PBSI Akui Penampilan Anthony Ginting di Indonesia Open 2024 Di Luar Ekspektasi

Anthony Ginting tampil tidak meyakinkan dan harus terhenti di babak-babak awal Indonesia Open 2024, akan hal ini PBSI yang diwakili Ricky Soebagja mengaku memang performa Ginting benar-benar di luar harapannya. Gelaran Indonesi Open 2024 baru dimulai, tapi wakil-wakil tuan rumah sudah berguguran. Ironisnya wakil tuan rumah yang gugur adalah pemain-pemain andalannya, salah satunya adalah Anthony Ginting di sektor tunggal putra yang tumbang di babak 32 besar. Mengenai kegagalan ini, Ricky Soebagja selaku Kabid Binpres PP PBSI mengaku cukup terkejut dengan performa Ginting di ajang Indonesia Open 2024 ini yang di luar ekspektasi.

Pada babak 32 besar Indonesia Open 2024, Anthony Ginting sendiri berhadapan dengan wakil Jepang non unggulan, yaitu Kenta Nishimoto. Melawan Kenta Nishimoto tentu saja Ginting diunggulkan meraih kemenangan. Selain karena faktor tuan rumah dan dukungan publik yang memenuhi Istora Senayan, Ginting diunggulkan karena secara rekor pertemuan ia sangat dominan atas Nishimoto. Di mana sebelum bertemu di Indonesia Open, Ginting sudah bertemu sebanyak 12 kali melawan Nishimoto dan delapan kali di antaranya berakhir untuk kemenangan wakil Indonesia.

Akan tetapi, di luar dugaan di pertandingan yang digelar pada hari Selasa (4/6/2024) tersebut Ginting banyak sekali mendapat tekanan. Beberapa kali Ginting juga melakukan kesalahan yang menyulitkan dirinya sendiri. Wakil tuan rumah sempat membuka asa dengan mengambil set pertama lewat kemenangan 21-17. Akan tetapi di dua set berikutnya Nishimoto sukses membabat Ginting dengan skor 11-21, dan 8-21. Kekalahan ini otomatis membuat Ginting langsung tersingkir di babak 32 besar Indonesia Open. Jelas ini adalah hasil mengecewakan karena di edisi sebelumnya Ginting adalah runner-up turnamen ini.

Di Luar Ekspektasi

Sesudah pertandingan tersebut, Ricky Soebagja sebagai Kabid Binpres PP PBSI memberikan pandangannya tersendiri. Ia menilai memang performa Anthony Ginting di laga tersebut benar-benar di luar ekspektasinya. Menurut Ricky, ada sesuatu yang berbeda dari Ginting, ia seolah melihat pemain yang berbeda. Karena itulah Ricky berencana untuk segera mendikusikan masalah ini dengan sang pemain langsung.

Bagi Ricky, naik turunnya performa seorang atlit adalah hal biasa, terlebih Ginting bukan lagi atlit junior di bidang olahraga ini. Tetapi yang jelas hasil yang didapat oleh Ginting di ajang Indonesia Open ini akan menjadi bahan evalusi tim kepelatihan PBSI juga jelang Olimpiade. Ricky memiliki rencana untuk memanggil Ginting dan pelatihnya untuk membahas apa saja problem yang dirasakan dan dicari jalan keluarnya bersama sama.

Indonesi Open sendiri adalah jang bulu tangkis salah satu yang paling bergengsi di dunia dengan levelnya yang merupakan BWF Super 1000. Di tahun ini gelaran Indonesia Open juga merupakan ajang penjajakan sebelum para wakil Indonesia berangkat ke Olimpiade Paris 2024. Tetapi PBSI memiliki alternatif lain, jika hasil yang didapat di Indonesia Open ini di luar ekspektasi, maka untuk mengejar poin seeding, mereka akan coba memaksimalkan ajang Australia Open pekan depan.

Pernyataan Ricky

“Performanya (Ginting) memang tidak sesuai dengan harapan dan ekspektasi, terlebih dia bermain seperti itu. Ada suatu hal yang perlu didiskusikan dengan Ginting. Jika melihat game kemarin memang seperti bukan ia yang seperti biasanya. Kenta memang pemain senior, tapi Ginting juga sama statusnya.” ungkap Ricky saat ditemui di Jakarta, pada Rabu (5/6/2024) dikutip dari laman CNN Indonesia.

“Ini hal biasa untuk para pemain. Namun harapannya tentu seiring waktu berjalan itu bisa terus diperbaiki nantinya. Tapi kami akan segera diskusikan dengan pelatih setelah permainan kemarin. Masih ada Australia Open sebelum ajang Olimpiade. Saya harap pemain yang tersisa (di Indonesia Open) bisa berjuang meraih hasil maksimal. Sementara Anthony Ginting sudah kami daftarkan ke Australia (Open).” jelasnya.