google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Penting Untuk Mengetahui Perbedaan Vaksin Covid-19 AstraZeneca Dengan Sinovac

Program vaksinasi Covid-19 di Indonesia saat ini semakin gencar dilakukan sebagai langkah dan upaya untuk dapat mencegah peningkatan penularan dari virus corona. Sampai saat ini terdapat dua jenis vaksin yang digunakan oleh Indonesia, yakni vaksin AstraZeneca dan juga Sinovac.

Jutaan dosis vaksin virus corona ini sudah didistribusikan kepada masyarakat Indonesia secara bertahap. Vaksin AstraZeneca dan juga Sinovac merupakan dua jenis vaksin yang sudah diberikan kepada kelompok prioritas, mulai dari kelompok lansia sampai dengan tenaga kesehatan.

Kendatipun memiliki tujuan yang sama untuk melindungi tubuh manusia dari infeksi virus corona, ternyata ada beberapa perbedaan dari kedua vaksin virus corona ini yang wajib Anda ketahui.

Mengenal Perbedaan Vaksin Sinovac dan AstraZeneca

Adapun untuk perbedaan yang sangat mendasar dari vaksin Covid-19 AstraZeneca dan Sinovac ini adalah kandungan yang ada di dalam vaksin tersebut.

Untuk vaksin Covid-19 Sinovac ini terdapat kandungan virus yang sudah tidak aktif lagi atau dikenal dengan istilah inactivated virus. Sementara itu, untuk vaksin dari AstraZeneca ini menggunakan adenovirus simpanse.

Di samping kandungan yang ada di dalam kedua jenis vaksin tersebut, ternyata ada beberapa hal lainnya yang wajib untuk diketahui, di antaranya adalah sebagai berikut :

Jadwal Pemberian dari Kedua Vaksin Covid-19

Perbedaan dari vaksin Covid-19 Sinovac dan AstraZeneca ini adalah dilihat dari jadwal pemberian vaksin untuk dosis pertama dengan dosis kedua. Vaksin Covid-19 AstraZeneca ini berjarak antara 8 hingga 12 minggu, sedangkan untuk vaksin Sinovac ini sekitar 2 sampai dengan 4 minggu.

Meskipun demikian adanya, dosis yang sudah direkomendasikan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk kedua jenis vaksin Covid-19 ini adalah sama, yakni 0,5 ml untuk tiap satu kali dosis suntikan dan akan diberikan sebanyak 2 kali suntikan kepada setiap orang.

Proses Penyimpanan dan Distribusi Kedua Jenis Vaksin Covid-19

Khusus untuk vaksin Covid-19 AstraZeneca, maksimal dari lamanya proses penyimpanan ini adalah 6 bulan berada di dalam lemari pendingin dengan suhu sekitar 2 hingga 8 derajat celcius.

Bila vaksin ini dikeluarkan dair lemari pendingin, maka vaksin hanya akan bertahan pada suhu sekitar 2 hingga 25 derajat celcius saja selama kurun waktu maksimal 6 jam. Vaksin ini pun tidak boleh dibekukan dan harus tetap digunakan dalam waktu sekitar 6 jam setelah dibuka.

Sementara itu juga, untuk vaksin Sinovac ini dapat disimpan dalam lemari pendingin dengan suhu sekitar 2 hingga 8 derajat celcius dan juga bisa bertahan selama 3 tahun. Vaksin Sinovac ini pun harus terhindar dari sinar matahari secara langsung.

Efektivitas Dari Kedua Jenis Vaksin Covid-19

Selanjutnya, perbedaan dari vaksin Sinovac dan juga vaksin AstraZeneca ini adalah terlihat dari nilai efikasi atau pun efektivitas vaksin tersebut.

Dalam penelitian yang sudah menunjukkan bahwa efektivitas dari vaksin Covid-19 AstraZeneca ini mampu mencegah penularan virus corona sebesar 76 persen, sedangkan untuk vaksin Sinovac ini sekitar 56 sampai dengan 65 persen.

Kendati pun ada perbedaan dari segi efektivitas kedua vaksin tersebut, baik dari vaksin Sinovac maupun vaksin AstraZeneca ini ternyata sudah terbukti mampu menurunkan risiko munculnya gejala berat akibat dari infeksi virus corona, dapat mencegah perburukan kondisi, serta bisa mempersingkat waktu rawat inap jika sudah terinfeksi virus corona.

Efek Samping dari Kedua Jenis Vaksin Covid-19

Jika dilihat dari efek samping vaksin Sinovac maupun AstraZeneca ini relatif sama, yakni nyeri pada bagian atau lokasi bekas suntikan. Selain itu juga, akan ada beberapa efek samping yang bisa muncul, yakni :

  • Rasa lelah berlebihan
  • Diarea
  • Nyeri pada bagian otot
  • Merasakan demam, serta
  • Mengalami sakit kepala

Efek samping yang ditimbulkan dari kedua jenis vaksin Covid-19 ini masih tergolong ringan dan bisa hilang sekitar 1 sampai dengan 2 hari saja.

Untuk cara mengatasi efek samping ini, Anda pun dapat pula konsumsi obat seperti halnya paracetamol, aspirin, ibuprofen atau pun antihistamin, mengonsumsi obat ini dianjurkan sesuai dengan efek samping yang Anda rasakan.

Akan tetapi, hindari konsumsi obat – obatan ini sebelum melakukan vaksinasi dengan tujuan untuk mencegah atau pun menghindari efek samping dari vaksin tersebut.

Meskipun jarang terjadi, bisa saja muncul beberapa dari efek samping vaksin Covid-19 yang masuk dalam kategori berat, di antaranya adalah :

  • Mengalami demam tinggi
  • Anemia hemolitik, serta
  • Peradangan di sekitar bagian sumsum tulang bekalang

Bila Anda sedang mengalami efek samping yang berat setelah menerima suntikan vaksin Covid-19, segeralah untuk memeriksakan diri ke dokter supaya langsung mendapatkan penanganan.

Terlepas dari risiko terjadinya efek samping yang muncul, vaksin Sinovac dan AstraZeneca ini sudah dinyatakan telah memenuhi standard internasional oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO), baik dari segi proses pembuatan, tingkat keamanan, hingga efikasi vaksin Covid-19.

Oleh karena itulah, jikalau Anda sudah mendapatkan giliran untuk memeroleh vaksin Covid-19 dengan jenis vaksin apapun, segera mengikuti program vaksinasi. Semakin cepat semua orang mendapatkan vaksin Covid-19, maka semakin cepat pula pandemi ini dapat berakhir.

Sembari menunggu jadwal vaksinasi Covid-19 atau pun yang sudah mendapatkan vaksin, harus tetap menerapkan protocol kesehatan guna mencegah penularan dari virus corona.

Selalu mengenakan masker pada saat ke luar rumah, menjaga jarak dengan orang lain, hindari pula kerumunan, rajin untuk mencuci tangan, serta selalu menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang.