google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Para Penyintas Covid-19 Rentan Terkena Gangguan Mental

Setelah dinyatakan sembuh dari Covid-19, beberapa orang mungkin saja masih merasakan lemas atau pun belum mampu untuk beraktivitas seperti biasanya karena terlalu melelahkan. Namun, efek yang masih tertinggal setelah sembuh dari paparan virus corona ini ternyata bukan hanya fisik semata. Sebagian dari para penyintas Covid-19 pun bisa mengalami gangguan mental.

Hal tersebut bukan hanya tuduhan belaka. Dilansir dari Reuters, sebuah penelitian besar yang telah dipublikasikan dalam jurnal The Lancet Psychiatry melaporkan, 1 dari 5 orang yang dinyatakan selamat atau pun sembuh dari Covid-19 ini mengalami guncangan mental.

Seorang psikiater di University College London, Inggris, Micheal Bloomfield, menyatakan, ‘’Hal ini kemungkinan besarnya disebabkan oleh kombinasi stress yang berkaitan dengan keadaan dunia yang tengah diserang pandemi Covid dan juga gejala fisik dari penyakit itu sendiri.’’

Gangguan Mental yang Dapat Menimpa Penyintas Covid-19

Besar kemungkinan bagi para penyintas Covid-19 ini begitu rentan untuk mengalami guncangan psikis memiliki latar belakang khusus. Gracia Ivonika, M.Psi., Psikolog menuturkan, ‘’Kita tidak dapat melakukan generalisasi kepada pasien Covid-19. Hal ini disebabkan banyaknya faktor yang melatarbelakanginya. Semisalnya pengalaman selama menderita Covid-19.’’

Makin parah gejala yang dirasakan oleh pasien tersebut, maka semakin besar pula risikonya untuk mengalami gangguan mental. Selain itu juga, proses penyembuhan yang relatif cukup lama dan banyak orang – orang terdekat meninggal dunia diakibatkan oleh penyakit serupa juga dapat memperburuk kondisi psikis bagi para penyintas Covid-19.

Lalu, apa saja gangguan mental yang dapat menimpa para penyintas Covid-19 ini?

Menanggapi pertanyaan di atas, Gracia Ivonika, Psikolog pun ikut menjelaskan pula, ‘’Beberapa dari hasil studi yang berkaitan dengan kesehatan mental pada para penyintas Covid-19 menemukan, beberapa dari mereka memang mengalami kondisi seperti halnya depresi, cemas atau pun PTSD post traumatic stress disorder.’’

Berikut ini adalah detail kasus dari masing – masing gangguan yang di alami oleh para penyintas Covid-19 :

1. Gangguan Kecemasan

Untuk kondisi ini sering kali disebut dengan istilah anxiety. Adapun gejala yang akan muncul seperti rasa cemas yang berlebihan, mudah sekali tersinggung, mengalami kesulitan konsentrasi, serta takut terkenal hal – hal yang buru.

Yang mana hal ini akan mengakibatkan para penderitanya akan mempersiapkan segala sesuatu secara matang, muncul keringat dingin, rasa mual atau pun sakit perut, hingga gemetaran.

Berdasarkan studi dalam jurnal PLOS ONE, ada ratusan pasien di Jianghan Fangcang Shelter Hospital, kota Wuhan, China, mengalami gangguan kecemasan. Kondisi ini pun diduga akibat dari gejala penyakit yang dirasakan serta kualitas tidur yang buruk.

2. Depresi

Untuk gejala depresi ini di antaranya adalah perasaan bersalah selalu muncul, mempunyai suasana hati yang sangat buruk serta selalu merasa putus asa. Risiko dari mengalami depresi ini akan semakin tinggi bila pasien dinyatakan sembuh, sedangkan untuk pasangan atau pun anggota keluarga lainnya yang tidak selamat dari infeksi virus corona.

Dalam sebuah studi yang berjudul Anxiety and Depression in Covid-19 Survivors : Role of Inflammatory and Clinical Predictors, 31 persen dari total 402 orang dewasa yang sudah dinyatakan sembuh dari infeksi virus corona ini mengalami depresi.

3. Post Traumatic Stress Disorder (PTSD)

Bagi mereka yang pernah mengalami gejala dari infeksi virus corona yang cukup parah pasyi masih akan sering teringat dengan kondisi tersebut. Hal inilah yang membuat penderitanya mengalami trauma dan menjadi lebih sering tertekan atau pun mimpi buruk.

Mereka juga enggan untuk membicarakan hal tersebut atau pun berbagi cerita kepada orang lain. Masih dari hasil studi yang sama, ada sebanyak 28 persen para penyintas Covid-19 ini memang mengalami PTSD.

Begini Cara Menurunkan Risiko Gangguan Mental Pada Eks Pasien Covid-19

Dampak infeksi virus corona bagi kesehatan mental ini rupanya tidaklah main – main. Karena hal itulah, Psikolog Ivon pun memberikan rekomendasi untuk melakukan hal – hal yang ada di bawah ini supaya risiko dari guncangan mental setelah sembuh dari virus corona semakin kecil pula.

Melakukan beberapa teknik menstabilkan emosui yang dapat membantu meredakan rasa takut, cemas berlebihan serta frustasi. Semisalnya, lakukan gerakan yoga, relaksasi serta lakukan aktivitas yang Anda sukai dan latihan pernapasan.

Tetap menjalin hubungan dengan orang – orang di sekitar. Terhubung dengan orang – orang terdekat ini berarti kita juga bisa mendapatkan dukungan sehingga kualitas hidup juga bisa menjadi lebih baik.

‘’Setelah sembuh dari infeksi virus corona, tetap produktif. Jika sudah bisa bekerja, maka lakukan saja. Bila masih belum kuat, isi waktu dengan aktivitas dan kegiatan positif,’’ imbuhnya.

Melakukan olahraga secara rutin dengan menerapkan pola hidup sehat. Tidak lupa juga untuk memetahui protocol kesehatan. Jika Anda membutuhkan bantuan untuk penanganan psikologis karena aktivitas sehari – hari terganggu, janganlah sungkan untuk melakukan konsultasi dengan psikolog maupun psikiater.