google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Mengenal Sekilas Tentang Pemeriksaan D-Dimer dan CRP Untuk Pasien Covid-19

Pemeriksaan D-Dimer dan CRP

Pemeriksaan dari D-dimer dan juga CRP yang dilakukan ini bertujuan untuk bisa mendeteksi infeksi serta masalah pembekuan darah yang sering kali dialami oleh para pasien Covid-19. Dengan cara inilah, dokter maupun tenaga medis lainnya bisa dilakukan langkah penanganan sedini mungkin untuk mencegah terjadinya kondisi fatal.

Infeksi dari virus corona ini ternyata dapat memengaruhi berbagai sel dan juga jaringan di dalam tubuh, termasuk juga darah. Dengan pemeriksaan D-dimer dan CRP kepada para pasien Covid-19 dilakukan untuk bisa mengetahui peningkatan kadar protein yang ada di dalam darah.

Pengukuran kadar porietn di dalam darah ini un bisa dijadikan sebagai acuan untuk segera mengetahui apakah terjadi pengumpalan atau pembekuan darah serta mendeteksi infeksi atau pun peradangan di dalam tubuh para penderota Covid-19.

Apa Itu Pemeriksaan Protein D-Dimer Bagi Pasien Covid-19?

Pemeriksaan D-dimer ini dapat dilakukan untuk bisa mendeteksi keberadaan dari protein D-dimer yang ada di dalam dara manusia. Protein inilah yang memiliki fungsi sebagai pemecah darah yang membeku di dalam pembuluh darah.

Untuk kondisi normal dan sehat, D-dimer ini tidak bisa terdeteksi. Jikalau terdeteksi pun artinya adalah ada bekuan darah di dalam tubuh manusia, meskipun lokasinya tidak diketahui secara spesifik.

Jumlah dari D-dimer yang biasanya bisa dijadikan sebagai acuan untuk mendeteksi adanya bekuan dalam darah ialah 500 nanogram per mili liter darah atau pun lebih.

Bagi para pengidap Covid-19, jumlah dari protein D-dimer ini bisa meningkat cukup signifikan. Hal tersebut diduga disebabkan oleh terjadinya badai sitokin yang dapat memicu ketidakseimbangan antara pembekuan dan juga pemecahan bekuan darah dalam tubuh.

Jika semakin tinggi jumlah D-dimer di dalam darah, maka semakin besar pula risiko penderitanya akan mengalami pengentalan atau pun penggumpalan darah. Untuk kondisi ini bisa juga menyebabkan munculnya macam berbagai masalah kesehatan, seperti halnya emboli paru, thrombosis vena dalam hingga stroke.

Pemerikaan Kadar Protein CRP Bagi Para Pengidap Covid-19

Jikalau pemeriksaan dari D-dimer ini dilakukan supaya bisa mengetahui atau mendeteksi protein D-dimer, pemeriksaan CRP pun ditujukan untuk bisa mengetahui kadar protein CRP atau C-Reactive Protein di dalam darah manusia. Tes ini pun akan dilakukan agar dapat mendeteksi peradangan di dalam tubuh atau pun mengetahui tingkat dari keparahan kondisi masalah kesehatan yang lainnya.

Untuk kondisi tubuh yang normal, jumlah protein CRP di dalam darah ini ialah kurang dari 10 mili gram per liter darah. Akan tetapi, bagi para penderita Covid-19, jumlah CRP justru dapat meningkat melebihi batas normal, bahkan dapat mencapai hingga 86 persen.

Kadar protein CRP ini segera meningkat dengan begitu cepatnya sekitar 6 sampai 8 jam setelah gejala pertama muncul dan akan segera mencapai puncaknya dalam kurun waktu 48 jam. Sementara  untuk pasien yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 akan mengalami penurunan kadar CRP bila peradangannya selesai.

Hampir sama seperti kenaikan pada D-dimer, peningkatan dari kadar CRP di dalam darah para penderita Covid-19 pun diduga kuat disebabkan oleh badai sitokin. Selain itu juga, peningkatan protein CRP ini dipercaya memiliki kaitan erat dengan kerusakan jaringan dalam tubuh.

Peningkatan kadar protein CRP bagi para pasien Covid-19 ini dapat menyebabkan turunnya saturasi oksigen, cedera ginjal akut, thrombosis vena dalam, emboli paru hingga bisa berujung pada kematian.

Jika Anda dinyatakan terinfeksi virus corona, serta mengalami gejala sedang atau pun berat, sebaiknya langsung datang ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.