Pasca Pencoblosan, Anies-Cak Imin Berkunjung Ke Rumah Jusuf Kalla

Pasca Pencoblosan, Anies-Cak Imin Berkunjung Ke Rumah Jusuf Kalla

Calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) nomor urut 01 dari Koalisi Perubahan, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (Cak Imin) mendatangi kediaman mantan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla di Jalan Brawijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada hari Rabu sore, tanggal 14 Februari 2024.

Langsung dari pantauan Merdeka.com, keduanya pun tampak meninggalkan kediaman Jusuf Kalla pada pukul sekitar 18.15 WIB dengan menggunakan kendaraan pribadi masing-masing.

Namun sayangnya, baik Anies maupun Cak Imin tidak berkenan memberikan pernyataan kepada awak media dan wartawan. Termasuk ketika dikonfirmasi terkait dengan hasil perhitungan cepat (quick count) yang dikelurkan oleh berbagai lembaga survei diumumkan. 

Adapun, sejumlah lembaga survei menempatkan pasangan Capres-Cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka sebagai pemenang hasil Pilpres 2024. Sementara itu pula, pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 01 dari Koalisi Perubahan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar mesti puas diperingkat kedua dari hasil quick count sejumlah lembaga survei.

Sebelumnya juga, hasil perhitungan cepat atau quick count pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) peserta Pilpres 2024 tengah berlangsung. Berdasarkan hasil sementara quick count dari LSI Denny JA pada hari Rabu, tanggal 14 Februari 2024, pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka unggul.

Hasil sementara quick count LSI Denny JA pada hari Rabu, 14 Februari 2024, pukul 15.30 WIB, total suara yang sudah masuk mencapai 64,25 persen menunjukkan rincian sebagai berikut:

  • Pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar: 23,33 persen.
  • Pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka: 59,08 persen
  • Pasangan capres-cawapres nomor urut 03 Ganjar Pranowo – Mahfud Md: 17,59 persen

Untuk diketahui bersama bahwa, quick count LSI Denny JA menggunakan populasi 2.000 TPS yang tersebar di 38 provinsi Indonesia. Sampel yang dipilih dengan metode multistage random sampling.Tingkat kepercayaan quick count ini 99 persen dengan margin of error kurang lebih 1  persen.

Jusuf Kalla Buka Suara soal Kedatangan Anies-Cak Imin di Kediamannya Pasca Pencoblosan

Capres-cawapres nomor urut 01 dari Koalisi Perubahan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar ‘AMIN’ secara mendadak mendatangi ke rumah Wapres RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) di tengah proses perhitungan quick count. Jusuf Kalla pun akhirnya menjelaskan bahwa pertemuan tersebut membahas seputar situasi pilpres pasca pencoblosan hari tersebut.

Pantauan dari awak media dan wartawan di lapangan, Anies dan Cak Imin secara bergiliran meninggalkan Markas Pemenangan AMIN di Jalan Diponegoro 10, Menteng, Jakarta Selatan, keyika  masih menyaksikan quick count di pelataran markas. Ketika meninggalkan markas, baik Anies maupun Cak Imin memilih untuk diam tanpa memberikan respon.

Ternyata keduanya pun bergerak ke kediaman Jusuf Kalla. Pada sekira pukul 18.10 WIB, Anies dan Cak Imin keluar dari kediaman Jusuf Kalla dengan menggunakan mobil masing-masing. Anies Baswedan maupun Cak Imin tidak menghampiri awak media yang menunggu di gerbang depan kediaman Jusuf Kalla. Keduanya langsung melajukan kendaraan tanpa memberikan keterangan kepada pers.

Sementara itu di waktu bersamaan, Jusuf Kalla akhirnya menjelaskan maksud dan tjuan dari kedatangan Anies dan Cak Imin ke rumahnya. Jusuf Kalla menyebut dirinya membahas perihal kondisi pasca pencoblosan.

“Tentu tadi datang untuk berbicara tentang situasi, semua sependapat bahwa kita menunggu hasil resmi dari KPU (Komisi Pemilihan Umum (KPU),” kata Jusuf Kalla kepada awak media dan wartawan.

Jusuf Kalla juga menyebut bahwa proses quick count yang berlangsung baru merupakan suatu perhitungan awal. Ia pun menekankan bahwa pihaknya menunggu keputusan resmi dari KPU. “Jadi, kesimpulannya menunggu hasil rapat KPU, baru teman-teman itu (Timnas AMIN) mengambil sikap,” tutur Jusuf Kalla.

Hasil Pilpres 2024, Para Pengusaha Minta Agar Tidak Ganggu Iklim Ekonomi yang Sudah Kondusif

Sebelumnya diberitakan pula bahwa, Indonesia sedang menjalankan puncak pesta demokrasi pada hari Rabu 14 Februari 2024, yaitu hari pencoblosan. Masyarakat telah berbondong-bondong ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk memberikan hak pilihnya. Sejumlah lembaga survei sudah mulai mengumumkan hasil perhitungan sementara pada sore harinya. 

Shinta Kamdani selaku Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) berharap hasil Pemilu 2024 dapat menjaga iklim kondusif pengusaha sehingga bisa berkontribusi dengan baik bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Jadi, transisi kepemimpinan setiap lima tahun itu kan biasa sudah kita lakukan, cuma jangan mengganggu iklim kondusif yang ada, dan itu yang paling penting sih,” ujar Shinta sebagaimana yang dikutip langsung dari Antara.

Transisi kepemimpinan setiap lima tahun merupakan hal biasa yang dilakukan, tetapi yang paling penting adalah menjaga iklim kondusif bagi pengusaha. Shinta kembali menekankan pentingnya supaya Pemilu berjalan lancar, damai, dan jujur tanpa adanya kerusuhan yang dapat mengganggu stabilitas juga harus dilakukan oleh semua pihak.

Ia pun berharap supaya pemilu dapat dijaga dengan baik untuk menghindari kecurangan serta menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia mampu melaksanakan Pemilu yang demokratis dan jujur.

Pengusaha Berikan Usulan Terkait Kebijakan

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengatakan bahwa, pihaknya telah menyampaikan kebijakan-kebijakan yang diperlukan kepada semua calon presiden melalui “good mart” perekonomian yang berisi masukan sektoral dan lintas sektor yang diperlukan oleh pengusaha.

Shinta pun menyebut bahwa sudah dilakukan dialog dengan para calon presiden dan tim ekonomi mereka sehingga kebijakan-kebijakan tersebut bisa diadopsi ke dalam program ekonomi para pemimpin bangsa untuk periode 2024-2029.

“Sehingga mereka (Presiden terpilih) tidak perlu memulai dari awal. Jadi kami yang tahu seperti apa di lapangan kondisinya, makanya dari pengusaha (Apindo), dari APPBI) menyampaikan kepada semuanya calon pemimpin,” jelas Shinta.

Mengenai perdebatan terkait satu putaran atau dua putaran dalam Pemilu 2024, Shinta mengatakan bahwa masing-masing memiliki kelebihan maupun kekurangan.

Akan tetapi bagi Shinta yang terpenting bukanlah masalah satu putaran atau dua putaran, melainkan bahwa Pemilu 2024 berjalan secara jujur dan adil untuk menghindari kerusuhan dan ketidakpastian lainnya.

Tinggalkan Rumah Pemenangan AMIN, Anies: Jangan Tergiring Hal yang Serba Cepat

Calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) nomor urut satu, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin (AMIN) meninggalkan Rumah Pemenangan AMIN di Jalan Diponegoro 10, Menteng, Jakarta Pusat, pada hari Rabu 14 Februari 2024.

Baik Anies maupun Cak Imin tampak meninggalkan rumah pemenangannya itu di tengah berlangsungnya kegiatan monitor quick count pemilihan presiden (Pilpres) 2024. Anies dan Cak Imin meninggalkan rumah pemenangan secara bergantian. Cak Imin terlihat pergi terlebih dahulu. Disusul pula oleh Anies pada jam 16.42 WIB, hingga Co-Kapten Thomas Tri Kasih Lembong pun jadi yang terakhir meninggalkan rumah pemenangan AMIN.

Sebelum pergi, Anies sempat buka suara terkait hasil hitung cepat perhitungan suara capres dan cawapres 2024. Dia meminta masyarakat tak terburu-buru membuat kesimpulan. “Kita tunggu sampai perhitungan KPU selesai. Jangan buru-buru masih panjang, ngapain buru-buru,” ungkap Anies.

Imbau Massa Pendukung untuk Tidak Tergiring Hasil Quick Count

Capres nomor urut satu dari Koalisi Perubahan, Anies Baswedan menyampaikan, peluang AMIN masih terbuka lebar hingga rekapitulasi perolehan suara resmi diputuskan. Quick count, kata dia masih merupakan hasil awal. “Kita lihat dulu nanti, sekarang masih terlalu awal,” kata Anies.

Lebih lanjut lagi, Anies mengimbau massa pendukungnya tidak tergiring hasil quick count berbagai lembaga survei. Sebab, ujar Anies KPU tengah bekerja. “Jangan kita tergiring untuk segalanya serba cepat, sekarang harus disimpulkan, sekarang kasih waktu KPU untuk bekerja, sekarang tunggu sampai KPU tuntas,” ungkap Anies.

TPS yang Gunakan Tinta dari Sari Kunyit Cirebon, Paslon 01 Anies-Cak Imin Menang Telak

Momen penghitungan surat suara Pilpres 2024 tengah berlangsung di sejumlah TPS daerah. Pantauan di TPS Kampung Benda Kerep, Kota Cirebon, paslon nomor urut 01 Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar atau AMIN menang telak. 

Diketahui bahwa, Kampung Benda Kerep Kelurahan Argasunya Kota Cirebon mendapat kebijakan untuk menggunakan sari kunyit sebagai pengganti tinta KPU. Pantauan di tiga TPS yakni 65, 66 dan 72 paslon AMIN dinyatakan menang telak. 

Pantauan di lokasi pada hari Rabu 14 Februari 2024, petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) tiga TPS tersebut sudah melakukan penghitungan suara sejak jam 14.00 WIB.

Penghitungan yang disaksikan langsung oleh saksi dan unsur terkait itu menyimpulkan perolehan suara Anies-Cak Imin yang unggul dari paslon capres-cawapres lainnya.

Semisalnya di TPS 65, paslon Anies- Cak Imin sukses meraih 135 suara, diikuti pula oleh Prabowo-Gibran 21 suara dan Ganjar-Mahfud 8 suara. Total sekitar suara sah 164 suara, sedangkan yang tidak sah ada 13 suara.

Sementara di TPS 72, capres-cawapres Anies-Imin juga telah unggul telak. Paslon nomor urut 1 itu mendapatkan 150 suara, dibanding dengan Prabowo-Gibran 16 suara dan Ganjar-Mahfud hanya 6 suara.

Tinta Pemilu dari Sari Kunyit Sebagai Tradisi Sejak Tahun 2000

Keunggulan suara Anies-Imin pun tampak dari hasil penghitungan suara di TPS 66 Kampung Benda Kerep. Anies-Cak Imin meraih sebanyak 91 suara, Prabowo-Gibran 59 suara dan Ganjar-Mahfud 3 suara.

Sebelumnya, 4 TPS di RW 11 Kampung Benda Kerep telah menggunakan tinta kunyit sebagai tanda masyakarat sudah menggunakan hak pilihnya. Hal tersebut sebagai upaya kearifan lokal yang terus dilakukan oleh warga setempat sejak tahun 2000 silam.

Dari 4 TPS yang ada meliputi TPS 67, 65, 66 dan 72, tiga TPS terakhir masih mempertahankan tradisi tersebut. Yang mana, TPS di masing-masing tersebut memiliki 200 an orang yang tercatat sebagai Daftar Pemilih Tetap (DPT).