google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Pajak Jual Beli Rumah di Tanggung Penjual atau Pembeli?

pajak jual beli rumah

Pajak jual beli rumah ditanggung siapa kerap menjadi sesuatu hal yang perlu diketahui bersama, terlebih untuk kalian yang sering membeli rumah seken. Untuk diketahui, pajak jual beli rumah merupakan indikator penting sehingga kalian di haruskan membayarnya sebagai bagian dari legalitas surat.

Faktor yang menentukan besaran NJOP bumi adalah letak, pemanfaatan, peruntukan dan kondisi lingkungan. Sedangkan, faktor yang menentukan NJOP bangunan adalah bahan yang digunakan dalam pembangunan, rekayasa, letak dan juga kondisi lingkungan. Nilai jual objek pajak ini yang menjadi dasar perhitungan PBB yang harus Pins lunasi.

Jika kalian mempunyai rumah ada baiknya kalian mengetahui pajak jual beli rumah. Apalagi jika kalian hendak menjual atau membeli rumah, kalian harus benar – benar tahu pajak jual beli rumah. 

Pajak Jual Beli Rumah dari Sudut Pandang Calon Pembeli

  1. Biaya Pembuatan Akta Jual Beli

Biaya akta jual beli adalah 1% dari nilai transaksi jual beli rumah yang harus di tanggung oleh pembeli, terkecuali ada nota kesepakatan antara kedua belah pihak. Tak jarang, PPAT bisa meminta biaya lebih dari 1%, dengan nominal yang telah di sepakati bersama terutama jika rumah memiliki nominal yang tinggi. 

Biaya Akta Jual Beli adalah 1% dari nilai transaksi jual beli rumah. Biaya pembuatan AJB ini di tanggung oleh pembeli kecuali ada kesepakatan lebih lanjut dengan pihak penjual. Tidak jarang, PPAT yang bertanggung jawab meminta biaya lebih dari 1%, tetapi jumlah tersebut masih bisa di negosiasi terutama jika rumah memiliki harga yang lumayan tinggi.

2. Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan

BPHTB adalah pajak penjualan rumah yang di tanggung oleh pembeli. Nominal biaya ini hampir mirip dengan PPh bagi penjual. Tarif BPHTB bisa mencapai 5% dari harga jual rumah di kurangi Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NPOPTKP). 

BPHTB atau Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan adalah sebuah pungutan atas perolehan hak atas tanah dan atau bangunan. Perolehan hak atas tanah dan atau bangunan adalah perbuatan atau peristiwa hukum yang mengakibatkan di perolehnya hak atas dan atau bangunan oleh orang pribadi atau badan.

3. Biaya Cek Sertifikat di Kementerian ATR/BPN

Secara umum biaya cek sertifikat menjadi salah satu indikator pajak jual beli rumah di tanggung siapa, baik pihak pertama dan pihak kedua. Cek sertifikat merupakan hal yang sangat penting, untuk mengetahui legalitas rumah yang akan di beli, supaya tidak ada permasalahan sengketa.

Siapa bilang cara cek sertifikat tanah sulit di lakukan? Saat ini, kalian bisa melakukan hal tersebut secara online melalui aplikasi BPN, situs resmi, ataupun langsung mendatangi kantor pertanahan setempat.

4. Biaya Balik Nama Sertifikat

Pajak jual beli rumah di tanggung siapa yang satu ini merupakan hal penting untuk di cermati, baik pembeli maupun penjual. Dalam hal ini pembeli di haruskan untuk melakukan balik nama sertifikat sendiri, kecuali rumah tersebut dibeli dari developer.

Peralihan hak atau balik nama sertifikat tanah bisa di lakukan dengan mendatangi kantor pertanahan di kabupaten/kota lokasi tanah berada. Prosedur pengurusan balik nama sertifikat tanah setidaknya harus melalui 2 tahapan. Pertama, pemilik tanah atau calon pemilik tanah harus mendatangi Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). 

5. Pajak Pertambahan Nilai

Apabila kalian membeli rumah dari developer atau badan usaha maupun pengusaha kena pajak (PKP), maka pembeli diwajibkan membayar PPN 10% dari harga tanah. Tapi, apabila kalian adalah penjual rumah bukan PKP misalnya membeli rumah seken, maka harus menyetorkan PPN sendiri ke kas Negara.

Apa itu PPN? Pajak Pertambahan Nilai atau PPN adalah pungutan yang di bebankan atas transaksi jual – beli barang dan jasa yang di lakukan oleh wajib pajak pribadi atau wajib pajak badan yang telah menjadi Pengusaha Kena Pajak (PKP).

Indikator Pajak Rumah Dari Sudut Pandang Penjual

  1. Pajak Bumi dan Bangunan

Sebelum kalian menjual rumah kepada pihak kedua maupun pihak ketiga, pastikan kalian telah membayar pajak bumi dan bangunan terlebih dahulu. Adapun, PBB merupakan salah satu bagian dari pajak langsung yang harus kalian bayarkan setiap tahunnya.

Pajak Bumi dan Bangunan adalah pungutan atas tanah dan bangunan yang muncul karena adanya keuntungan dan/atau kedudukan sosial ekonomi bagi seseorang atau badan yang memiliki suatu hak atasnya, atau memperoleh manfaat dari padanya.

2. Pajak Penghasilan

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 34 tahun 2016 tentang Tarif Baru PPh Final atas Pengalihan Hak Atas Tanah/Bangunan, pajak penghasilan merupakan bagian dari indikator dengan nominal 2,5%.

Definisi Pajak Penghasilan atau PPh adalah pajak yang di bebankan atas suatu penghasilan yang di peroleh wajib pajak, baik yang berasal dari Indonesia maupun dari luar negeri. Dasar hukum PPh adalah Undang – Undang (UU) Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan.