google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Patut Waspada, Inilah Gejala dan Komplikasi MIS-C COVID bagi Anak – anak

ejala dan Komplikasi MIS-C COVID bagi Anak – anak

Sindrom peradangan multisystem atau yang lebih dikenal dengan istilah medisnya Multisystem inflammatory syndrome (MIS-C) ini merupakan suatu kondisi yang dapat terjadi sesudah terinfeksi virus corona. Mayoritas kondisi di atas ini kerap kali dialami oleh anak – anak yang masih bersekolah.

Kendati pun sangat jarang terjadi, namun para peneliti menilai bahwa MIS-C COVID yang terjadi kepada anak – anak ini justru bisa menyebabkan dampak kesehatan begitu fatal. Oleh sebab itulah, para orang tua harus selalu waspada terhadap risiko tersebut.

Mengenal Apa Itu Multisystem Inflammatory Syndrome (MIS-C)

Melansir langsung dari Hopkins medicine, MIS-C COVID ini ternyata mempunyai kesamaan dengan penyakit Kawasaki dan juga sindrom syok toksik. Kondisinya pun dapat menyebabkan terjadinya peradangan pada seluruh organ penting pengidapnya.

Para peneliti juga sudah mengobservasi bahwa sindrom ini bisa saja terjadi sekitar empat minggu sesudah dinyatakan infeksi virus corona.

Sindrom MIS-C COVID juga dapat menyerang beberapa organ dan jaringan penting di dalam tubuh, seperti halnya paru – paru, jantung, ginjal, otak, mata, kulit, pembuluh darah, sistem pencernaan dan lainnya. Untuk tanda maupun gejala akibat dari MIS-C COVID ini tergantung pada lokasi tubuh mana yang mengalami peradangan.

Penyakit baru ini bisa dikatakan misterius karena sudah berhasil memengaruhi ratusan anak di seluruh dunia. Kondisi ini juga telah menghantui para anak – anak yang tengah berjuang sembuh dari infeksi virus corona.

‘’Ini merupakan penyakit di kalangan anak – anak yang diyakini berhubungan erat dengan Covid-19,’’ jelas seorang ahli neonatologi dari Pusat Ilmu Kesehatan Universitas Texas di San Antonio, Dr Alvaro Moreira MD Msc.

Menurutnya, sindrom MIS-C ini bisa saja muncul bahkan kepada anak – anak yang sudah dinyatakan terinfeksi virus corona yang masih tergolong sangat ringan.

‘’Sebenarnya kasus ringan ini bukan menjadi jaminan bahwa sindrom MIS-C yang dialami oleh mereka pun ringan. Dapat pula berakibat sangat fatal,’’ tambahnya lagi.

Sindrom MIS-C ini dapat pula mengakibatkan kematian bagi para penderitanya. Hal tersebut berdasarkan pada hasil tinjauan komprehensif yang sudah dilakukan oleh Dr Alvaro bersama dengan timnya selama terjadi pandemi Covid-19. Dr Alvaro pun menjelaskan bahwa 11 dari 662 pasien anak – anak dengan kondisi sindrom MIS-C di dalam penelitiannya telah meninggal dunia.

Kendati pun angka kematian ini begitu rendah atau sekitar 1,7 persen saja dari keseluruhan pasien anak – anak yang ada di dalam penelitian tersebut, namun para peneliti melihat bahwa angka tersebut sebenarnya jauh lebih tinggi daripada angka kematiannya 0,09 persen yang diamati kepada anak – anak yang terinfeksi virus corona.

‘’Dan kondisi ini menjadi bencara bagi orang tua yang sebelumnya memiliki anak yang sangat sehat, lalu masuk ke dalam persentase yang begitu kecil dari mereka yang terpapar sindrom MIS-C sesudah terinfeksi virus corona,’’ jelas Dr Alvaro dikutip langsung daru situs Sciencealert.

Gejala yang Muncul dari Sindrom Multisystem Inflammatory Syndrom (MIS-C)

Melansir dari Mayo Clinic, berikut ini ada sejumlah gejala yang mungkin saja bakalan muncul akibat dari sindrom MIS-C pada anak – anak, di antaranya adalah :

  • Muntah
  • Diare
  • Merasa kelelahan yang luar biasa
  • Detak jantung dan napas menjadi cepat
  • Mata berubah jadi merah
  • Sakit perut
  • Muncul ruam kulit
  • Pusing atau sakit kepala
  • Kemerahan dan pembengkakan pada lidah, tangan, kaki atau pun bibir
  • Pembesaran pada kelenjar getah bening
  • Hingga seakrang ini, para peneliti pun masih mempelajari MIS-C lebih dahalm lagi. Akan tetapi, setidaknya beberapa hasil penelitian sudah menekankan mengenai kondisi dari MIS-C yang wajib diketahui.

Jadi, Kapan Waktu Yang Pas Untuk Berobat Ke Dokter?

Apabila menunjukkan sejumlah gejala di bawah ini, anak pun wajib dan secepatnya memeroleh perawatan medis darurat, seperti :

  • Mengalami kesulitan bernapas
  • Mengalami kebingungan
  • Rasa sakit atau pun dada terasa tertekan
  • Tidak mampu bangun atau pun tetap terjaga
  • Kulit, alas kuku, atau bibir berupa menjadi pucat atau pun berwarna kebiruan

Adapun daftar di atas ini masih belum termasuk gejala yang gawat. Namun, pastinya jika Anda sudah tampak begitu menderita, segera bawa ke dokter untuk berobat dan mendapatkan penanganan.

Cara Diagnosis dan Pengobatan MIS-C

Dokter atau pun tenaga medis biasanya akan memberikan atau pun melakukan sejumlah tes tertentu guna memastikan ada atau tidaknya peradangan atau pun tanda – tanda dari gejala sindrom MIS-C pada anak. Ada beberapa tes yang akan dilakukan, di antaranya adalah :

  • Rontgen bagian dada
  • Tes darah
  • USG perut, dan
  • Ultrasonografi jantung atau ekokardiogram

Dokter pun mungkin bakalan memberikan sejumlah perawatan tambahan lainnya yang bertujuan untuk meringankan gejala tersebut.

Dokter akan memberikan oksigen, terapi cairan, pemberian obat anti radang, seperti halnya terapi steroid, obat antikoagulan, pemberian immunoglobulin atau IVIG, serta obat – obatan yang mampu mengatur tekanan darah.