google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Penderita Hipertensi Lebih Mudah Terpapar MERS, Inilah Alasannya

Penyakit MERS merupakan salah satu jenis penyakit yang mudah menular dari hewan ke mausia, dan juga manusia ke manusia. Untuk itulah, harus diwaspadai dan juga berhati – hati supaya terhindar dari penyakit satu ini.

Salah satu dari faktor yang dapat meningkatkan risiko terinfeksi virus MERS ini adalah ketika kondisi sistem imunitas tubuh yang relatif rendah. Para penderita hipertensi juga menjadi salah satu kelompok orang yang mempunyai sistem imunitas tubub cukup rendah.

Penyakit MERS atau Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus ini terjadi dikarenakan adanya serangan virus corona. Gangguan kesehatan satu ini pun dapat pula menyebabkan para penderitanya mengalami gangguan pada saluran pernapasan dan organ penting lainnya.

Meskipun masih belum diketahui secara pasti asal mula virus yang menyebabkan penyakit MERS tersebut, namun penyakit satu ini bergolong sangat berbahaya karena mudah sekali menular. Penularan dari penyakit ini bisa terjadi dari hewan unta dengan manusia serta dari manusia ke manusia.

Virus yang menyebabkan penyakit MERS ini disebutkan lebih mudah menyerang orang yang sedang menderita penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi. Untuk lebih jelasnya, Anda bisa menyimak ulasan lengkap dari kami di bawah ini.

Mengenal Sekilas Tentang Penyakit Hipertensi dan MERS

Pada umumnya, terdapat beberapa faktor yang menjadi penyebab seseorang mempunyai risiko tinggi terpapar penyakit MERS. Salah satu yang wajib diketahui adalah faktor imunitas tubuh yang relatif rendah.

Selain itu juga, penyakit MERS ini ternyata cukup mudah dialami oleh kelompok lansia. Hal ini pun bisa disebabkan oleh mereka yang telah memasuki usia lanjut, sistem imun tubuh juga akan mengalami penurunan.

Umumnya, sistem imunitas tubuh ini bisa melindungi tubuh manusia dari berbagai macam serangan bakteri, virus, dan juga parasit yang bisa kapan saja mengganggu kesehatan fisik Anda. Pada saat sistem imunitas tubuh Anda mengalami penurunan, kondisi tersebut dapat pula memengaruhi fungsi dari imun tubuh itu sendiri.

Ada beberapa kondisi yang bisa memengaruhi fungsi imun tubuh manusia, salah satunya ialah riwayat kesehatan. Para penderita penyakit kronis, seperti halnya penyakit hipertensi atautekanan darah tinggi akan lebih mudah mengalami penurunan sistem imun tubuh.

Maka dari itulah, pengobatan dan juga perawatan yang tepat harus benar – benar dilakukan supaya bisa meningkatkan kembali sistem imun tubuh menjadi lebih maksimal dari sebelumnya.

Sedangkan untuk penyakit MERS ini lebih mudah menular kepada kelompok orang yang memiliki sistem imun tubuh yang relatif rendah. Apabila penyakit hipertensi ini tidak terkontrol secara berkala, maka kondisi tersebut bisa membuat penderitanya lebih berisiko terpapar penyakit MERS.

Selain penderita hipertensi saja, kelompok lainnya yang sangat rentan sekali terhadap infeksi virus ini di antaranya adalah penderita diabetes, gangguan hati, kanker, gangguan paru – paru serta gangguan ginjal.

Kenali Gejala dan Cara Penularan Penyakit MERS

Penyakit MERS ini sering kali muncul tanpa menunjukkan gejala pada penderitanya. Jikalau pun ada gejala, maka hanya bersifat umum saja atau dalam artian hampir sama seperti penyakit flu seperti biasa, yakni sakit kepala, batuk, demam, sakit tenggorokan, serta nyeri pada sendi. Virus yang menyebabkan penyakit MERS ini memerlukan waktu untuk mulai menunjukkan gejalanya.

Waktu inkubasi dari gejala penyakit MERS ini sekitar 2 hingga 14 hari sesudah penderitanya terinfeksi virus tersebut. Setelah gejala awal muncul, biasanya pun dibarengi dengan gejala lainnya, mulai dari muntah, mual, diare dan juga sesak napas.

MERS ini termasuk dalam kategori penyakit menular. Proses penyerbaran dari penyakit ini pun berawal dari unta ke manusia. Dalam laporan yang sudah ada, ketika manusia meminum susu dan juga daging unta yang tidak dalam kondisi sehat atau pun tidak dimasak denga sangat baik, maka penularan virus MERS ini bisa terjadi pada saat manusia mengonsumsinya.

Sementara itu, untuk penularan dari manusia ke manusia ini bisa terjadi melalui percikan air liur penderitanya. Meskipun demikian adaya, hingga saat ini masih dilakukan penelitian lebih lanjut lagi guna memastikan cara penularan yang terjadi pada para penderita penyakit MERS. Namun, tenaga kesehatan yang sedang merawat pasien MERS ini tergolong dalam kelompok yang rentan terpapar MERS.

Inilah Risiko dan Bahaya Penyakit MERS pada Penderita Hipertensi

Penyakit MERS atau pun Middle East Respiratoru Syndrome ini terjadi akibat dari infeksi virus, dengan gejala yang muncul seperti demam, sesak napas, dan juga batuk.

Bahaya dari penyakit satu ini harus diwaspadai adalah gagal ginjal, gagal napas, pneumonia, dan juga syok septik. Akan tetapi, komplikasi ini biasanya akan terjadi saat penyakit MERS tidak segera ditangani secara maksimal.

Pada tahun 2012 di Arab Saudi, pertama kalinya ditemukan penyakit MERS yang mana penyakit infeksi virus yang bisa menyebabkan gangguan pernapasan pada pengidapnya. Bahaya dari penyakit ini pun sangat fatal bila tidak segera diobati secepat mungkin.

Kebanyakan kasus yang sudah terjadi, penderita MERS ini bisa mengalami infeksi dan juga gangguan pada saluran napas bagian bawah. Kondis ini pun dapat menimbulkan gejala yang hampir mirip seperti pneumonia, yakni demam, batuk, dan juga sesak napas.

Bahaya dari penyakit MERS ini harus benar – benar diwaspadai, terlebih lagi bila tidak mendapatkan penanganan dengan maksimal. Beberapa dari komplikasi yang dapat ditimbulkan seperti gagal napas, pneumonia, syok septik hingga gagal ginjal.

Syok septik ini merupaka suatu kondisi pada saat bakteri sudah menyebar ke seluruh tubuh dan bisa menyebabkan tekanan darah menjadi turun secara drastis. Dikarenakan seriusnya gejala komplikasi yang dapat disebabkan oleh penyakit satu ini, tentu saja harus segera mendapatkan penanganan medis.

Selain bisa memicu komplikasi, bahaya dari penyakit MERS adalah mudahnya penyakit ini menular. Sekarang ini, ada dua cara penularan dari penyakit MERS, yakni dari hewan ke manusia, dan dari manusia ke manusia.

Virus yang bisa menyebabkan penyakit MERS ini dapat menginfeksi hewan unta, yang nantinya dapat menular langsung ke manusia. Penularan dari hewan ke manusia ini pula terjadi saat kontak langsung atau pun sudah mengonsumsi susu dan juga daging unta yang tidak dimasak sampai benar – benar matang.

Sementara itu juga, penularan manusia ke manusia ini terjadi melalui percikan air liur pada saat penderitanya batuk. Meskipun demikian, penularan penyakit ini antar manusia tidak terjadi begitu mudahnya seperti penyakit flu. Beberapa kasus yang terjadi, penularan penyakit terjadi melalui kontak langsung dengan orang sakit yang tinggal dalam satu rumah.

Cara Pencegahan Supaya Tidak Terpapar Penyakit MERS

Supaya bisa terhindar dari bahayanya penyakit satu ini, sangat penting untuk mengetahui serta melakukan langkah pencegahan semaksimal mungkin. Berikut ini adalah cara pencegahan yang dapat langsung Anda terapkan, di antaranya adalah sebagai berikut :

  • Hindari bepergian ke tempat yang sedang terjadi wadah penyakit MERS, seperti di negara timur tengah.
  • Menghindari kontak langsung dengan hewan unta atau pun orang yang tengah mengidap penyakit MERS.
  • Rajin mencuci tangan dengan air bersih mengalir dan juga sabun, terlebih lagi tiap kali selesai beraktivitas di luar rumah, sebelum makan, atau pun setelah menggunakan fasilitas umum seperti toilet.
  • Hindari konsumsi susu atau daging untuk dengan proses pemasakan yang baik.
  • Kenakan masker saat di luar rumah.
  • Hindari menyentuh area wajah sebelum mencuci tangan.

Selain itu juga, Anda bisa memeroleh vaksin influenza supaya menjaga kekebalan tubuh. Konsumsi juga vitamin agar kesehatan dan juga daya tahan tubuh selalu terjaga.