google-site-verification=If6OFp2AVlBc1ozhWbqP0TAD0qIlciYAMuPY1RVWjtI

Penyakit Hepatitis B Kronis dan Akut Mampu Menyerang Liver Manusia

Hepatitis B termasuk dalam infeksi virus yang bisa menyebabkan peradangan hati. Peradangan hati ini disebabkan oleh virus hepatitis B yang mana akan menyerang sel – sel dalam organ hati dan menyebabkan peradangan hati akut atau hanya sementara waktu saja hingga pada akhirnya berubah menjadi kronis atau peradangan tetap.

Hepatitis  B akut ini dapat menghasilkan gejala yang jelas dan juga pengobatannya terfokus pada pencegahan terjadinya kerusakan pada organ hati jangka panjang serta penularan penyakit lainnya. Sedangkan untuk pasien dengan kondisi hepatitis B yang tidak jatuh sakit, ketika sedang terinfeksi virus hepatitis B ini, dan juga besar kemungkinannya tidak akan pernah mengalami efek negatif lainnya.

Menurut data kesehatan yang sudah dipublikasikan oleh Southern Cross, total ada 40 persen pembawa virus hepatitis B ini akan terus menerus mengembangkan kerusakan organ hati di hari yang akan datang. Selama bertahun – tahun pun, kerusakan pada organ hati ini bisa menyebabkan sirosis yang mana dapat pula meningkatkan risiko terkena penyakit kanker hati. Pembawa hepatitis kronis ini pun bisa dengan mudah menularkan virus kepada orang lain.

Inilah Perbedaan dari Hepatitis B Kronis dan Akut

Banyak pula orang yang sudah terinfeksi virus hepatitis B ini tidak bakalan berkembang penyakitnya dikarenakan tubuh berhasil untuk melawan virus tersebut. Mereka inilah yang nantinya kebal terhadap virus dan juga tidak dapat tertular lagi penyakit hepatitis B.

Pada saat penyakit hepatitis ini benar – benar sudah masuk ke dalam tubuh penderitanya, hal tersebut bisa menjadi akut atau jangka pendek, serta kronis atau jangka panjang. Hepatitis B akut, biasanya merupakan penyakit ringan saja yang membuat seseorang bisa sembuh seperti sedia kala.

Sedangkan untuk hepatitis B kronis ini adalah kondisi yang lebih serius lagi dan juga dapat menyebabkan komplikasi, seperti halnya sirosis atau jaringan parut pada organ hati, fibrosis hati, gagal hati, dan juga kanker hati.

Lantas, apa yang membedakan antara gejala dari hepatitis B kronis dengan yang akut? Hepatitis B akut ini merupakan jenis penyakit yang ringan saja, tingkat keparahan dari gejala yang dialami masing – masing orang pun berbeda dan tergantung pada faktor usia serta kesehatannya.

Untuk gejala umum yang bisa diketahui dari penyakit akibat dari infeksi virus hepatitis B ini adalah :

  • Rasa lelah
  • Demam tinggi
  • Sakit kepala
  • Penyakit kuning, bagian mata dan kulit berubah menjadi kuning
  • Berat badan turun
  • Nafsu makan ikut menurun
  • Mengalami mual dan muntah
  • Mulut berbau dan rasa pahit di mulut
  • Warna urine menjadi coklat tua
  • Nyeri pada bagian kanan perut, tepatnya di bagian bawah tulang rusuk

Kebanyakan dari pasien yang sedang mengalami kondisi ringan ini, bisa sembuh menyeluruh dalam kurun waktu empat sampai 8 minggu, meskipun di dalam kasus yang lebih parah lagi, proses  pemulihannya pun dapat memakan waktu hingga berbulan – bulan.

Dalam beberapa kasus yang jarang terjadi, hepatitis B akut ini bisa menyebabkan kerusakan organ hati yang lebih serius dan yang berakibat fatal pun ada, namun sangat jarang sekali terjadi. Setelah dinyatakan sembuh dari penyakit hepatitis B akut, seseorang akan menjadi lebih kebal dan tidak bisa lagi menularkan virus tersebut kepada orang lain.

Sebagian orang yang sudah terinfeksi virus hepatitis B pun akan segera mengembang menjadi hepatitis B kronis dan juga rentan membawa virus. Mayoritas orang yang sedang membawa virus hepatitis B ini tertulas sejak masih bayi atau pun akan kecil. Pada kondisi yang umum terjadi, tidak ada orang dewasa yang menjadi pembawa kronisnya.

Mereka yang membawa virus hepatitis B ini akan terus berkembang kerusakan organ hatinya di kemudian hari. Dalam waktu tahunan, kerusakan organ hati ini bisa menyebabkan sirosis, termasuk dalam penyakit hati yang sangat serius, yang mana akan berisiko menjadi kanker hati.

Komplikasi hati yang lebih serius dari penyakit hepatitis B kronis ini sebenarnya bisa dicegah apabila penyakit ini terdeteksi dan juga diobati sejak awal. Hepatitis B kronis bisa diobati dengan obat antivirus yang dapat mengurangi pertumbuhan virus yang sudah ada di dalam tubuh dan memungkinkan untuk sistem kekebalan bisa mengendalikan infeksinya.

Para penderita hepatitis B kronis ini tentu harus pandai menjaga pola makan yang sehat serta menghindari konsumsi alkohol dan obat – obatan yang tidak perlu dikonsumsi. Lakukan tes darah secara rutin memang diperlukan untuk memantau fungsi kerja dari organ hati.

Penyakit Hepatitis B Dapat Dicegah Dengan Vaksinasi

Hepatitis B ini merupakan penyakit hati yang disebabkan oleh infeksi virus hepatitis B. Virus satu ini biasanya mudah sekali menyebar pada saat darah, air mani, atau pun cairan tubuh yang lainnya dari orang yang sudah terinfeksi virus tersebut masuk ke dalam tubuh seseorang yang belum terinfeksi.

Penularan dari penyakit hepatitis B ini biasanya terjadi dari ibu ke bayi, melakukan kontak non seksual, paparan darah atau pun cairan tubuh yang lainnya. Adapun cara terbaik dalam mencegah penyakit hepatitis B ini adalah dengan memberikan vaksinasi.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) sudah memberikan rekomendasi setidaknya ada tiga dosis vaksin hepatitis B bagi semua bayi dengan dosis pertama diberikan setelah 24 jam bayi dilahirkan. Lalu diikuti pula dengan 2 dan 3 dosis lanjutan lagi.

Berdasarkan pada data kesehatan yang sudah dipublikasikan oleh Vaccines.gov disebutkan pula bahwa ada beberapa orang dengan kondisi tertentu yang memang tidak diperbolehkan untuk mendapatkan vaksin hepatitis B, atau pun mungki masih perlu sedikit waktu untuk bisa mendapatkan suntikan vaksin tersebut.

Pastikan pula untuk memberi tahu dokter jikalau Anda belum mendapatkan vaksin dan pernah mengalami reaksi alergi yang mengancam keselamatan jiwa terhadap pemberian vaksin hepatitis, serta sedang dalam keadaan sakit.

Vaksin hepatitis B ini akan memberikan perlindungan kepada manusia lebih dari 90 persen. Ada dua jenis vaksin yang mampu melindungi dari infeksi virus hepatitis B, yakni vaksin hepatitis B untuk melindungi bayi, anak – anak dan bahkan orang dewasa dari penyakit hepatitis B. Vaksin kombinasi hepatitis A dan B yang bisa melindugi orang dewasa dari infeksi virus hepatitis A dan B.