung pada kematian.

Adapun untuk risiko infeksi virus corona yang serius ini lebih memungkinkan terjadi kepada anak yang mempunyai kondisi medis tertentu. Seperti halnya anak yang menderita asma, obesitas, hingga diabetes pada anak.

Selain itu juga, anak dengan penyakit jantung bawaah, kondisi gen atau pun genetik tertentu, atau pun gangguan sistem saraf pada anak tentu saja jauh lebih berisiko mengalami gejala infeksi virus corona yang cukup serius.

Pada bayi dan balita, Covid-19 dengan gejala serius umumnya lebih sering mengintai bayi yang lahir secara premature atau pun yang berumur di bawah 2 tahun. Lantas, mengapa bahaya infeksi Covid-19 pada anak dan bayi pun kerap kali mengalami tidak begitu parah seperti orang dewasa?

Dilansir dari Mayo Clinic, masih belum ada jawaban yang pasti terkait dengan kasus di atas. Beberapa dari para ahli berpikir bahwa anak – anak tidak terlalu terpengaruh oleh infeksi virus corona dikarenakan masih ada virus corona lainnya yang menyebar di lingkungan masyarakat dan penyebab penyakit seperti halnya pilek biasa atau common cold.

Hal tersebut karena anak – anak memang lebih sering kali terkena penyakit pilek, sistem kekebalan tubuhnya pun sudah begitu siap untuk memberikan perlindungan maksimal bila terpapar infeksi virus corona.

Selain itu juga, sistem kekelaban tubuh yang dimiliki oleh anak memungkinkan untuk berinteraksi dengan virus melalui cara yang berbeda dibandingkan dengan sistem imun yang ada pada orang dewasa.

Beberapa orang dewasa juga jatuh sakit dikarenakan sistem kekebalan yang mereka miliki tampaknya beraksi secara berlebihan terhadap virus yang masuk ke dalam tubuh, sehingga menimbulkan lebih banyak lagi kerusakan pada tubuh mereka.