google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Penggunaan Narkoba Dengan Cara Booty Bumping, Waspada Risiko Kesehatan Seperti Ini

Ditangkapnya seseorang atau pun sekelompok orang akibat dari kasus penyalahgunaan narkoba tentu sudah tidak asing lagi di telinga kita. Seperti halnya dengan kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu, yang baru – baru ini sudah menjerat seorang public figure ternama.

Ada banyak di antara peristiwa yang menyertai penangkapannya, cara ia mengonsumsi narkoba secara langsung juga menjadi sorotan. Hal tersebut dikarenakan cara pemakaiannya bisa dikatakan tidak wajar, karena dilakukan melalui lubang dubur.

Baru – baru ini muncul istilah booty bumping sedang menjadi trending topik perbincangan di kalangan public. Bila merujuk pada istilah tersebut, sebenarnya booty bumping ini ialah suatu metode untuk mengonsumsi narkoba seperti sabu – sabu melalui dubur.

Cara satu ini memang tidak wajar dilakukan dan tentu saja dapat menimbulkan berbagai macam risiko gangguan pada kesehatan untuk para pengguna narkoba. Salah satunya adalah peningkatan risiko infeksi menular seksual.

Metode penggunaan obat terlarang ini sebenarnya dikenal dengan istilah booty bump atau boofing. Tetapi, perlu untuk diketahui bahwa penggunaan narkoba melalui dubur atau pun booty bump ini tentu saja bisa menimbulkan berbagai macam risiko gangguan kesehatan.

Istilah Booty Bumping Yang Harus Diketahui

Sebenarnya istilah dari booty bumping ini bukanlah suatu metode baru di kalangan para pengguna narkoba. Istilah ini pun atau boofing ini merupakan suatu metode untuk dapat memasukkan obat – obatan atau alkohol ke dalam lubang dubur, tujuannya untuk mendapatkan sensasi ‘high’ yang lebih cepat.

Hal ini bisa saja terjadi dikarenakan rongga anus memiliki jumlah pembuluh darah tinggi serta lapisan permukaannya yang lebih tipis.

Oleh karena itulah, penyerapan dari zat narkoba yang sudah dimasukkan ke dalam bagian tersebut akan berlangsung lebih cepat jika dibandingkan dengan mengonsumsi narkoba secara oral.

Di sisi lainnya pun, metode satu ini tidak hanya untuk narkoba jenis sabu – sabu saja, namun juga untuk kokain, heroin dan juga minuman beralkohol.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan oleh para penggunanya untuk mengonsumsi narkoba memakai metode satu ini.

Melansir dari San Fransisco AIDS Foundation, para pengguna yang ingin mengonsumsi narkoba melalui booty bumping ini bisa mencampurkan sabu dengan air, lalu disuntikkan ke dalam dubur.

Selain itu juga, sebagian para penggunanya pun memakai injector pelumas sebagai alternatif cara untuk melakukan proses yang tidak lazim ini.

Cara konsumsi narkoba menggunakan injector pelumas ini dianggap lebih nyaman dan juga efektif dibandingkan dengan jarum suntik karena sudah dirancang khusus untuk memasukkan cairan ke dalam rongga dubur.

Dan yang terakhir ini termasuk cara paling ekstrim yakni dengan memasukkan langsung narkoba ke dalam dubur tanpa menggunakan campuran atau pun alat bantu apapun.

Inilah Bahaya Dan Risiko Kesehatan Yang Muncul

Cara dari penggunaan narkoba yang tidak wajar ini tentu saja bisa menimbulkan berbagai macam risiko kesehatan pada tubuh penggunanya, di antaranya adalah sebagai berikut :

1. Kerusakan Pada Anus

Kerusakan pada jaringan rectum dan juga adanya robekan pada anus ini bisa saja terjadi apabila booty bump ini kerap kali dilakukan.

Hal tersebut disebabkan adanya kontak dengan benda asing pada area tersebut sehingga bisa menimbulkan luka yang sulit sekali untuk disembuhkan.

2. Peningkatan Risiko Infeksi Menular Seksual

Jika dilakukan terlalu sering dan berulang kali, metode booty bump ini bisa meningkatkan risiko dari penularan HIV dan juga infeksi menular seksual (IMS) yang lainnya.

Hal tersebut dikarenakan booty bump bisa merusak selaput lendir yang ada di anus, selaput inilah yang memiliki fungsi untuk memberikan perlindungan dari infeksi menular seksual. Selain itu juga, konsumsi narkoba melalui dubur ini juga bisa menyebabkan rasa sakit pada anus dan juga di bokong.

3. Gangguan pada pencernaan

Kebiasaan dair booty bump ini juga dapat menimbulkan berbagai macam gangguan pada sistem pencernaan penggunanya. Semisalnya adalah feses berdarah, keinginan untuk selalu pergi ke toilet yang cukup tinggi, hingga tidak mampu mengontrol keinginan buang air besar.

Selain itu pun, masalah kesehatan yang jauh lebih serius dapat saja terjadi, seperti halnya adanya penyumbatan pada aliran darah ke bagian usus, sehingga kematian sel secara tidak wajar.

Ditambah lagi bila seseorang tengah membutuhkan tindakan opesrasi pembuatan lubang buatan atau kolostomi untuk bisa menggantikan kinerja usus besar yang sudah rusak, hal tersebut dapat terjadi bila kasus cukup parah.

4. Mampu Meningkatkan Risiko Overdosis

Wajib untuk diketahui bahwa narkotika jenis sabu ini memang lebih mudah untuk diserap oleh tubuh melalui dubur jika dibandingkan dengan cara konsumsi oral. Hal ini disebabkan rongga anus memang memiliki banyak kapiler pembuluh darah dan juga permukaan yang tipis.

Akan tetapi, hal tersebut juga dapat menimbulkan efek samping sangat fatal, yakni membuat para penggunanya semakin ketergantungan dengan meningkatkan jumlah dosisnya lagi.

Sebagian orang pun bahkan bisa mengambil dosis yang lebih banyak jika dibandingkan dengan dosis yang biasanya mereka pakai selama mengonsusmi narkotika secara oral.

Peningkatan dari dosis ini juga dapat dilakukan secara tidak sadar oleh penggunanya karena proses penyerapan yang begitu cepat. Maka dari itulahm intensitas penggunaan sabu melalui booty bump atau boofing ini juga bisa meningkat cukup drastis.

Jika hal tersebut terjadi, maka risiko overdosis yang bisa berujung pada kematian pengguna semakin meningkat pula.

5. Gangguan Psikologis

Berdasarkan National Harm Reduction Coalition, penggunaan narkoba jenis sabu secara berkelanjutan ini bisa menyebabkan gangguan psikologis, di antaranya adalah paranoid, kecemasan, insomnia, halusinasi, gangguan mood sampai dengan depresi.

Bahkan bahaya mengonsumsi sabu ini bisa memicu perilaku agrasif. Melansir dari Drug Abuse, dampak buruk dari penggunaan sabu – sabu dalam jangka panjang juga bisa menyebabkan kerusakan pada struktur dan juga fungsi otak yang sangat parah, terutama dalam pengaturan emosi dan juga ingatan.

6. Komplikasi Penyakit

Suntikan sabu melalui anus ini dalam jangka panjang pun juga bisa menyebabkan komplikasi penyakit. Hal tersebut dikarenakan zat metamfetamin bisa membuat pembuluh darah menjadi menyempit.

Ini pun bisa berakibat pada jaringan tubuh mengalami kekurangan pasokan oksigen yang dialirkan oleh darah. Komplikasi penyakit juga dapat terjadi, mulai dari kerusakan pada kulit, otak, ginjal, hati dan juga paru – paru. Pada akhirnya kondisi ini bisa menyebabkan kematian.

Penyalahgunaan narkoba memang cukup membahayakan diri karena bisa menimbulkan berbagai macam dampak negatif bagi tubuh dan juga kesehatan. Oleh karena itulah, ada biaknya untuk selalu menjahui segala macam dan jenis obat – obatan terlarang supaya tidak menyesal pada kemudian hari.

Jikalau Anda ingin mengetahui lebih banyak lagi seputar dampak negatif yang bisa dirasakan oleh para pengguna narkoba ini juga bisa langsung membaca beberapa jurnal dan penelitian ilmiah.